Monday, March 20, 2017

Amos 3 dan Amsal 20

Edit Posted by with No comments
Mumpung masih di kampus dan bisa ngetik di komputer, sekalian aja lah ya :B berhubung browser laptop masih buka-tutup sesukanya mulu huhu


--**--

S: Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi -- Amos 3:7


O: Kalo di TB, perikop yang ada di ayat 7 itu "Nabi sebagai penyambung lidah Allah". Kalo di NET, judul perikopnya "Every Effect has its Cause". Oke, aku akan coba telaah satu-persatu...


1. Perikop di TB
Di zaman dulu, Tuhan kalo ngomong apa-apa itu pasti lewat nabi; beda dari zaman sekarang. Dulu, kalo mau minta ampun ke Tuhan harus pake kurban ini itu. Dulu, firman Tuhan pun disampaikan oleh para nabi, baru bangsa Israel (dan Yehuda) bisa dengerin. Wah, repot ya -.-" Tapi setelah Kristus datang ke dunia, menjadi jalan keselamatan bagi dunia, dan menghubungkan kita dengan Bapa, maka kita pun dilayakkan-Nya untuk menghampiri tahta-Nya :) Iya, kita yang dulu harus ini itu buat bisa menghadap Bapa, sekarang kita bisa berdoa dan membaca firman-Nya tiap saat. Semua karena anugerah-Nya :) hehe.

Tapi dengan berkembangnya teknologi dan bertambahnya kesibukan, lama-kelamaan waktu untuk baca firman Tuhan pun jadi semakin berkurang. Harus curi-curi waktu buat bisa baca dan doa -.-" Aduhhh. Padahal "udah dimudahkan" jalannya buat menghadap Tuhan dan bisa merenungkan firman-Nya. Kok, sekarang kita jadi cari-cari alesan, "Aku sibuk ee ... Ujian nih, kagak bisa baca Alkitab ... aku capek abis pelayanan, saat teduhnya skip dulu yak"? Hmmm... haruskah semua kemudahan yang kita punya (Alkitab, aplikasi Alkitab di gadget, dll.) diambil lagi, lalu kembali ke zaman di mana semua firman Tuhan hanya disampaikan pada nabi--dan barulah si nabi menyampaikannya pada kita?


2. Perikop di NET
Semua itu pasti disebabkan adanya sesuatu. Tanpa adanya sesuatu, maka sesuatu itu tidak akan ada. Lah, malah jadi kaya' filsafat duh -.-"
Nah, begitu pula dengan hukuman Tuhan. Yang namanya hukuman pasti muncul karena ada yang nggak beres. Dan yang nggak beres itu adalah sesuatu yang Tuhan benci. Dalam hal ini, yang Tuhan benci adalah penyembahan berhala. Tuhan benci itu, karena yaa cuma Dia yang layak untuk disembah. Makanya itu, Tuhan pun menghukum bangsa Israel, termasuk dengan berbagai nubuat di dalamnya.


A: Duh, ngeri yaakk... kalo kita ini nggak taat sama Tuhan -.-" Aku mau lebih serius buat nerapin disiplin rohaniku, bukan karena itu wajib; tapi karena itu jadi kebutuhanku. Segalanya udah dipermudah Tuhan, kenapa kok harus pake alesan buat nggak SaTe, BR, doa...? Bahkan untuk bersaksi pun sekarang kita bisa pake media sosial (emang mungkin nggak akan langsung berdampak sih, tapi media sosial bisa jadi sarana kok. Contohnya YesHeis maupun status dan postingan yang kita share). Persekutuan pun juga bisa jadi lebih akrab karena ada media sosial (bisa komen-komen, sharing, dan bisa lebih kenal satu sama lain). Sayangnya, kemajuan teknologi malah membuat kita jadi males -.-" hmmm...


P: Tuhan, aku mau untuk menggunakan apa yang Engkau percayakan padaku untuk jadi sarana pertumbuhan imanku. Terima kasih untuk kemajuan teknologi yang ada hingga saat ini. Biarlah kemajuan ini bukan jadi penghambat pertumbuhan imanku, namun justru jadi pendorongku untuk semakin bertumbuh. Amin :)



--**--



Proverbs for Today -- Chapter 20

Ayat 6. Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?

Kalo kata orang, "Mending temenan cuma sama beberapa orang, tapi setia. Daripada temenan sama banyak orang, tapi isinya pembohong semua". Iya, susah lho jadi orang yang setia. Setia dalam mengerjakan apapun, nggak mengeluh dalam kondisi apapun, termasuk ketika menjalin hubungan dengan pasangannya (duh, jujur aku masih mempergumulkan ini huhu T_T). Tapi aku mau taat! Apapun yang udah Tuhan percayakan untuk aku pelihara dan kelola, aku nggak boleh mengecewakan-Nya. Aku harus jadi orang yang setia. Walaupun orang lain nggak tahu apa yang aku kerjain saat ini, tapi aku mau tetep mengerjakannya semaksimal mungkin. Karena aku tahu bahwa Dia nggak terlelap, dan akan selalu mengawasiku :)

Tuhan, ajar aku untuk jadi hamba yang setia, dan nggak mengecewakan-Mu. Tolong aku agar aku dapat mengelola apa yang Engkau percayakan padaku hanya untuk kemuliaan-Mu. Amin ^^

0 comments:

Post a Comment