Tuesday, March 14, 2017

Hosea 14 dan Amsal 14

Edit Posted by with No comments
Hosea udah masuk pasal terakhir! Yeayyyy *prok prok prok *jadi keinget mega huahahaha :p halo megg*. Mulai besok, kami akan baca dari Yoel 1 :) Okayyy~ langsung aja yakk, kita simak Hosea 14 dan Amsal 14 :)) cekidot! :D


--**--



S: Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ -- Hosea 14:10



O: Ini aku tulis di blog dulu terus nanti baru kutulis di buku hehe (gapapa kan, ya, C'? Hehe).

Setelah ngebahas tentang murka Tuhan pada bangsa Israel, di sini Dia mengingatkan bahwa Dia tetap mau menerima umat-Nya ketika mereka bertobat.
Tapi pertobatan itu pun juga harus disertai dengan perbuatan. Nggak cuma lewat perkataan doang. Kan, sering banget tuh, dari zaman Israel keluar dari Mesir sampai waktu udah sampai di tanah pembuangan (which means dari zamannya Musa sampai para nabi), bangsa ini jadi bangsa yang tegar-tengkuk. Kalo ada masalah, ngomel ke Tuhan. Kalo keadaan baik-baik aja, baru bersyukur--masalahnya lebih banyak ngomelnya daripada bersyukurnya sihh. Hmmm... tanpa sadar mereka menggambarkan diriku yang juga sering ngomel kalo ada masalah -.-"

Nah, di sini Tuhan bilang bahwa Dia rindu anak-anak-Nya berjalan dalam jalan-Nya :) Bukan berarti Dia sudah mengatur kita seperti robot. Nggak. Dia tetep kasih kita kebebasan untuk memilih, selama yang kita pilih itu berdasarkan firman Tuhan. Oke, bagian ini bakal jadi pembahasan yang puanjaaangg banget, so I'll cut it here :) hehe. Intinya adalah, Tuhan rindu agar setiap kita jadi anak-anak yang TAAT. Iya, TAAT. Jangan jadi anak Tuhan yang memberontak, karena anak yang memberontak akan tergelincir dari jalan-Nya.



A: Tuhan sudah mengasihiku sedemikian rupa, lalu apa yang bisa kulakukan sebagai ungkapan syukurku?

1. Nulis tentang kebaikan Tuhan. Yap, entah waktu sharing di grup WA, nulis di Line (dan medsos lain. Tapi sekarang aku baru off dalam rangka puasa Paska), aku rindu untuk membagikan kebaikan Tuhan dalam hidupku :) nggak perlu pake bahasa yang muluk-muluk. Beberapa orang justru lebih bisa memahami apa yang dikatakan orang lain kalo ceritanya disampaikan dalam bahasa yang sederhana (ehm, bahasa sehari-hari :P hehe)

2. Dengan ngelakuin poin pertama, secara nggak langsung aku udah bersaksi tentang Kristus. Yap, aku harus jujur karena sampai sekarang aku belum berani bersaksi bagi temen-temenku yang "beda keyakinan". Tapi beberapa orang di antaranya bilang kalo, "Tab, tulisanmu keren. Mantap". Dari situ aku bersyukur karena Tuhan mengaruniakanku karunia untuk menulis, dan aku rindu agar ada lebih banyak orang yang membaca dan terberkati melaluinya. Plus, aku rindu agar tulisanku menjadi sarana bagi orang lain untuk mengenal Kristus :)



P: Tuhan, tolong aku agar aku dapat menjadi saluran berkat bagi mereka yang belum mengenal-Mu. Tolong aku agar dalam kelemahanku, kuasa-Mu yang nyata dalam hidupku :) Amin!




--**--


Proverbs for Today -- Chapter 14


Ayat 26 :) "Dalam takut akan TUHAN ada ketentraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya". Aku bersyukur karena Tuhan nggak kehabisan ide dalam mengajariku untuk menghormati-Nya. Walopun ada banyak hal yang menggodaku untuk nggak taat, namun Tuhan kembali ingatkan bahwa hanya Dia yang jadi teladan hidup. Ketika aku taat pada-Nya, akan ada ketenangan luar biasa di dalamnya.

Contohnya waktu aku ujian nasional (UN) dua tahun yang lalu. Di kelasku, hampir semua anak di dalamnya mencontek (waktu UN lho!!). Dan para gurunya masa bodoh sama mereka. Jujur, aku muak banget -_- enak banget dong, dapet nilai bagus (dan kenyataannya mereka emang dapet nilai yang lebih bagus daripada aku dan temen-temen yang lain yang nggak nyontek). Sampe akhirnya, waktu aku ngomel-ngomel di rumah, Papaku bilang, "Yaudah to, dibawa santai aja. Toh, ya udah lewat. Apa ya kamu mau nyontek kalo tahu temen-temenmu padha gitu?". Awalnya kesel sih, dengerin Papaku bilang gitu. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, di situ Tuhan ingatkan bahwa yang penting adalah "Nik, kerjain UN-mu sebaik-baiknya. Nggak perlu nyontek". Jadi begitulah. Dan lucunya, waktu hasil UN-nya keluar (waktu itu aku juga udah keterima di salah satu PTN di Jogja), aku nggak ngomel sama sekali :p Padahal nilainya juga biasa aja. Ada rasa damai yang luarrrr biasa, karena aku taat sama Tuhan; dengan nggak nyontek selama ujian :)


Tuhan, terima kasih karena telah mengingatkanku untuk tetap taat pada-Mu. Tolong aku agar dalam segala aspek kehidupanku, aku tetep taat sampai akhir. Tolong aku untuk mengutamakan Engkau, sekalipun ada banyak godaan untuk mundur dari-Mu. Amin :)

0 comments:

Post a Comment