Monday, March 20, 2017

Yoel 1 dan Amsal 15

Posted by Tabita Davinia at Monday, March 20, 2017
Yak, sekarang mulai BR dari Yoel 1, dan tetep ngelanjutin baca Amsalnya hehe :) setelah Yoel, ada Amos dan Obaja yang masih menanti. Cieee.. ditunggu buat dibaca, nih :p wkwkwk. Oke, langsung sajhaaa~ :D


--**--


S: O Lord, my cry goes up to you: for fire has put an end to the grass-lands of the waste, and all the trees of the field are burned with its flame -- Yoel 1:19 (BBE)



O: Kalo dari beberapa tafsiran yang kubaca, ungkapan di Yoel 1 ini jadi semacam momentum berduka bagi bangsa. Kondisi yang kacau balau, nggak teratur, kekeringan di mana-mana... Dan di saat itulah Yoel mengajak mereka untuk kembali berseru kepada Tuhan. Yap, karena cuma Dialah yang jadi Sumber segalanya. He is our Provider, and we must believe Him!

Tapi yaaa~ jangan cuma berseru kalo kepepet doang ya :') Jangan! Take a look at King David! Sekalipun dia sibuk (apalagi setelah jadi raja), dia tetep menyediakan waktu untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Inget: sediakan nggak sama dengan sisihkan. Nah, gimana denganku saat ini?



A: Praise the Lord, akhir-akhir ini disiplin rohani udah jalan sebagaimana mestinya (walopun kadang lupa nggak nyatet karena sibuk, dan pokok doa pun juga seadanya, nggak kaya' waktu komitmen). Aku pengen apa yang udah jadi komitmenku sejak tanggal 1 kemarin tetep bisa berjalan seterusnya. Soli Deo Gloria! :)



P: Tuhan, tolong aku agar disiplin rohani yang kulakukan ini bukan cuma jadi rutinitas, tapi juga jadi kerinduanku setiap saat, Jadikan aku seperti rusa yang haus akan siraman rohani dari-Mu. Amin! :)




--**--


Proverbs for the day -- Chapter 15


Ayat 1 :p Wkwkwkwk.. ini yang harus kuinget-inget, apalagi kalo ngadepi anak-anak yang hmmmmm~ bikin kesel heheu. Ada yang terlalu ambis lah, pasif banget lah, ada yang sensinan juga... wah, so colorful :p Complicated wkwk (di sini "wkwk" tapi di hati sedih #eh). Tapi di sini aku rindu untuk bicara lemah lembut dan to the point, nggak pake muter-muter dulu. Nggak klemak-klemek kaya' bubur (duh, itu bahasa apalagi dah :' wkwk). Dan aku juga harus belajar nggak marah-marah tapi nggak ada isinya. Marah boleh, tapi kudu bijak.

O, Lord~ please help me to speak wisely in Your ways! I love them, but it won't be for them if they hear me speak in bad ways.

0 comments:

Post a Comment

 

Chocolates of Life Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea