Wednesday, March 29, 2017

Yunus 1 dan Amsal 28

Posted by Tabita Davinia at Wednesday, March 29, 2017
S: “What are you doing, asleep? Get up! Cry out to your god! Perhaprs your god might take notice of us so that we might not die!” (v. 6, NET)



O: Waktu baca versi NET, aku ga paham kenapa huruf “G”-nya “god” kecil. Tapi kalo di TB pake huruf kapital. Abis itu aku cek ke BIMK, dan baru tahu, “Ooo... ternyata orang-orang di situ bilangnya ‘dewa’, bukan Tuhan. Berarti mereka belum tahu siapa Dia—sampe akhirnya Yunus bilang tentang Tuhan yang mengutusnya ke Niniwe, tapi dia malah kabur ke Tarsis. Ayat ini yang stuck di hatiku, karena nyadarin bahwa di luar sanaaaa masih ada banyak orang yang belum percaya Tuhan!

Setelah Yunus menceritakan siapa Tuhan, orang-orang di kapal itu bertanya, “Kami harus apa?” | “Buang aku ke laut, karena badai ini adalah salahku” – Yunus. Ya, Yunus tetep bertanggungjawab karena badai itu muncul akibat dia nggak mau taat sama Tuhan. Disuruh ke Niniwe, malah ke Tarsis. Padahal jarak antara dua kota itu (berdasarkan peta zaman purba yang ada di Alkitab) jauhhhh banget! 1675km! (thanks to Bible map, calculator, ruler, and knowledge of scale haha :p). Pantesan dibilang “jauh dari hadapan Tuhan”.

Tapi apa Tuhan gatau di mana Yunus? O ya jelas Dia tahu. Kan, Dia Mahatahu -.-“ Makanya Dia bikin laut berbadai ((berbadai—bahasa apa ini)) di tengah perjalanan Yunus. Dan setelah badai berhenti (alias setelah Yunus dibuang ke laut), orang-orang di kapal pun mempersembahkan korban di mezbah dan bernazar di hadapan Tuhan. See? Kadang orang harus dapet masalah, baru bisa mengaku percaya pada Tuhan.


A: Mau berlari sejauh apapun, kita pasti akan ditangkap balik sama Tuhan. Rencana-rencana yang Dia buat itu udah disesuaikan dengan diri kita—karena Dia yang membentuk kita :) Baru-baru ini gatau kenapa rasanya pelayanan soooooo berat sekaleeee. Hmmm... Yes, I know this is my cross, tapi nggak nyangka bahwa pelayanan di dalamnya akan sangat alot dan butuh waktu lama buat memproses sesuatu *padahal biasanya nggak gitu. Baru-baru ini aja segala sesuatunya so riweh huhu*. Belum lagi dengan kesabaranku yang ditempa dalam pelayanan tersebut *hahaha namanya juga mau ninggalin masa ababil :$ *eh wkwkwk. Somehow rasanya mau get away sesaat, get away dari semua pelayanan di dunia ini *ampuunn >.<*. Tapi kalo dipikir-pikir, itu namanya bukan get away, namanya malah run away!

Sebagai anak Tuhan, aku gaboleh run away dari panggilan Tuhan. Namanya nggak akan dipermuliakan dalam hidupku kalo aku kabur terus. Yunus pun—yang kabur dari Tuhan—juga pada akhirnya dilempar ke laut, kan? Duh, Tuhan... please help me!


P: Tuhan, aku capek lari dari panggilan-Mu. Walopun udah berusaha menghindar, tapi kok pelayanan yang aku jalani tambah lama tambah banyak.. dan tambah banyak masalah -.-“ I know You do this to me not because You are angry or disappointed with me; but because You want me to be Your faithful servant, who do her Lord’s desire ‘till the end. Ya, Tuhan. Aku mau Engkau pakai! Amin!



--**--


Proverbs for the day – Chapter 28


Ayat 26 :p “Siapa percaya kepada hatiya sendiri adalah orang bebal, tetapi siapa percaya berlaku dengan bijak akan diselamatkan”. Nah, hati siapa yang kupercayai saat ini? Apakah aku mempercayai keinginan—bahkan hati—sendiri? Ato aku mau tetep percaya sama Tuhan, walopun kondisinya sulit? O Lord, here I am to know You more and more! Ajar aku untuk bisa percaya (bahkan dalam hal sekecil apapun) pada-Mu. Amin! ^^

0 comments:

Post a Comment

 

Chocolates of Life Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea