Follow Me @aoifideco

@aoifideco

Tampilkan postingan dengan label The 67th Book. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label The 67th Book. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 September 2018

Finally Released!: Singing in the Echo and the Shadow

Rabu, September 26, 2018 0 Comments
Not in a mood to write a long text, but hey! I wanna share a good news:

The video and book cover
made by Aoifide
Contact me for more
information! ^^

My novel is released on nulisbuku.com !!



Semakin lama aku mengenalnya, semakin aku tahu kalo orang yang hatinya terluka nggak bisa berjuang sendiri buat memaafkan masa lalunya. (Joshua Christophorus)


---

Sebuah novel yang akan mengajak pembacanya untuk menyadari bahwa kesehatan mental bukan hanya untuk dikonsumsi mahasiswa maupun praktisi psikologi.

Untuk spoiler-nya, temen-temen bisa tonton video ini dulu :p

Yuk, dibeli!  Bisa langsung klik pranala di atas. Ditunggu juga komennya, yaa! Ehehehe 🤣🤣🤣

---

Terima kasih pada:
1. Tuhan Yesus, yang tidak pernah lelah mengajariku untuk mengampuni dan mengasihi
2. Setiap manusia yang pernah, sedang, dan akan berdinamika bersamaku
3. Setiap sumber inspirasi yang memunculkan lampu bohlam dari otakku (haha)
4. Secara khusus, pada Kak Mekar Andaryani Pradipta yang bersedia menjadi editor dan Pak Yuditeha yang berkenan memberikan endorsement ehehe
5. Setiap orang yang berkenan membeli, membaca, memberikan respon, dan merekomendasikan buku ini pada orang lain
6. Dia, yang mau mencintaiku dalam kelemahannya dan mengizinkanku mencintainya dalam kelemahanku pula

Let's spread mental health awareness, starting from you  Enjoy!


Much love,

Rabu, 11 April 2018

A Random Thought on Qualitative Research Class

Rabu, April 11, 2018 0 Comments
from here
Ups! I didn't mean to not listen my lecture. It's because of my sleepy mood, so I need to do something that can increase my consentration.

So I scrolled my blog, and decided to read an article from Set Apart Girl from Leslie Ludy and team. Pearl, a literature ministry for Indonesian woman (yesterday was its 7th birthday!). Then, my eyes looked on Elisabeth Elliot's biography article. My thoughts randomly remembered about End of the Spear, a film that my youth fellowship watched on our Mission Month three years ago. Elisabeth's husband, Jim Elliot, was died in Ecuador with his Christian evangelical friends because killed by Auca people. You can watch the movie or read Through Gates of Splendor to know more about the story. The men's faith and sacrifice brought a great wave for missions, especially for their families. For example, Elisabeth and Valerie, her daughter, continued their beloved one's mission there.


--**--


My point is: how someone can go back to the place where her beloved one killed to serve the people there? Of course they won't. It would bring a great wound for their hearts.

But Elisabeth broke my hypothesis.

She kept serve the people, and her book, Through Gates of Splendor were written based on the other men's families' request. She told how their struggles and what happened after a long time since Operation Auca had been done.


Then, I searched the book through Google (duh, I wanna it haha) and I typed Elisabeth's daughter name there too, Valerie Elliot Shepard :) Though she never met her father before, but she realized that Jim's faith inspired her so much. How could she know about Jim and his faith? Well, of course from her mom and her father's journal too! Wow. I really speechless when Ms. Valerie wrote about Jim's journal that influenced her family's life. I really blessed to know

(written and spoken) words influence the people who read and listen them.

This blog-walking encourages me again to keep writing my rhema, articles, stories, etc. Maybe no one will read it for the first time. But as time goes by (especially when I have children soon), I'll give all of my rhema books (because there are many books of my rhema haha) and let my children to read them. I wish it will sow biblical teachings for them :) I also pray that my future husband has a big heart to lead our family to grow in Christ in every circumstance.


Lord, give me firmness without hardness, steadfastness without dogmatism, love without weakness.
(Jim Elliot - Journals of Jim Elliot)



Yes, mission is The Great Commission from Jesus Christ that we must do (Matthew 28:19-20). But we need to remember this: God calls us to be The Opened Book, started from our... family!



"What? Family?"


Yapss, how we can reflect Christ-likeness to other people if we never do that in our family? I know this is a difficult thing to be realized, but this is a fact. So let's live faithfully in Him... until He calls us home :)



Ganbatte kudasai! Y




Rabu, 18 Oktober 2017

How to Manage Your Busy Day

Rabu, Oktober 18, 2017 0 Comments


Siapapun kita pasti punya kesibukan masing-masing. Baik sebagai mahasiswa, karyawan kantoran, freelancer, maupun pekerjaan lainnya (apalagi ibu rumah tangga (alias IRT) yang kerjanya 24 jam tiap hari). Dan dalam setiap pekerjaan kita tentu dipenuhi dengan tugas maupun tuntutan. Ya, nggak? :p

Yang mahasiswa harus rela begadang (bahkan berhari-hari) buat nyelesaiin tugas di sela-sela ujiannya. Yang kerja juga harus rela lembur biar pekerjaannya nggak tambah numpuk. Yang IRT sibuk terus dari sebelum subuh sampai larut malam buat mastiin suami dan anak-anaknya baik-baik aja. Haduduu~ terus kapan dong, waktu refreshing-nya!? Serasa hidup isinya cuma buat tugas dan nuntasin kewajiban aja #sigh.

Tenang, di sini ada beberapa tips buat mengatasi masalah di atas. But remember: nggak semua cara di sini bisa diterapkan, karena ini adalah cara yang biasa aku lakuin. Caraku belum tentu sama dengan caramu, tapi semoga tulisan ini dapat menolong kalian, ya J

Jumat, 28 April 2017

Matius 22 dan Amsal 22

Jumat, April 28, 2017 0 Comments
S: And he said to him, ‘Friend, how did you get in here without wedding clothes?’ But he had nothing to say – Matthew 22:12 (NET)

O: Dateng ke kondangan orang tentunya bukan berarti kita bisa pake baju seenaknya (contoh: cuma pake kaos sama celana jeans ¾--mau dolan po? -.-“ wkwk).

Kamis, 27 April 2017

Matius 21 dan Amsal 21

Kamis, April 27, 2017 0 Comments
S: Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi. - Matius 21:28--29

O: Aku pernah bercanda ke temenku (dan juga kujadiin status di WA :p), "Tiga huruf, tapi menunda segalanya:

Jumat, 21 April 2017

Matius 17 dan Amsal 17

Jumat, April 21, 2017 0 Comments
S: "'Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.' Maka hati murid-murid-Nya itu pun sedih sekali." - Matius 17:22b--23

O: Lagi-lagi Yesus ngomong tentang penderitaan-Nya. Tapi nggak ada yang kaya' Petrus waktu Yesus ngebahas itu pertama kali (baca di sini). Nah, walopun Yesus udah bilang Dia akan dibangkitkan tiga hari setelah Dia wafat, tetep aja para murid-Nya sedih. Yaa~ secara manusiawi, wajarlah ya, kalo ada orang yang kita sayangi meninggal. Mungkin itu pula yang dirasakan Petrus dkk. ketika mereka akan kehilangan Guru yang mereka hormati dan kasihi.

Selasa, 11 April 2017

Matius 11 dan Amsal 11

Selasa, April 11, 2017 0 Comments
S: "Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku" (Matius 11:6)

NB: setiap nama "Yohanes" yang muncul menunjuk pada Yohanes Pembaptis, bukan Yohanes adik Yakobus. So, be careful! :)

How to Having Devotional Time?

Selasa, April 11, 2017 0 Comments
Guten Abend!! :) Hayo, siapa di sini yang masih rajin having devotional time  (a. k. a. saat teduh (SaTe)) sama Bible Reading (BR)? (Lah, nongol-nongol udah kasih pertanyaan maut :p)


Eh, dua-duanya nggak dijalanin? ._. SaTe-nya juga? ._. Waaa... Padahal dua-duanya itu penting lho. Bukan cuma penting lagi. Tapi kita butuh itu buat disiplin rohani kita! :B (meringis.com) Nah, mungkin ada yang tanya, "Gimana sih, caranya SaTe sama BR yang efektif?" "Gimana sih, biar kalo baca Alkitab itu nggak spaneng?" "Boleh nggak, kalo cuma baca ayat sama renungannya langsung? Jadi nggak baca Alkitab?". Okeee.. yuk, kita bahas satu-satu :)

Matius 8 dan Amsal 8

Selasa, April 11, 2017 0 Comments
S: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh" (Matius 8:8, TB)

    "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" (Matius 8:26, TB)


O: Dari ayat 8 dan 26, Tuhan ingatkan aku akan dua hal:

Jumat, 07 April 2017

Matius 6 dan Amsal 6

Jumat, April 07, 2017 0 Comments
S: Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. (Matius 6:3, TB)

     Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian?  (Matius 6:25, TB)

Kamis, 30 Maret 2017

Yunus 3--4 dan Amsal 30--31

Kamis, Maret 30, 2017 0 Comments
 (ternyata aku lupa nulis yang Yunus 4 dan Amsal 31 di sini haduhhh)


S: “Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu (Niniwe) sehari perjalanan jauhnya lalu berseru: “Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan” (Yunus 3:4, TB)

Rabu, 29 Maret 2017

Jumat, 24 Maret 2017

Reflection from "Beauty and the Beast"

Jumat, Maret 24, 2017 0 Comments
Kemaren Rabu nonton Beauty and the Beast (pelarian dari UTS *eh) 🌹 Dari rating 1--10, aku kasih rating 10 wkwk 😂 Keren banget soalnya! Ga cuma itu, ada nilai-nilai positif di dalamnya dan bisa dipelajari bareng-bareng. So, aku sih merekomendasikan film ini buat kalian tonton :)

Sabtu, 05 April 2014

The Woman who Bleeds #Shared

Sabtu, April 05, 2014 0 Comments
Guten Abend! (kalo ngomong Gute Nacht nggak pas, kan masih belum mau tidur :p wkwkwk)

Beberapa hari ini, kadang aku mikir, "Kalo misalnya aku sakit, dan sakitnya itu lama banget, kira-kira kalo aku doa sama Tuhan biar aku disembuhin itu bakal dijawab Tuhan nggak ya?"


Entahlah. Mungkin karena di sekitarku ada banyak orang yang pengeeennnnn banget bisa sembuh, but God said NO ._. Hm.

Nah, tadi pagi aku iseng-iseng buka blog lama Majalah Pearl (women-for-christ.blogspot.com, yang sekarang ada di sini). Dannn ketemu sama satu post tentang God's miracle in healing.


Well, selamat membaca ya :)


--**--


Dulu, waktu gw sakit, pernah ada seorang hamba Tuhan yang bilang sama gw "Kamu gak sembuh karena kamu tidak beriman". Waktu itu, gw sempat berpikir "Apa betul yach gw kurang beriman makanya Tuhan gak sembuhkan gw?". Dan ini bukan sekali gw dengar. Gw sering sekali dengar anak2 Tuhan yang ngomong begitu ke orang sakit, atau Hamba Tuhan yang berkotbah seperti itu di atas mimbar. 

Kalo kita baca di Alkitab, di Lukas 8 : 40--48 diceritakan tentang seorang wanita yang sudah mengalami pendarahan bertahun-tahun. Duh, kasian banget! Kebayang gak sih? If you are a woman, you'd have an idea how it feels. Menstruasi yang cuman beberapa hari aja bikin kita kayak cacing kepanasan kan? Serba gak comfortable. Duduk begini salah.. duduk begitu juga salah. Apalagi kalo hari lagi panas.. duhh.. asli deh! Bayangkan wanita ini.. pendarahan bertahun-tahun! Dan di jaman itu udah so pasti gak ada yang namanya pembalut wanita. Kita pake pembalut wanita aja musti sering ganti kalo lagi banyak-banyaknya. Wanita ini? Gw rasa dia pake kain.. harus dicuci. Ih! Geli banget gak sih? Belon lagi di jaman itu, wanita yang menstruasi dianggap kotor. Gimana wanita ini? Udah so pasti dia dihindari banyak orang. 

Nah, kebayang banget kan gimana perasaan dia waktu mendengar tentang Tuhan Yesus yang bisa menyembuhkan segala sakit penyakit? Tapi, setelah dihindari oleh orang selama bertahun-tahun, dianggap kotor, udah so pasti segala rasa percaya diri lenyap dari dirinya. Dan dia berpikir dengan menjamah jubah Tuhan saja dia pasti sembuh. So, merangkaklah dia ke tempat Tuhan Yesus berada. Kenapa merangkak? Setelah bertahun-tahun pendarahan, gw rasa tenaga dia juga udah minim banget. Belon lagi dia berusaha menghindari tatapan2 sinis orang lain. Pelan - pelan dia merangkak ke tempat Tuhan Yesus sedang berjalan. Dan oh! Itu ujung jubahnya! Dengan tangan gemetar, dia sentuh jubah itu. BUT! Tuhan Yesus merasakan sentuhan dia. WOW! Dan Tuhan Yesus bertanya "Who touched me?". Gw rasa murid-muridNya waktu itu berpikir Tuhan Yesus hampir kena heat stroke. Begitu rame orang, Yesus malah bertanya siapa yang pegang Dia?? "Ada-ada aja, ah Tuhan!". Tapi Tuhan Yesus serius! 

Si wanita itu langsung gemetaran. Oh no! Ketangkap basah. Saat itu juga dia tersungkur di depan kaki Yesus. Mungkin sambil nangis2 dia menceritakan ttg penyakitnya. Dan glory be! Tuhan Yesus bilang "Anak-Ku, imanmu telah menyelamatkanmu". WOAH!! Imannya menyelamatkan dia!


Gak heran banget kan waktu kita sakit dan gak disembuhkan, banyak orang (termasuk diri kita sendiri) yang berpikir dan berkata "pasti karena kurang beriman". Betul gak sih?? 

Waktu gw sakit yach, gw butuh kurang lebih 2 tahun untuk betul2 sembuh. Gak seberapa dibanding perjuangan si wanita yang pendarahan. But, kenapa butuh begitu lama untuk gw bisa sembuh? Apakah karena butuh 2 tahun untuk gw betul2 percaya kalo Tuhan bisa sembuhkan gw? GAK! Dari awal gw tau kalo Tuhan bisa sembuhkan gw KALO Dia mau. So why did it take so long then? 

Sekarang setelah gw lihat balik ke belakang, gw melihat gimana dalam 2 tahun itu hubungan gw dengan Tuhan bertumbuh. Selama 2 tahun itu juga gw melihat gimana anak2 Tuhan melayani Dia dengan setia di tengah hutan belantara. Selama 2 tahun itu juga Tuhan buka mata gw untuk pelayanan misi. Gw rasa masa 2 tahun itu Tuhan pakai untuk mendidik dan melatih gw. Emang akhirnya gw sembuh, tapi gw rasa itu bukan karena iman gw lebih besar di tahun kedua dibanding di tahun pertama gw sakit. In fact, gw sembuh sama sekali bukan karena gw beriman, tapi karena TUHAN YANG MENGIZINKAN.. karena Tuhan mau gw memuliakan Dia lewat hidup gw.

Nah, gw juga sempat ketemu banyak banget orang yang gak sembuh sama sekali. Yang bertahun-tahun menderita sakit. Ada juga yang akhirnya meninggal. Banyak dari kita yang bertanya-tanya kenapa? Kenapa Tuhan sembuhkan si A, tapi gak sembuhkan si B? Bukankah Alkitab bilang kita "umat pemenang?". Bukankah "umat pemenang" berarti kita pasti selalu menang dari segala situasi, termasuk sakit penyakit?? Kalau kita beriman, kita PASTI SEMBUH. Betul? Answer: no! 

dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, 
oleh Dia yang telah mengasihi kita.
Roma 8 : 37


Banyak dari kita yang sering pakai ayat itu untuk mengatakan bahwa di dalam Yesus, kita bisa mendapatkan segala sesuatu. Bahwa kita lebih dari pemenang. Bahwa kita pasti menang dari kemiskinan, sakit penyakit, kesusahan, dll. Tapi, coba baca ayat sebelum itu: 


Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? 
Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, 
atau bahaya, atau pedang?
Roma 8 : 35


Ayat itu katakan bahwa bahkan di dalam kesusahan, kemiskinan, sakit penyakit, kita tidak dapat dipisahkan dari Kasih Tuhan! Jika kita baca seluruh pasal ini, kita akan mengerti bahwa Tuhan gak menjanjikan hidup yang bebas dari segala macam kesulitan, kesesakan, sakit penyakit, penganiayaan, kelaparan, dll. Tapi Tuhan janjikan bahwa di dalam semua itu, Tuhan akan terus mengasihi kita. Jadi, teman - teman, dalama kesusahan dan kesengsaraan kita, there will be teachable moments kalau kita mau buka hati kita untuk dengar dengaran. Teachable moments ini adalah saat - saat dimana Tuhan membawa kita dalam pengenalan akan kasihNya kepada kita. Susah lho bagi kita untuk bisa melihat dan menyadari bahwa Tuhan tuh sayang ama kita waktu kita lagi sengsara. Biasanya kita lebih cenderung menganggap bahwa menyalahkan Tuhan kalau lagi sengsara, ya gak? Tapi, mari kita sama-sama belajar memahami bahwa ditengah kesengsaraan dan kesusahan kita Tuhan tetap mengasihi kita. 

Dan saat kita memahami dalamnya kasih Tuhan, kita pun lebih siap untuk bisa stop focusing on ourselves (mengasihani diri sendiri, dll), and start focusing on God. Di tengah kesengsaraan inilah seringkali kita bisa melihat betapa dalamnya (atau dangkalnya) kasih kita kepada Tuhan. Apakah kita seperti Ayub yang walaupun ditimpa kesengsaraan bertubi-tubi tetap setia kepada Tuhan? atau seperti Yudas Iskariotkah kita, yang dengan rela hati menjual Tuhannya saat situasi dan kondisi gak sesuai harapannya? The choice is in our hands.


Kita sebagai manusia sering sekali "short sighted". Melihat apa yang ada di depan mata. Kita hanya peduli tentang hal-hal yang duniawi. We care only about our physical well-being: tubuh yang sehat, tabungan yang selalu penuh. Tapi, Tuhan cares more about our spiritual well-being: iman yang terus bertumbuh. Remember, bahkan murid-murid Tuhan pun hidup teraniaya. Mau tau apa yang terjadi kepada murid Tuhan? Here's the list:

1. Andreas: mati disalib
2. Bartolomeus: mati disalib (disalibkan terbalik)
3. Yakobus anak Alpheus: mati dirajam
4. Yakobus anak Zebedeus: mati dipenggal
5. Yohanes:
 died of old age
6. Matius: mati oleh pedang
7. Simon Petrus: mati disalib terbalik
8. Filipus: mati disalib

Should I go on?? Maybe not! Tapi, coba perhatikan. Dari murid-murid Yesus, yang meninggal dengan tenang hanya Yohanes!!! Apakah mereka semua hidup dan meninggal dengan sengsara karena mereka kurang beriman??? NOOOO!!! Far from it! Saking berimannya, mereka sampe rela mati teraniaya untuk Tuhan! (PS: Gak ada yang tau pasti gimana murid-murid Yesus meninggal, kecuali Yakobus anak Zebedeus yang kematiannya ditulis di Kisah Para Rasul 12 :2. This list is made of the most common belief of how they died, but the Bible does record of how they lived. They were persecuted, and still they lived passionately for their Lord and God) :)

Guys, ada saatnya Tuhan gak sembuhkan kita (didunia ini), atau Tuhan let us live in poverty, atau biarkan kita teraniaya karena Tuhan mau kita makin bersandar kepada Tuhan. Ingatlah Rasul Paulus yang berkata di 1 Korintus 12 : 7

Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. 



Duri dalam daging. Banyak yang berkata duri dalam daging yang dimaksud ini adalah penyakit...ada juga yang bilang bukan penyakit, tapi sifat pemarahnya. Apapun itu, Paulus yang begitu setia memberitakan injil Tuhan itu gak bebas dari sakit penyakit dan penderitaan! Firman Tuhan berkata:

Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.
Mazmur 119:71


Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan. 
Roma 5:3

So, ada saatnya Tuhan mengizinkan kita untuk mengalami hal-hal yang gak menyenangkan supaya kita makin bertumbuh, supaya kita makin mengerti bahwa Tuhan adalah Tuhan who gives and takes away. 


Ada saatnya juga Tuhan menunda kesembuhan, gak memberi kenyamanan hidup dll, supaya nama Tuhan dimuliakan. Bayangkan deh kalo gw disembuhkan Tuhan dari awal. Gw rasa iman gw gak akan bertumbuh dengan pesat! Tuhan memilih untuk menyembuhkan gw waktu dokter2 udah menyerah, waktu keluarga gw udah pasrah, dan tiba2 Tuhan bilang "TAADAAA!!! You are healed!!!". Karena Tuhan menunda kesembuhan itu, gw, keluarga gw, dan para petugas medis yang mengurus gw langsung tersungkur speechless di kaki Tuhan. Glory be unto You only, Lord!!! 


Ada juga orang-orang yang tidak disembuhkan Tuhan (di dunia ini. In the end, we are all healed. When we get to Heaven, we will all be healed), atau tetap hidup dalam kemiskinan sampai meninggal. Kenapa? Karena keputusan untuk memberi atau gak itu yach keputusan Tuhan. Intinya begini: kesehatan, kemakmuran, kenyamanan, itu semua kan pemberian dari Tuhan. A gift! Nah, kalo yang punya hadiah itu gak mau ngasi hadiahnya, apa kita bisa maksa? GAK! Kalo maksa mah merampok namanya. 


Gw rasa ada saatnya Tuhan mengizinkan kita untuk hidup susah karena Tuhan mau kita fokus kepada Tuhan, bukan fokus kepada hadiah yang bisa Tuhan beri. He wants us to put the Giver above the gifts! Why? Karena kita manusia sering terbalik!! Kita anggap Tuhan itu vending machine... tinggal pencet-pencet, keluar deh hadiahnya. No! Tuhan mau kita meninggikan Dia di atas kesehatan, kekayaan, kenyamanan hidup, kemakmuran, dll. Yes, emang betul kita adalah umat pemenang... kita lebih dari pemenang. Kita hanya bisa keluar sebagai pemenang saat kita hidup dalam kesusahan dan kita tetap fokus kepada Tuhan... Tetap percaya bahwa in spite of all the bad things in our life, He is still the good Lord. He is merciful and gracious and compassionate! The true meaning dari "lebih dari pemenang" adalah saat kita bisa seperti Ayub yang bangkrut habis-habisan, dihujat teman-teman dan keluarga, kena sakit penyakit, tapi masih bisa berkata:


"Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"'
Ayub 1 : 21


Merry Christmas, my friends. May we always remember that He loves us, no matter what happens in our lives. May we continue to focus on Him and live for Him alone. May our love for Him grow deeper and sweeter with each passing day. May we be faithful to Him that we never doubt His love for us in any circumstances. May we let every moment in our lives be a teachable moment so that we continue to grow in His likeness, and His Name is glorified in and through our lives. May we lift Him up above blessings and gifts because HE IS our LORD OF LORDS AND GOD OF GODS. AMEN!


Post by Sarah Eliana

--**--

Waktu baca post ini, yang terlintas di pikiranku adalah, "Tuhan, ini jleb banget ._."
Kenapa kok aku bilang jleb?

Karena kadang aku lupa kalo sebenernya kita nggak punya hak untuk menuntut Tuhan untuk menyembuhkan kita (juga untuk menyembuhkan orang lain).


"Lho Vinnn.. kalo kita minta dikasih kesembuhan sama Tuhan masa' nggak boleh??"
Aku bilang menuntut, bukan minta :) Tuhan Yesus nggak melarang kita untuk meminta apapun (baca Mat. 7:7; Yoh. 15:7). Tapi kalo kita sampai menuntut Tuhan untuk melakukan apa yang kita inginkan.. wah hati-hati. Jangan-jangan ada yang salah sama kita. Kita bukannya fokus sama Tuhan, tapi fokus sama apa yang ada di tangan-Nya :|
Begitu pula dengan kesembuhan. Kita boleh, kok, minta kesembuhan sama Tuhan. Tapi pertanyaannya, apakah dengan kesembuhan itu nama Tuhan semakin dimuliakan? Apakah selama masa-masa kita menghadapi sakit penyakit, hidup kita semakin dekat sama Tuhan?

Bro and sist, Ci Sarah udah cerita di atas kalo dia pun bergumul lama selama berjuang menghadapi penyakitnya. Tapi Tuhan bukakan jalan, tepat pada waktunya :) And the question is... Mau nggak kita percaya sama Tuhan, bahwa Dia selalu punya rencana yang indah atas hidup kita? :)

Kamis, 19 Juli 2012

True Story!

Kamis, Juli 19, 2012 0 Comments
Konbawa! :D

Sekolahku libur hari ini (y). Hoahahaha~ XD Lumayan, bisa buat post lagi :)

By the way, aku mau cerita nih, tentang kisah nyata yang terjadi waktu perang Korea. Aku dengar dari pendeta yang berkhotbah di pos jemaat yang menjadi tempat pelayanan Solus kemarin Minggu (15 Juli). Hehe~ :3

***

Jadi.. waktu perang Korea, di sebuah gereja sedang dilaksanakan sebuah kebaktian. Nah, tiba – tiba ada tentara yang menyerbu masuk (n)! Terus, mereka bilang begini,
“Keluarlah dari gedung ini, kemudian ludahilah gambar ini. Kalau tidak meludahinya, kami akan menembak kalian satu per satu!”
Tahu nggak gambar apa yang dimaksud? Itu adalah gambar Tuhan Yesus! Kristus! Sang Mesias itu!

Rabu, 31 Agustus 2011

Τετέλεσται (Tetelestai) - Paskah Remaja Pemuda GKI Coyudan, 30 April 2011

Rabu, Agustus 31, 2011 0 Comments
Hello, all ^^ so very night to write this post. But, actually, I want to share my testimony about surrender myself to God.

Well... Check it out, gals! :)


***


30 April 2011, Paskah Remaja-Pemuda GKI Coyudan, Solo - Indonesia.

Baru kali ini aku pergi ke acara Paskah dengan hati yang merasa akan-ada-yang-berubah-hari-itu. Jadi, tanpa aneh-aneh, aku pergi ke GKI Coyudan, my lovely church! ^^


Di depan pos satpam gereja, aku bertemu dengan 2 orang temanku dan salah satu pembimbingku di Tunas Remaja *TuRem, sekarang aku sudah di remaja. hohoho~*. 2 temanku itu namanya Ane dan Imaz, sedangkan pembimbing TuRemku adalah C' Novita. Ada sepotong pembicaraan di depan pos satpam itu.