Wednesday, March 29, 2017

Amos 9 dan Amsal 26

Edit Posted by with No comments
S: Sesungguhnya, TUHAN Allah sudah mengamat-amati kerajaan yang berdosa ini: Aku akan memunahkannya dari muka bumi! Tetapi Aku tidak akan memunahkan keturunan Yakub sama sekali," demikianlah firman TUHAN. (Amos 9:8, TB)


O: Dunia saat ini memiliki populasi kurang lebih 7 milyar orang. Setiap orangnya tentu memiliki kepribadian dan ciri-cirinya masing-masing. Tapi satu fakta yang blowing up my mind adalah, "Tuhan inget sama janji-Nya; bahkan waktu kita berdosa di hadapan-Nya!". Waktu baca ayat ini, aku inget sama peristiwa Yakub yang dikasih janji Tuhan bahwa Dia akan menyertainya--termasuk keturunannya kelak. Tuhan yang sama pula yang menjanjikan seorang anak pada Abraham (di usia 100 tahunn. Wahh... What a worthed waiting!), dan Dia juga yang menjanjikan adanya Sang Penyelamat sejak Adam dan Hawa jatuh berdosa pertama kali. Waahhh!! He never fails His promises! Tapi sayangnya, bangsa Israel yang tegar-tengkuk ini membuat janji-Nya hampir batal saking geregetannya Tuhan sama mereka.

A: Aku nggak mau jadi kaya' bangsa Israel yang cuma bersyukur buat penggenapan janji Tuhan aja. No. Aku juga mau belajar untuk menanti janji Tuhan, for waiting His promises reveal is worthy :) Termasuk dalam hal relationship dan saat Dia memenangkan jiwa keluargaku yang masih belum percaya kepada-Nya :)

K: Lord, teach me to be faithful, though Your promises still not come right now. Tolong aku agar dalam masa penantian ini, aku nggak membuat Tuhan kecewa :s Ajar aku agar ketika janji-Mu digenapi, bukan aku yang dipuja orang lain, tapi cuma Tuhan yang dimuliakan. Amin :)



--**--


Proverbs for the day -- Chapter 26


S: Orang yang ikut campur dalam pertengkaran orang lain adalah seperti orang yang menangkap telinga anjing yang berlalu. (Amsal 26:17, TB)

O: Lah, ini mah namanya cari perkara sama gukguk 🐕 Memperlakukan gukguk aja harus dengan hati-hati dan penuh kasih, nggak bisa seenanya sendiri. Salah-salah, dianya yang ngejar kita karena kita dianggep ngganggu -.-

Nah, Amsal ini mengingatkanku bahwa jangan sampe aku ikut campur urusan orang lain sampe nggangguin mereka. Masalahnya adalah.. Gimana kalo kehadiranku diharapkan? Contohnya gini. Aku jadi psikolog yang harus mengonseling pasangan yang sering berantem. Fungsi psikolog adalah ikut campur dalam sebuah permasalahan, menemukan jalan keluar bersama klien, dan tetep memberikan sesi pada klien apabila dibutuhkan, selama campur tangan (alias intervensi) berlangsung. Tapiii kalo udah mulai masuk terlalu dalem sama sebuah hubungan dengan klien (bahkan udah sampe pake emosi. Padahal kalo berdasarkan kode etiknya nggak boleh. Empati jalan, tapi jangan sampe jadi memihak salah satu pihak yang bertikai), itu namanya cari masalah -.- yaa, harus tetep jadi pendengar yang baik. Amsal ini kok rasanya pas banget sama "calon" pekerjaanku kelak 😶

A: Sebagai pembimbing remaja, rasanya tuh geregeten banget kalo ada yang "terlalu idealis" dan "terlalu pasif". Rasanya pengen bertindak cakcekcakcek biar cepet selesai masalahnya. Tapiiii, itu namanya juga cari masalah. Soalnya, zaman sekarang itu remaja maunya independen. "Pembimbing hanya status," kata salah seorang di antara mereka.

JLEB (entah dia cuma bercanda ato bukan, tapi waktu denger kalimat itu rasanyaaaaa kesel abis)! Duh, itu anak udah idealis, ngatur banget (karena yang lain pasifffff), dan sering bikin esmosi orang-orang......... Pengen rasanya negur empat mata, tapi kok aku merasa malah tambah cari masalah sama dia.  Tapi ayat ini mengingatkanku, bahwa apapun peranku (entah sebagai pembimbing, pengurus, apapun itu), aku harus bisa menempatkan diri dengan tepat. Nggak bisa cuma dengan status tertentu, terus sok ikut campur (apalagi nggak tahu masalahnya apa). Hmmm.. Tuhan, tolong aku ><

P: Tuhan, dalam segala kelemahanku, ajar dan tempa aku untuk mau semakin mengedepankan Engkau dalam hidupku. Iya, aku tahu ini klise banget. Tapi Tuhan, tanpa Engkau, aku akan membuat orang lain nggak bisa menemukan Engkau dalam hidupku saking ngeselinnya. Ajar aku untuk bisa menempatkan posisi dengan tepat, berhikmat dari Engkau, dan menolong orang lain sesuai porsi yang Tuhan tetapkan. Biarlah lewat hidupku, mereka memuliakan-Mu juga, Bapa. Amin :)

0 comments:

Post a Comment