Monday, March 20, 2017

Amos 2 dan Amsal 19

Posted by Tabita Davinia at Monday, March 20, 2017
S: Padahal Akulah yang menuntun kamu keluar dari tanah Mesir dan memimpin kamu empat puluh tahun lamanya di padang gurun, supaya kamu menduduki negeri orang Amori -- Amos 2:10


O: Empat puluh tahun tentu bukan waktu yang sebentar dalam berkelana di padang gurun. Gile. Panas-panas pula. Tapi Tuhan tetep menyertai bangsa Israel, bangsa yang tegar-tengkuk itu. Lah, tapi kok mereka malah lupa sama Tuhan -.-" Malah beralih ke dewa-dewa. Padahal harusnya, peristiwa-peristiwa iman mereka bersama-Nya kan diajarin secara turun-temurun. Nah, there is a missing generation. Mungkin nggak cuma satu, tapi beberapa generasi nggak diajarin tentang Tuhan dan kekuasaan-Nya. Bisa aja yang udah sepuh-sepuh itu mikir, "Ah, toh mereka nanti juga ngalami sendiri kan, yang namanya pengalaman bersama Tuhan. Pasti mereka bakal tetep percaya Tuhan, kok, walopun nggak diajarin". Dan (kalo ini emang beneran ada) mereka salah! Faktanya, bangsa Israel justru jatuh berulang kali dalam penyembahan berhala. Nggak cuma orang-orangnya, bahkan raja (atau pemimpin) yang harusnya sadar dan punya kekuasaan untuk mengembalikan bangsanya kepada Tuhan juga malah nambah-nambahin kerusakan moral Israel. Ya ampun! >.<

Perintah yang udah Tuhan kasih pun malah dilanggar. Orang nazir--yang harusnya menjaga kekudusan hidup--mala mabuk anggur. Para nabi dilarang menyampaikan nubuat dari Tuhan (padahal kan, harusnya mereka emang nyampein apa yang Tuhan perintahin. Lah kok dilarang -.-)... Hm, emang besar kemungkinan ada missing generation dalam bangsa ini. Makanya, keturunan-keturunan di bawahnya pun juga jadi lupa sama Tuhan dan apapun yang telah Dia lakukan. Kenapa bisa kaya' gini? Karena nggak ada yang ngajarin! Akhirnya banyak generasi yang hilang!


A: Parah, parah... parah banget kalo sampe ada generasi yang hilang dan nggak kejangkau firman Tuhan. Makanya pasti dibilang kalo pemuridan itu penting (sampe di-bold, italic, underlined)! Kalo di Kambium, dibilang, "Cukup dua orang yang dimuridkan, maka mereka akan berlipat ganda". Jadi gini. Misalkan aku memuridkan dua murid (A dan B). Nah, A dan B ini masing-masing akan memuridkan dua orang tahun berikutnya. Murid-murid mereka akan memuridkan dua murid lagi. Hasilnya adalah dua pangkat sepuluh, alias 1.024 orang dalam sepuluh tahun :p Coba bandingin kalo dalam setahun, jumlah anggota jemaatnya bertambah seratus orang. Nah, kelihatan perbandingannya kan?

Ini bukan cuma ngomongin tentang kuantitas jemaat. Bukan! Pemuridan itu sifatnya interdenominasi. Nggak terbatas mau dari gereja aliran apapun, semuanya butuh pemuridan! :) Cuma yaaa... kadang sih, ada yang nggak setuju sama metode pemuridannya. Terlalu kolot lah. Dikit-dikit ngerjain tugas. Kagak efektif dan efisien *eh*. Yaahhh, semoga ke depannya bisa ditemukan cara how to making discipleship fun but still keep the meaning. Yakk, aku kudu lebih rajin ber-KTB sama mentor dan anak-anakku :'


P: Tuhan, tolong agar dalam segala kelemahan dan keterbatasanku, aku dimampukan untuk memiliki hati bagi generasi penerus gereja kelak. Berikan aku hati penuai yang mau menuai, ya Bapa. Amin!



--**--


Proverbs for the day -- Chapter 19
 
Ayat 20 :p Jadiii kalo ada yang kasih nasehat itu emang nggak boleh mengeraskan hati. Siapa tahu, nanti waktu tamba dewasa, ada orang yang punya pergumulan yang sama denganku dan dia minta nasehat :) O Lord, please help me to be wiser everyday by Your words! Teach me to lead the people to come before You. Amen! ^^

0 comments:

Post a Comment

 

Chocolates of Life Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea