Thursday, October 23, 2014

A Worthed Waiting (6)

Posted by Tabita Davinia at Thursday, October 23, 2014 0 comments Links to this post
Woohhh... bab 6-nya kelewatan :O :O



 -__- Dulu Wataru yang aneh. Sekarang Kak Akira.


“Mungkin gara – gara Kyoko sakit, dia jadi kaya’ gitu. Dimaklumi aja, deh, Akane. Dia, kan cuma punya Kyoko sebagai satu – satunya saudara,” itu kata Wataru saat aku cerita tentang Kak Akira yang *sungguh – sungguh* aneh hari ini.

Aku ngerti sih, apa yang dikatakan Wataru. Kalau Kyoko sakit *dan harus dibawa ke Cina*, Kak Akira pasti sendirian. Apalagi, orangtuanya juga menemani Kyoko.

“Maksudku, kenapa AKU yang dijadikan ‘sasaran’ Kak Akira? Kenapa bukan Kana atau yang lainnya?” tanyaku sambil mengambil segelas jus jambu buatan Okaasan.


Wataru mengangkat bahu. Tuh, kan! Dia juga nggak bisa jawab!

“Oya, tadi Akira bilang kalau dia yang akan mengantarmu pulang besok.”



-__- rasanya mau meledak waktu dengar kata – kata Wataru barusan.



“Tapi aku nggak suka sama dia!”

Bagus. Keluar juga kata ke-3 dan ke-4 itu.

Wednesday, October 22, 2014

A Worthed Waiting (17)

Posted by Tabita Davinia at Wednesday, October 22, 2014 0 comments Links to this post
The last part of "We're Teens!"



Narita International Airport, a week after that confession...


Hari ini Akira-kun akan berangkat ke Amerika Serikat. Sebenarnya, aku masih ingin dia tetap di sini, walaupun dia pernah bilang padaku bahwa dia akan melanjutkan studinya di Negeri Paman Sam itu selama 2 tahun (cepet lulus, Kak! >.<).

“Hati-hati di jalan ya, Akira,” kata Paman Yamato pada Akira-kun. Beliau sengaja cuti hari ini untuk mengantar kepergian anaknya.

“Akira,” Tante Harumi berkata sambil memeluk Akira-kun, “kami menyayangimu. Jaga dirimu baik-baik. Kami tidak ingin kehilanganmu Nak...”

Akira-kun tersenyum saat mendengar kata-kata orang tuanya. “Baik, Otoosan. Doakan supaya aku sampai di sana dengan selamat ya. Okaasan jangan khawatir. Aku akan baik-baik saja. Aku juga menyayangi kalian,”  katanya. Dia memeluk orang tuanya.

Setelah melepaskan pelukannya, Akira-kun memanggil Wataru dan beberapa temannya yang ikut mengantarnya. Sementara mereka mengobrol, aku diajak ngobrol oleh Tante Harumi.

“Tante bangga sekali pada Akira. Dia benar-benar berjuang keras agar dia bisa melanjutkan kuliahnya ke Amerika Serikat. Dan..,” beliau tersenyum ke arahku, “Tante senang sekali karena dia memilih sahabat Kyoko untuk menjadi teman hidupnya. Terima kasih, Akane.”

Aku balas tersenyum ke arah Tante Harumi. Tiba-tiba Wataru menepuk bahuku. “Akira ingin berbicara denganmu,” katanya.

Aku melangkah ke arah Akira-kun, sementara teman-temannya gantian mengobrol dengan orang tuanya. Akira-kun menggenggam tanganku setelah aku sampai di depannya. Oh no... jangan sampai aku menangis di hadapannya.

A Worthed Waiting (15)

Posted by Tabita Davinia at Wednesday, October 22, 2014 0 comments Links to this post
-u-“ Lama nggak nulis nih. Hehehe...

Sebuah pemberian, jika diberikan dengan hati tulus, akan memberikan efek besar bagi yang menerimanya.


Begitu aku masuk ke kamar, HPku berdering. Akira-kun.

Moshi-moshi?” aku menyapanya.
Arigatou gozaimasu,” jawab Akira-kun.
Aku mengerutkan dahi. “Hah? Kenapa ‘arigatou gozaimasu’, Akira-kun?” tanyaku.

Dapat dipastikan bahwa Akira-kun sedang meringis saat ini.
“Ehehehe.. Terimakasih untuk bukunya. Ehm, omong-omong, ini buku tentang apa sih?” katanya sambil merendahkan suaranya.
Aku berkata, “Oh, itu tentang menjadi seorang pengikut Kristus, bukan sekedar penggemar-Nya J
“Wow,” dia bergumam kecil, “kelihatannya menarik. Terimakasih lagi, Akane-chan.”
Aku tertawa kecil. “Sama-sama J Bukankah rasanya menyenangkan, bisa belajar tentang Kristus dengan orang yang dicintai?”

Ups.

A Worth Waiting (14)

Posted by Tabita Davinia at Wednesday, October 22, 2014 0 comments Links to this post
Walaupun tidak ada hal lain di dunia ini yang bisa kaupercayai, percayalah bahwa aku mencintaimu. Sepenuh hatiku. – Mia Clark (Sunshine Becomes You)


“Hei, aku tidak yakin kalau kau mau mencoba permainan itu.”

Suara Akira-kun membuatku tersadar, dan mengalihkan pandanganku dari wahana itu.

“Memangnya kenapa?” tanyaku sambil tersenyum, “kau takut, ya, Akira-kun?”

Akira-kun menggeleng. “Tidak, bukan itu. Aku tidak ingin mendengarmu berteriak paling kencang saat roller coaster itu turun dari tanjakannya,” jawabnya sambil menyeringai.

.__. “Kita lihat saja nanti. Ayolah, temani aku, ya J” aku berusaha merajuk padanya, meski itu kulakukan sambil tersenyum kecil.

Akira-kun pura-pura mendesah, tapi dia tertawa. “Oke, aku akan menemanimu.”

-*-

Sudah 5 tahun sejak kami kehilangan Kyoko, dan sejak saat itulah aku mulai mengenal Akira-kun.
5 tahun bukan waktu yang sebentar. Dan dari situlah, kami belajar untuk menjadi sahabat satu sama lain. Oke, kurasa kalimat terakhir itu harus dikoreksi. Kami belajar untuk saling percaya dan berbagi satu sama lain.

“Kau melamun lagi, Akane-chan.”
Akira-kun menyadarkanku untuk yang kesekian kalinya. Entah kenapa, hari ini aku sering melamun setiap memikirkannya. Itu bukan berarti aku menyukainya. Bukan! Aku merasakan sesuatu yang lebih dari itu.

A Worthed Waiting (16)

Posted by Tabita Davinia at Wednesday, October 22, 2014 0 comments Links to this post
It's a loooongggg time since I'd posted the last post about the story :p just check the link on the page to read the previous stories yaaa




Keesokan harinya, Akira-kun menelponku lagi. Tepat saat itu, Wataru sedang pergi; orang tuaku sedang ke restoran mereka.

Moshi-moshi?” sapaku, berusaha menenangkan jantungku yang terus berdebar kencang.

Akira-kun berkata, “Akane-chan.. Minggu depan aku berangkat.”


Aku tersentak. Minggu depan!? Bukannya dia bilang padaku bahwa dia akan berangkat ke Amerika 2 minggu lagi??


“Bukannya 2 minggu lagi Akira-kun?” kataku kaget. Akira menghela nafas, lalu melanjutkan,

“Dosenku memintaku agar aku bisa berangkat minggu depan. Entahlah, dosenku punya firasat buruk kalau aku nggak berangkat minggu depan.”


Aku cuma terdiam. Dan tak terasa, air mataku mulai meleleh.


“Akane-chan, kamu masih di situ kan..?” suara Akira-kun mulai terdengar khawatir. Oh, jangan sampai dia tahu kalau aku menangis. Tapi bodohnya, yang terjadi justru sebaliknya.

Monday, October 20, 2014

Don’t be Anxious!

Posted by Tabita Davinia at Monday, October 20, 2014 0 comments Links to this post
Kemarin Minggu (19 Oktober), K’ Daniel (Koko Pendeta :p lol! Ampun, KoDan wkwk) kotbah di kebaktian. Temanya sih tentang keluarga yang menghayati penyertaan Tuhan ato apa gitu (temanya panjang banget -.- #ups), terus tahu-tahu KoDan ngebahas tentang perbedaan cemas (anxious) dan kuatir (worry) *menurut Pak Joas, katanya. Keliatannya sih Pdt. Joas Adiprasetya. Ehm, bener nggak ya..?*.


Pak Joas bilang, kuatir adalah salah satu perasaan yang berhubungan dengan psikologis seseorang. Misalnya, ada ortu yang mikirin anaknya yang belum pulang dari sekolah. ‘Waduh... anakku di mana ya? Udah pulang ato belum sih? Apa ada kegiatan lain di sekolah ya?’. Tapi kalo cemas, nah ini bukan cuma nyangkut sama psikologisnya doang, tapi juga sama spiritualitasnya. Pokoknya, dikit-dikit cemas, mikir yang enggak-enggak, terlalu berpikiran yang terlalu panjang, blablabla... Dan perasaan cemas ini yang Tuhan nggak pengen ada di dalam kehidupan kita. Iya sih... wajar aja kan kalo kita kuatir sama sesuatu, tapi jangan kebablasan deh ya :p



Terus apa sih hubungannya perasaan cemas sama penyertaan Tuhan?


Monday, October 13, 2014

Andaikan Dia masih di sini...

Posted by Tabita Davinia at Monday, October 13, 2014 0 comments Links to this post
Ini bukan post tentang cah cinta (yang biasanya galau mulu itu) ya, Guys :p huahahaha.. No! Tulisan ini tentang apa yang sering dipikirkan para pelayan Tuhan (entah itu sebagai song/worship leader, pengurus komunitas, majelis jemaat, dll), saat ada beberapa orang yang telah giat melayani Dia harus meninggalkan tempat pelayanan semula dan pindah ke tempat lain,




"Coba aja kalo si A masih di sini, masih bisa curhat macem-macem deh"




"Yahhhh.. pelayanan di sini tambah susah, sejak si B pindah ke kota lain~"




Guys, berpikiran seperti itu boleh-boleh aja kok. Tapi jangan sering-sering ya :) kalo kita sering mikir "I wish he/she were here...", waktu pelayanannya mulai kerasa susah... wah, pelayanannya nggak bakal maju-maju deh -.-

Monday, October 6, 2014

Mujizat 'kan Terjadi -- Kevin and Karyn

Posted by Tabita Davinia at Monday, October 06, 2014 0 comments Links to this post
Beberapa minggu yang lalu, aku cukup sering share teaser album terbaru Kevin-Karyn di Facebook. Buat apa coba? Hayo tebak :p wkwkwk...


Paketnya belum kebuka wkwk
Buat coba peruntungan (halah apaan sih haha) biar dapet album terbaru mereka. Huahahaha~ alasan yang ‘cukup tau aja deh’ ya :p Iya, beneran itu. Aku sih mikir, “Dapet ya puji Tuhan. Enggak dapet ya nggak papa” *efek karena udah pernah ikut kuis berhadiah tapi nggak dapet hadiahnya :v #kasihan #lhoh* wkwkwk... And the result is... dapet albumnya! Akhirnya! Huakakakaka... cukup excited waktu pengumuman pemenang album itu di-share di akun mereka, soalnya hari di mana pengumuman itu dikeluarkan, aku baru bad mood gara-gara tugas seni rupa :p *kapan-kapan aku upload gambarnya di sini, ato kalian bisa coba buka Facebook-ku wkwkwk*. Yaaaa.. puji Tuhan deh ya :)

Saturday, October 4, 2014

Weekly Prayer for Journey Mate (between Him and God)

Posted by Tabita Davinia at Saturday, October 04, 2014 0 comments Links to this post
It's a post about my prayer for journey mate. It's only 7 prayers, but it's allright :p And I'll start pray it from today, Saturday (Oct. 4th, 2014) :)

So, I'll pray for...



1. His relationship with God


I desire that he has an intimate relationship with God, more than anything in this world.


Aku tahu, dalam kehidupannya pasti ada jatuh-bangun di dalam hubungan pribadinya dengan Tuhan (karena aku sendiri juga merasa begitu :p). Tapi aku juga rindu agar hubungannya itu bisa semakin erat, semakin harmonis, dan semakin membuatnya mendekat kepada Tuhan :) Dan agar lewat hubungannya dengan Tuhan itu, dia bisa menyadari bahwa Tuhan tetap sama, dari dulu, sekarang, dan sampai selamanya (Ibrani 13:8). Aku berdoa, agar dia tetap setia menjaga hubungannya dengan Raja atas hidupnya itu :)



2. His focus on God


I desire that he always searches God in every condition, everytime, and everywhere.


Zaman sekarang, orang baru nyari Tuhan kalo ada masalah, ada tantangan, dan waktu ada pergumulan dalam hidupnya. Tapi kalo hidupnya udah baik-baik aja, wah... langsung lupa sama Tuhannya -_- haduhh...


Tapi aku nggak mau kalo ph-ku juga gitu. No! Aku berdoa agar dia selalu mencari Tuhan kapanpun, di mana pun, dan dalam kondisi apapun. Fokusnya dalam menjalin relasi dengan Tuhan adalah karena dia ingin selalu bersama-Nya, bukan karena menjadikan Dia sebagai (maaf) pembantunya.


Aku rindu agar dia selalu bersyukur atas semua kejadian yang menyenangkan dalam hidupnya, termasuk saat dia mendapat bonus dari pekerjaannya, saat dia berhasil mencapai prestasi, bahkan saat dia dimampukan untuk membimbing anak rohaninya.


Tapi bukan cuma itu, aku juga rindu agar dia tetap bersyukur untuk setiap kejadian buruk dalam hidupnya, termasuk saat dia sedang sakit, saat nilai pelajarannya turun, saat pekerjaannya tidak menentu, bahkan saat ada yang memfitnahnya tanpa alasan yang jelas (Ratapan 3:22-23)

Wednesday, October 1, 2014

30 Days of Gratitude #September 2014

Posted by Tabita Davinia at Wednesday, October 01, 2014 0 comments Links to this post
Kemarin malam, aku coba buka blogku, dan ternyata... blogku (yang eunike-davinia.blogspot.com) nggak bisa dibuka *entah apa alasannya*. Jadi, aku memutuskan untuk mengganti alamat blogku dengan alamat yang sekarang (baca: eunikephinia.blogspot.com), dan judul blogku aku ganti dengan Faith, Hope, and Love :) (baca di sini)


Anyway, nggak kerasa kalo ini udah tanggal 30 September (jadi inget pelajaran sejarah tentang G30S/PKI :O). Ada buanyaaaaakkkk hal yang aku pelajari selama bulan ini. Dan aku bersyukur karena di bulan ini aku benar-benar digembleng *baca: dilatih* buat keep grateful in every situation, always think positive, and never give up :)


Jar of Gratitude :))
Jadi, selama sebulan ini aku ikut semacam challenge yang sempat booming di Facebook, tentang ‘alasan kenapa kamu bersyukur untuk hari ini’. Tantangan itu harus dijalani selama 30 hari, dengan menuliskan alasan untuk bersyukur itu (dan aku sempat bolong 4 kali :p haha!). Tulisan itu dimasukkan ke dalam jar of gratitude (toples ungkapan syukur). Barusan aku buka toples itu, dan cukup speechless waktu baca apa aja yang udah Tuhan lakuin selama bulan ini :p Well... sekarang aku pengen nulisin beberapa alasan kenapa aku bersyukur selama bulan September ini :) Cekidott!!
 

Chocolates of Life Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea