Search This Blog

Thursday, April 27, 2017

Matius 20 dan Amsal 20

S: Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati? - Matius 20:15 (TB)

O: Siapa yang nggak jengkel; udah kerja mati-matian, berjam-jam... eh, diupahnya sama kaya' yang cuma kerja sejam. Uenaakk men ya -.-" wkwk. Ehh, terus si tuan bilang kaya' ayat di atas. Dan para pekerja itu cuma diem (eh, nggak diceritain sih, apa yang terjadi setelahnya. Oke, skip).

What's the value of the story?

Tuhan ingetin kalo apa yang kita punya itu cuma karena KEMURAHAN HATI-NYA. It's only because of His mercies. Kita nggak layak menuntut sepersekian berkat dari Tuhan. Lhaa~ siapa kita ini di hadapan-Nya? Cuma debu. Tapi debu itu telah dibentuk-Nya, beroleh nafas kehidupan, dan jadilah kita :)

What we have is by His grace. We don't  deserve everything, but He makes us worthy to receive it :)

A: Lagi-lagi ditegur pake ayat ini (dulu waktu saat teduh juga pernah ditegur dalam hal yang sama. Kagak berubah-ubah eh wkwk). Kagak naik level mulu. Selalu ngeliat si anu kok, lebih disukai temen-temen, si ini nilainya bagus mulu (kagak pernah dapet nilai di bawah standar. So perfect wkwk); si itu punya talenta banyak. Blablabla~ terus jadi nuntut ke Tuhan, "Tuhan, kenapa dia mulu sih, yang jadi the best!? Gimana sama aku? Aku udah pelayanan, jadi anak-Mu sekian lama... This is not fair."

Dan Tuhan tegur di ayat26b--28 ._. "But whoever desires to become great among you, let him be your servant. And whoever desires to be first among you, let him be your slav--just as the Son of Man did not come to be served, but to serve, and to give His life a ransom for many." (NKJV). Lah, Tuhan yang Mahakuasa gini mau melayani, mau merendahkan diri sampai mati di kayu salib (baca Filipi 2:9--11, it really punched my heart). Kenapa aku malah nuntut ini itu?

P: Tuhan, ampuni aku kalo masih suka menuntut talenta yang lebih. Padahal dia bisa gitu karena dia emang mampu (gimana nggak mampu kalo tiap hari belajar, bahasannya tentang materi kuliah wkwk. Aing ah apa atuh, belajar aja kalo niat heheh) ._. Tolong aku untuk mengelola talenta dari-Mu seperti yang Engkau ingini... dan bukannya menuntut. Here I am to serve You humbly, not to be envy with her (yang itu, Pi. You know who is she). Amen :(


NB: Anyway, kemaren (yes, literally. 26 April 2017 kemaren) aku belajar sesuatu dari my spiritual daughter. Ha! Siapa bilang kalo mentor nggak bisa belajar sama mentee-nya? :) Dan itu yang kualami kemaren, waktu salah satu anak rohaniku nggak keterima di SNMPTN. Yang menarik adalah responnya dia waktu dia tahu kalo dia nggak keterima. Sedih sih, wajar (ya kali nggak sedih kalo nggak keterima. Kecuali kalo emang nggak niat heheu). Tapi dia nggak sampe menyalahkan Tuhan dsb. gitu :) dewasa banget. Aku... berlawanan sama dia *duh, nak :') wkwk*. Makasih, Nak, udah ngajarin Mamah tentang how to keep humble and always be grateful in any circumstance :)



--**--


Proverbs for the day -- Chapter 20

Ayat 30 :) "Beatings and wounds cleanse away evil, and floggings cleanse the inner most being" (NET). Kadang, kita mikir Tuhan jahat sama kita. Apalagi waktu kita dihukum. Ga dapet ini, eh yang kita punya malah diambil. Sedangkan orang lain malah dapet sesuatu yang lebih baik daripada kita :)) Pathetic, isn't it?

Sedih dan kesel itu wajar. Manusiawi. Tapiii~ jangan lupa buat introspeksi diri! -3-" Tuhan bisa pake peritiwa apapun buat menegur kita. This is one way that shows He loves us. Bapa mana yang mau anakya ada di jalan yang nggak bener? Termasuk Bapa di Sorga! :) Inget, lebih baik ditegur sesegera mungkin--walopun itu menyakitkan--daripada semuanya terlambat.

Tuhan, selidikilah aku. Apakah aku sudah hidup seperti yang Engkau mau? Kalo belum... ampuni aku ._. Aku mau buat lebih taat sama firman-Mu. Ajar aku ya Bapa, terutama dalam hal kerendahan hati. Yes, Lord, make me a servant humble and meek. Amen!

No comments:

Post a Comment