Search This Blog

Wednesday, April 26, 2017

Matius 19 dan Amsal 19

(masuk ke buku baru yay :p)

S: Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia -- Matius 19:6


O: Ayat di atas cukup sering muncul waktu ada yang kirim undangan pernikahan. Ya nggak? :P wkwk. Tapiii~ tetep aja ada yang cerai. Entah karena, "Nggak cocok lagi nih" ato perselisihan sengit, bahkan sampe, "Urusan rumah tanggaku terlalu dicampurtangani sama mertua-ortu"... ada aja yang melatarbelakangi sebuah perceraian. Padahal, kalo udah nikah, yaa yang namanya masalah dalam rumah tangga itu gaboleh dicampurtangani sama pihak luar. Harus diselesaiin di dalem. Kalo emang udah mentok dan nggak tahu harus gimana lagi, cari pembimbing rohani (secara Kristiani) ato konselor perkawinan dan keluarga (secara umum). Oke, skip. Aku nggak akan bahas ini terlalu banyak karena aku belum ngambil Psikologi Perkawinan dan Keluarga, dan aku belum nikah. Jadi gitu.

Prihatin sihhh, iyaaa. Walopun aku masih kuliah dan belum merid, tapi ini juga yang jadi pergumulanku akhir-akhir ini. Gimana kalo cekcok sama si doi (FYI, si doilah yang paling sering bikin calm down huehe)? Gimana kalo gini gitu? Tapi Tuhan jelaskan bahwa setelah menikah, laki-laki dan perempuan itu jadi persekutuan yang satu dalam Tuhan. No more me, no more him... Kalo ada pergumulan dalam pernikahan, harus dibawa dalam doa! Let God work in the marriage, for it is the illustration of God and His churches' relationship.

A+P: Divorce is just in law, not in Christ, kata doi ke aku waktu aku cerita sebuah keluarga yang bercerai . Sedihnya lagi adalah... sang suami awalnya aktif melayani di gereja semasa mudanya. Sedangkan istrinya justru nggak mau ke gereja--terutama sejak menikah dan punya anak. Kasihan anaknya ._. Masa-masa kelam itu membuat sang suami kembali pada Tuhan dan mengajarkan anaknya tentang diri-Nya. Waktu ada yang tanya, "Kamu mau tetep menerima istrimu kalo dia balik nggak?", dia jawab, "Yes, aku akan tetep menerima dia sebagai istriku. Kapanpun itu."

Nggak boleh main-main sama janji pernikahan. Iyaaa, aku masih mudaaaa :") Tapi kalo udah ngomongin pernikahan gini tuh, langsung semangat '45 (lah). Kesakralan janji pernikahan itu nggak bisa dikalahkan sama permasalahan yang ada. Kalo ada masalah, inget janji itu. (semoga nanti kalo udah nikah, aku buka blog ini lagi dan baca rhema di sini). O Lord, if You let me get married, please help me to keep our (me and my husband) commitment to keep faithful 'till the end. But if You don't, please help me to keep my purity 'till You take me home as Your bride. Amen!


--**--


Proverbs for the day -- Chapter 19

Ayat 11 :) "A person's wisdom makes him slow to anger, and it's his glory to overlook and offense" (NET). Yap! Aku mau lebih sabar lagi :) Dan aku mau untuk belajar memaafkan orang-orang yang telah melukaiku. Please help me, Jesus...

No comments:

Post a Comment