Search This Blog

Wednesday, April 19, 2017

Matius 14 dan Amsal 14

S: Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan". Yesus berkata: "Bawalah kemari pada-Ku" (Matius 14:17--18)

    Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. (Matius 14:23a)

O: Ada 5.000 orang laki-laki (ga termasuk perempuan dan anak-anak, ayat 21). Ga ada makanan. Hari hampir gelap. Wah, kacau. Dan yang ada di situ... cuma lima roti dan dua ikan (yang dibawa anak kecil, Yohanes 6:9). Duh, mana mungkin cukup, kan? Mau secuil sekecil apapun nggak bakal bisa mengenyangkan -.-"

Tapi Yesus melakukan hal luar biasa, dari yang nggak mungkin jadi mungkin. Kalo kata Pak Lucas (iya, soalnya beliau pake PPT dan pendeta dari dalem. Jadi kemungkinannya cuma beliau, di samping Kodan :p), sesuatu jadi mustahil karena ada I'M dalam IMPOSSIBLE. Which means, kita mengandalkan diri sendiri, makanya pasti ngerasa, "Halah, ga mungkin ituuu~ nggak bakal bisa deh". But thanks God! He turns everything from impossible into possible. Tanpa Tuhan, sesuatu akan tetap jadi mustahil untuk diraih :)

Trus jadi cari lagunya di sini :p Intinya, si anak bilang, "This is just enough for one person. How can it be enough for everyone?". Tapi dia mau kasih bekalnya buat orang banyak itu pada Yesus. Dan liriknya pun jadi, "... but from it, Jesus has fed everyone" :)

#1 Bring everything that you have to Jesus! He will make it to glorify His name
#2 Have a solitude time! :)
Padahal itu setelah Yesus melayani orang banyak. Pasti sebagai manusia, Dia ngerasa capek. Tapi Dia nggak lupa sama kebutuhan-Nya (a. k. a. Hubungan Pribadi dengan Tuhan (HPdT)) -3-"

Yap, solitude itu penting :) Karena cuma aku dan Dia. Ga keganggu sama rutinitas lainnya. It will change myself to be closer with Him again and again.

A: Buat yang #1:
1. Serahkan apa yang kupunya ke Tuhan. My talents, my weaknesses... karena Tuhan bisa pake semuanya itu untuk kemuliaan-Nya. I wanna be a part of His choir, who tells the world about Him everytime!
2. Ga minder lagi. Yaa~ I know it's so difficult. Ngerasa lebih rendah daripada yang lain. Ga sepinter temen-temen yang cumlaude di atasku (bahkan summacumlaude) -.-" Selalu ngebandingin diri sendiri sama orang lain. Padahal doi (si calon ph) bilang, "Ati-ati. Anak-anak juga nggak suka kalo kamu banding-bandingin gitu (maksudnya kalo semisal nanti udah nikah trus punya anak)". Huaduh. Huhu. Sedih aing :( Tapi aku mau tetep bersyukur untuk apa yang Tuhan percayakan hingga detik in :) Dan aku mau mengelolanya seperti yang Tuhan mau. Berarti kudu banyak baca dan renungin firman Tuhan--dan juga kudu peka sama nasihat orang lain wkwk

Buat yang #2
1. Having solitude (maybe every Thursday at GKI Gejayan's garden of prayer). Jadi inget, dulu setelah denger Kobob (a. k. a. Cirika's (my spiritual mom) future spouse) cerita soal solitude, aku pun juga solitude beberapa jam menjelang Natal. Rasanya tuh, asikk. Bisa doa, ngobrol sama Tuhan.. heheu.
2. Kalo pun ga memungkinkan buat solitude di Taman Doa, solitude di rumah ato di kos kaya' biasanya. Jadi kudu bangun lebih pagi (jam 5an--soalnya biasanya aku kalo bangun jam 6an :p FYI, sekarang udah bisa bangun jam setengah 6 lho. Yayy wkwk). Jadi gaboleh begadang!

P: Lord, I wanna put everything that I have before Your throne. Use it for Your glory, Jesus... Please help me to keep my commitment about the solitude time, too. Amen :)


NB: salah satu anggota grup BR ada yang share video tentang lima roti dan dua ikan dari YMI :) sila ditonton (here)


--**--


Proverbs for the day -- Chapter 14
Ayat 17 :) "Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar". Kemarahan ituu~ bisa menguasai kita. Akibatnya, kita jadi orang yang "berlaku bodoh". Gegabah. Tapi hari ini, Tuhan ingatkan aku buat bersabar kalo baru dapet masalah :) Yap. For He is in control, I shall not be worried anymore. Ya, Tuhan :) Aku mau untuk lebih sabar dan menahan kata-kata sebelum mengeluarkannya. Amin! ^^

No comments:

Post a Comment