Follow Me @aoifideco

@aoifideco

Tampilkan postingan dengan label Church. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Church. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Juli 2017

Mengolah "Makanan yang Berat"

Rabu, Juli 12, 2017 0 Comments
Yak. Akhirnya blognya (hampir) lumuten lagi wkwk. Padahal dulu udah janji buat share rhema dari Bible reading :") Eh, akhirnya ga kelakon juga wkwk


So, sebelum terlalu berlumut, aku mau sharing kalo bener-bener yang namanya firman Tuhan itu soooo powerful! :) Aku ga bisa jabarin secara rinci kaya' gimana maksudnya. Tapi sejak aku membiasakan diri untuk membaca dan merenungkan firman Tuhan (apalagi setelah mulai sibuk demi dedek 2017 wkwk), rasanya ituuuu jadi lebih bisa langsung nyambung sama firman apa yang nongol waktu ada pergumulan ini itu. Hehe.

Kamis, 27 April 2017

Matius 21 dan Amsal 21

Kamis, April 27, 2017 0 Comments
S: Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi. - Matius 21:28--29

O: Aku pernah bercanda ke temenku (dan juga kujadiin status di WA :p), "Tiga huruf, tapi menunda segalanya:

Selasa, 11 April 2017

How to Having Devotional Time?

Selasa, April 11, 2017 0 Comments
Guten Abend!! :) Hayo, siapa di sini yang masih rajin having devotional time  (a. k. a. saat teduh (SaTe)) sama Bible Reading (BR)? (Lah, nongol-nongol udah kasih pertanyaan maut :p)


Eh, dua-duanya nggak dijalanin? ._. SaTe-nya juga? ._. Waaa... Padahal dua-duanya itu penting lho. Bukan cuma penting lagi. Tapi kita butuh itu buat disiplin rohani kita! :B (meringis.com) Nah, mungkin ada yang tanya, "Gimana sih, caranya SaTe sama BR yang efektif?" "Gimana sih, biar kalo baca Alkitab itu nggak spaneng?" "Boleh nggak, kalo cuma baca ayat sama renungannya langsung? Jadi nggak baca Alkitab?". Okeee.. yuk, kita bahas satu-satu :)

Matius 9 dan Amsal 9

Selasa, April 11, 2017 0 Comments
S: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu." (Matius 9:37b--38, TB)


O: "Everyone needs Jesus!". Kalimat ini pasti sering kita denger, kan? :) Dan emang bener, kok. Siapapun butuh Yesus! Tapiii~ orang yang bersedia dipakai Tuhan untuk memberitakan nama-Nya cuma sedikit.

Jadi inget sama KTB di gereja.

Sabtu, 30 Mei 2015

Still Precious, No Matter What :))

Sabtu, Mei 30, 2015 0 Comments
Hari ini tema persekutuan Pemuda-nya “The Quest of Identity”. Pencarian identitas. Jadi Song Leader sama Kak Intan (yang sukses bikin geli selama PaW :p), dan para gitaris (a.k.a. Resi-Leo). Wkwk.Well, awalnya aku galau waktu nyiapin kata-kata pengantar lagu Hidupmu Berharga bagi Allah. Galaunya karena... aku bingung antara milih video Tuhan Tidak Tuli-nya K’ Yahya (adiknya C’ Grace Suryani), ato post Aku Berharga... :)-nya C’ Cella. Dan di menit-menit terakhir (cieh), aku mutusin buat pake yang kedua :p lebih nyambung sih sama temanya (walopun yang pertama juga nyambung tapi aku bingung gimana ngomongnya :B wkwk).

Waktu baca screenshoots dari artikel itu, aku (mencoba) menghayati setiap katanya (eakkk). Dan di situ aku diingetin lagi, bahwa seburuk-buruknya aku, aku tetep berharga di hadapan Tuhan. Aku bersyukur karena lewat persekutuan hari ini, Dia mengingatkanku bahwa aku (dan kamu) berharga... sangat berharga.
Why...? Well... aku buat tulisan ini (thanks C’ Cella. Tulisanmu sangat memberkati hari ini hehe), dan mungkin kalian bisa membuatnya juga (dengan versi kalian sendiri) :))

Senin, 23 Februari 2015

Dating to Marriage: 'A Lifetime Commitment' (2)

Senin, Februari 23, 2015 0 Comments
read the 1st part here


Jadiiii ini masuk ke bagian kedua ya, readersss :D


2. Hal-hal BUKAN primer lainnya. TAPI juga punya KONSEKUENSI besar

a. Ras
(bukan bermaksud rasis ya. Tapi kalo misalnya kamu mau jadian sama dia yang rasnya beda, kira-kira keluarga kalian mau menerima nggak?)

b. Status sosial
(well... sama kaya’ di atas sih hehe)

c. Kebiasaan
(dengan perbedaan kebiasaan *kaya’ yang udah aku bahas di bagian pertama, kira-kira kamu tetep mau nerima pasanganmu apa adanya nggak?)

Sabtu, 21 Februari 2015

Dating to Marriage: ‘A Lifetime Commitment’ (1)

Sabtu, Februari 21, 2015 0 Comments
Guten Abend! :) Dari renungan *ato diskusi* waktu persek tadi dapet banyaaakkk banget. Dan aku seneng banget sama temanya itu #plak #akubelummaumeridwakakaka


Oya. Kembali ke benang merah. Jadi diskusi kali ini nggak cuma ngebahas tentang ‘apa, sih tujuanmu pacaran’, tapi juga ngebahas tentang ‘aku harus gimana sama pasanganku? Kalo putus gimana?’. Eh tapi nggak cuma itu dinx :p lol. Maafkan ya, efek panik tadi sore soalnya haha.


So, tadi Pdt. Petrus Budi S. (beliau adalah salah satu staff dari Kambium, Gloria, Jogjakarta; yang jadi pembicara hari ini) ngebuka diskusi hari ini dengan pertanyaan, “Coba deh kalian amati waktu pemberkatan nikah. Pasti rata-rata bakal padha ngomong, ‘Aku berjanji akan selalu setia, baik di dalam suka maupun duka, blablabla... sampai kematian memisahkan kita’. Ya kan?”


Eh trus masih ada lanjutannya nih, “Tapi perlu kalian tahu, zaman sekarang ada juga yang baru pacaran udah ngomong ‘Sampai kematian memisahkan kita’.” Wohhh, gilakkkk. Padahal pacaran aja bisa ada kemungkinan buat putus kan? Kok udah berani ngomong gitu?? Wong yang udah nikah aja bisa cerai kok! >.<



And here is the first question... ‘Sebenernya kita boleh putus nggak sih, kalo udah pacaran? Trus, apa sih yang sering jadi pemicu mereka yang udah pacaran bisa putus?”

Rabu, 18 Februari 2015

Love for the Forgotten Ones (English version)

Rabu, Februari 18, 2015 0 Comments
When love means as ‘loving the forgotten ones’, we can celebrate the day of love meaningfully :)

Dear readers, I’ll write this post in English. Maybe this event can be held at your communities. Hope this post will inspire you :)


Have you ever thought that someday you’ll become a Grandma or Grandpa? Have you ever thought that someday you’ll have children and grandchildren? Well... I guess some of you have thought about the questions. But, have you ever thought if (maybe) someday all of your beloved people will leave you alone? You’ll be put at a nursing home, without your children or your grandchildren beside you?


You know, those are things which in Grandma-Grandpa’s mind nowadays. They miss their


family, miss their togetherness with their family, miss the laughter from their beloved ones... but, they can’t feel it now.

Love for the Forgotten Ones

Rabu, Februari 18, 2015 0 Comments
Ketika kasih berarti ‘mengasihi orang-orang yang terlupakan’, kita dapat merayakan hari kasih sayang dengan penuh makna :)


Guys, pernahkah kalian berpikir bahwa suatu saat nanti kalian akan menjadi tua (jadi kakek-nenek)? Pernahkah kalian berpikir bahwa suatu saat nanti kalian akan mempunyai anak dan cucu?

Well... aku yakin kalo sebagian besar (ato jangan-jangan malah semuanya?) pernah berpikir seperti itu. Tapiiiii, pernahkah kalian berpikir juga, bahwa suatu hari nanti orang-orang yang kamu kasihi akan meninggalkanmu sendirian *konteksnya keluarga nih*? Kamu bakal tinggal di sebuah panti wreda (panti jompo) tanpa anak dan cucumu?

Selasa, 23 Desember 2014

Danke fur 2014!

Selasa, Desember 23, 2014 0 Comments
Rasanya baru aja nulis resolusi di SAAT Youth Camp (SYC) 2013, eeehhh.. nggak tahunya udah mau selesai nih tahun 2014-nya :p hahaha

Di resolusi 2013, aku bilang ke Tuhan, kalo aku pengen banget bisa bersyukur buat tahun 2014, sama kaya’ waktu tahun 2013 udah hampir selesai. And yes! God makes me more grateful on this year! :) Ada banyak hal yang Tuhan kerjakan dalam hidupku, dan bersyukur karena Dia ada di dalamnya. Aku juga bersyukur untuk setiap orang yang udah Tuhan kasih dalam hidupku sampai  tahun ini :)



Well... ada banyak momen yang bikin aku bener-bener impresed with His presence. Di antaranya:


1. Tahun Baru di Malang (dalam rangka SYC 2013) bareng temen-temen

--> jarang-jarang bisa tahun barunan sama temen-temen di luar kota. Sekalinya gitu, kesannya WOW banget. Apalagi di hari pertama tahun 2014, (puji Tuhannya) gereja kami berhasil meraih juara ketiga Bible Knowledge Competition! :D It’s only by His grace, karena itu pertama kalinya gereja kami bisa masuk babak semi final (dan grand final) BKC :) 

Senin, 08 Desember 2014

Giving or Receiving

Senin, Desember 08, 2014 2 Comments
Guys, kalo kalian sering nonton 'Masha and the Bear', pasti kalian pernah nonton episode mereka waktu Natal. Ceritanya, Santa Klaus yang harus nganterin hadiah ada di jalur kereta yang salah. Masha mainin tuas-rel-kereta yang dilalui Santa Klaus. Dan akhirnya... Santa Klaus kecelakaan *gara-gara jatuh* ._. Trus si Santa Klaus minta tolong ke mereka berdua buat nggantiin dia nganterin kado-kado Natal.


Masha mah seneng banget tuh. Dan akhirnya, mereka berdua nganterin tuh kado-kado. Mereka (baca: kelinci, tupai, landak, rubah, dll. :v) yang dapet kado jadi seneng juga. Sewaktu mereka mau masuk ke rumah (setelah mereka mengantarkan kado), Masha bilang, "Lebih bahagia memberi daripada menerima".



Waktu pertama kali nonton episode itu, entah kenapa aku jadi inget kalo kalimat itu ada di Alkitab. Dan ternyata bener, Guys. Kebaktian Minggu tanggal 30 November kemarin membahas tentang ini (padahal aku baru mikir tentang post dengan tema yang sama. Wohh :O thanks God, and thanks to Ps. Nyoman Widiantara :))




"... Sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima"
(Kisah Para Rasul 20:35)

Senin, 20 Oktober 2014

Don’t be Anxious!

Senin, Oktober 20, 2014 0 Comments
Kemarin Minggu (19 Oktober), K’ Daniel (Koko Pendeta :p lol! Ampun, KoDan wkwk) kotbah di kebaktian. Temanya sih tentang keluarga yang menghayati penyertaan Tuhan ato apa gitu (temanya panjang banget -.- #ups), terus tahu-tahu KoDan ngebahas tentang perbedaan cemas (anxious) dan kuatir (worry) *menurut Pak Joas, katanya. Keliatannya sih Pdt. Joas Adiprasetya. Ehm, bener nggak ya..?*.


Pak Joas bilang, kuatir adalah salah satu perasaan yang berhubungan dengan psikologis seseorang. Misalnya, ada ortu yang mikirin anaknya yang belum pulang dari sekolah. ‘Waduh... anakku di mana ya? Udah pulang ato belum sih? Apa ada kegiatan lain di sekolah ya?’. Tapi kalo cemas, nah ini bukan cuma nyangkut sama psikologisnya doang, tapi juga sama spiritualitasnya. Pokoknya, dikit-dikit cemas, mikir yang enggak-enggak, terlalu berpikiran yang terlalu panjang, blablabla... Dan perasaan cemas ini yang Tuhan nggak pengen ada di dalam kehidupan kita. Iya sih... wajar aja kan kalo kita kuatir sama sesuatu, tapi jangan kebablasan deh ya :p



Terus apa sih hubungannya perasaan cemas sama penyertaan Tuhan?


Senin, 13 Oktober 2014

Andaikan Dia masih di sini...

Senin, Oktober 13, 2014 0 Comments
Ini bukan post tentang cah cinta (yang biasanya galau mulu itu) ya, Guys :p huahahaha.. No! Tulisan ini tentang apa yang sering dipikirkan para pelayan Tuhan (entah itu sebagai song/worship leader, pengurus komunitas, majelis jemaat, dll), saat ada beberapa orang yang telah giat melayani Dia harus meninggalkan tempat pelayanan semula dan pindah ke tempat lain,




"Coba aja kalo si A masih di sini, masih bisa curhat macem-macem deh"




"Yahhhh.. pelayanan di sini tambah susah, sejak si B pindah ke kota lain~"




Guys, berpikiran seperti itu boleh-boleh aja kok. Tapi jangan sering-sering ya :) kalo kita sering mikir "I wish he/she were here...", waktu pelayanannya mulai kerasa susah... wah, pelayanannya nggak bakal maju-maju deh -.-

Rabu, 01 Oktober 2014

30 Days of Gratitude #September 2014

Rabu, Oktober 01, 2014 0 Comments
Kemarin malam, aku coba buka blogku, dan ternyata... blogku (yang eunike-davinia.blogspot.com) nggak bisa dibuka *entah apa alasannya*. Jadi, aku memutuskan untuk mengganti alamat blogku dengan alamat yang sekarang (baca: eunikephinia.blogspot.com), dan judul blogku aku ganti dengan Faith, Hope, and Love :) (baca di sini)


Anyway, nggak kerasa kalo ini udah tanggal 30 September (jadi inget pelajaran sejarah tentang G30S/PKI :O). Ada buanyaaaaakkkk hal yang aku pelajari selama bulan ini. Dan aku bersyukur karena di bulan ini aku benar-benar digembleng *baca: dilatih* buat keep grateful in every situation, always think positive, and never give up :)


Jar of Gratitude :))
Jadi, selama sebulan ini aku ikut semacam challenge yang sempat booming di Facebook, tentang ‘alasan kenapa kamu bersyukur untuk hari ini’. Tantangan itu harus dijalani selama 30 hari, dengan menuliskan alasan untuk bersyukur itu (dan aku sempat bolong 4 kali :p haha!). Tulisan itu dimasukkan ke dalam jar of gratitude (toples ungkapan syukur). Barusan aku buka toples itu, dan cukup speechless waktu baca apa aja yang udah Tuhan lakuin selama bulan ini :p Well... sekarang aku pengen nulisin beberapa alasan kenapa aku bersyukur selama bulan September ini :) Cekidott!!

Rabu, 17 September 2014

An Unexpectable Wednesday

Rabu, September 17, 2014 0 Comments
Unexpectable Wednesday...  ada banyak hal (yang nggak terduga) yang terjadi selama hari ini, dan aku bersyukur karena di hari ini pun Tuhan masih ingatkan aku untuk tetap bersyukur, apapun yang terjadi :)


Well... berhubung di Facebook baru booming tentang 3 things those make you feel grateful for a day, aku mau juga nyebutin 3 hal yang tetep aku syukuri selama hari ini.

Rabu, 10 September 2014

Katekisasi = Bukan Cuma Syarat

Rabu, September 10, 2014 0 Comments
NB: post ini ditulis oleh seorang remaja yang tidak  pintar secara teologi, tapi hanya pelayan Tuhan yang nggak begitu tahu seluk-beluk gereja. Post ini ditulis oleh seorang remaja yang hanya tahu sedikit dari istilah katekisasi, bukan majelis gereja, apalagi pendeta.



Baru 2 bulan masuk sekolah, tahu-tahu tugasnya langsung seabrek. Huaaa -.- namanya juga udah kelas 12. Haha.




Anyway, beberapa minggu yang lalu, aku dan seorang temanku chatting lewat Whatsapp. Wkwkwk.. kita ngobrol ngalor ngidul (tentang pelayanan haha), sampai akhirnya dia ngomong tentang katekisasi. Nah, temanku ini dikasih tahu sama temanku yang lain kalo ‘katekisasi itu bukan sebuah syarat untuk jadi pelayan Tuhan, tapi katekisasi berarti untuk meyakinkanmu tentang iman yang kamu yakini, memperdalam imanmu tentang Kristus. Hm, and I think it is true :)



Buatku, katekisasi diadakan bukan cuma sebuah syarat untuk bisa dibaptis (baik sidi maupun dewasa). Tapi lebih dari itu, katekisasi bertujuan untuk memperkuat iman kita tentang Dia, Sang Penyelamat dan Tuhan atas hidup kita. Jadi, kalo ada anggapan kalo katekisasi cuma sebuah syarat untuk jadi pelayan Tuhan (entah sebagai pengurus, majelis jemaat, panitia pos jemaat, dll) atau syarat untuk bisa dibaptis... O ooo.. kalo aku boleh bilang sih, itu nggak sepenuhnya benar :)