Saturday, April 5, 2014

The Woman who Bleeds #Shared

Posted by Tabita Davinia at Saturday, April 05, 2014
Guten Abend! (kalo ngomong Gute Nacht nggak pas, kan masih belum mau tidur :p wkwkwk)

Beberapa hari ini, kadang aku mikir, "Kalo misalnya aku sakit, dan sakitnya itu lama banget, kira-kira kalo aku doa sama Tuhan biar aku disembuhin itu bakal dijawab Tuhan nggak ya?"


Entahlah. Mungkin karena di sekitarku ada banyak orang yang pengeeennnnn banget bisa sembuh, but God said NO ._. Hm.

Nah, tadi pagi aku iseng-iseng buka blog lama Majalah Pearl (women-for-christ.blogspot.com, yang sekarang ada di sini). Dannn ketemu sama satu post tentang God's miracle in healing.


Well, selamat membaca ya :)


--**--


Dulu, waktu gw sakit, pernah ada seorang hamba Tuhan yang bilang sama gw "Kamu gak sembuh karena kamu tidak beriman". Waktu itu, gw sempat berpikir "Apa betul yach gw kurang beriman makanya Tuhan gak sembuhkan gw?". Dan ini bukan sekali gw dengar. Gw sering sekali dengar anak2 Tuhan yang ngomong begitu ke orang sakit, atau Hamba Tuhan yang berkotbah seperti itu di atas mimbar. 

Kalo kita baca di Alkitab, di Lukas 8 : 40--48 diceritakan tentang seorang wanita yang sudah mengalami pendarahan bertahun-tahun. Duh, kasian banget! Kebayang gak sih? If you are a woman, you'd have an idea how it feels. Menstruasi yang cuman beberapa hari aja bikin kita kayak cacing kepanasan kan? Serba gak comfortable. Duduk begini salah.. duduk begitu juga salah. Apalagi kalo hari lagi panas.. duhh.. asli deh! Bayangkan wanita ini.. pendarahan bertahun-tahun! Dan di jaman itu udah so pasti gak ada yang namanya pembalut wanita. Kita pake pembalut wanita aja musti sering ganti kalo lagi banyak-banyaknya. Wanita ini? Gw rasa dia pake kain.. harus dicuci. Ih! Geli banget gak sih? Belon lagi di jaman itu, wanita yang menstruasi dianggap kotor. Gimana wanita ini? Udah so pasti dia dihindari banyak orang. 

Nah, kebayang banget kan gimana perasaan dia waktu mendengar tentang Tuhan Yesus yang bisa menyembuhkan segala sakit penyakit? Tapi, setelah dihindari oleh orang selama bertahun-tahun, dianggap kotor, udah so pasti segala rasa percaya diri lenyap dari dirinya. Dan dia berpikir dengan menjamah jubah Tuhan saja dia pasti sembuh. So, merangkaklah dia ke tempat Tuhan Yesus berada. Kenapa merangkak? Setelah bertahun-tahun pendarahan, gw rasa tenaga dia juga udah minim banget. Belon lagi dia berusaha menghindari tatapan2 sinis orang lain. Pelan - pelan dia merangkak ke tempat Tuhan Yesus sedang berjalan. Dan oh! Itu ujung jubahnya! Dengan tangan gemetar, dia sentuh jubah itu. BUT! Tuhan Yesus merasakan sentuhan dia. WOW! Dan Tuhan Yesus bertanya "Who touched me?". Gw rasa murid-muridNya waktu itu berpikir Tuhan Yesus hampir kena heat stroke. Begitu rame orang, Yesus malah bertanya siapa yang pegang Dia?? "Ada-ada aja, ah Tuhan!". Tapi Tuhan Yesus serius! 

Si wanita itu langsung gemetaran. Oh no! Ketangkap basah. Saat itu juga dia tersungkur di depan kaki Yesus. Mungkin sambil nangis2 dia menceritakan ttg penyakitnya. Dan glory be! Tuhan Yesus bilang "Anak-Ku, imanmu telah menyelamatkanmu". WOAH!! Imannya menyelamatkan dia!


Gak heran banget kan waktu kita sakit dan gak disembuhkan, banyak orang (termasuk diri kita sendiri) yang berpikir dan berkata "pasti karena kurang beriman". Betul gak sih?? 

Waktu gw sakit yach, gw butuh kurang lebih 2 tahun untuk betul2 sembuh. Gak seberapa dibanding perjuangan si wanita yang pendarahan. But, kenapa butuh begitu lama untuk gw bisa sembuh? Apakah karena butuh 2 tahun untuk gw betul2 percaya kalo Tuhan bisa sembuhkan gw? GAK! Dari awal gw tau kalo Tuhan bisa sembuhkan gw KALO Dia mau. So why did it take so long then

Sekarang setelah gw lihat balik ke belakang, gw melihat gimana dalam 2 tahun itu hubungan gw dengan Tuhan bertumbuh. Selama 2 tahun itu juga gw melihat gimana anak2 Tuhan melayani Dia dengan setia di tengah hutan belantara. Selama 2 tahun itu juga Tuhan buka mata gw untuk pelayanan misi. Gw rasa masa 2 tahun itu Tuhan pakai untuk mendidik dan melatih gw. Emang akhirnya gw sembuh, tapi gw rasa itu bukan karena iman gw lebih besar di tahun kedua dibanding di tahun pertama gw sakit. In fact, gw sembuh sama sekali bukan karena gw beriman, tapi karena TUHAN YANG MENGIZINKAN.. karena Tuhan mau gw memuliakan Dia lewat hidup gw.

Nah, gw juga sempat ketemu banyak banget orang yang gak sembuh sama sekali. Yang bertahun-tahun menderita sakit. Ada juga yang akhirnya meninggal. Banyak dari kita yang bertanya-tanya kenapa? Kenapa Tuhan sembuhkan si A, tapi gak sembuhkan si B? Bukankah Alkitab bilang kita "umat pemenang?". Bukankah "umat pemenang" berarti kita pasti selalu menang dari segala situasi, termasuk sakit penyakit?? Kalau kita beriman, kita PASTI SEMBUH. Betul? Answer: no! 

dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, 
oleh Dia yang telah mengasihi kita.
Roma 8 : 37


Banyak dari kita yang sering pakai ayat itu untuk mengatakan bahwa di dalam Yesus, kita bisa mendapatkan segala sesuatu. Bahwa kita lebih dari pemenang. Bahwa kita pasti menang dari kemiskinan, sakit penyakit, kesusahan, dll. Tapi, coba baca ayat sebelum itu: 


Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? 
Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, 
atau bahaya, atau pedang?
Roma 8 : 35


Ayat itu katakan bahwa bahkan di dalam kesusahan, kemiskinan, sakit penyakit, kita tidak dapat dipisahkan dari Kasih Tuhan! Jika kita baca seluruh pasal ini, kita akan mengerti bahwa Tuhan gak menjanjikan hidup yang bebas dari segala macam kesulitan, kesesakan, sakit penyakit, penganiayaan, kelaparan, dll. Tapi Tuhan janjikan bahwa di dalam semua itu, Tuhan akan terus mengasihi kita. Jadi, teman - teman, dalama kesusahan dan kesengsaraan kita, there will be teachable moments kalau kita mau buka hati kita untuk dengar dengaran. Teachable moments ini adalah saat - saat dimana Tuhan membawa kita dalam pengenalan akan kasihNya kepada kita. Susah lho bagi kita untuk bisa melihat dan menyadari bahwa Tuhan tuh sayang ama kita waktu kita lagi sengsara. Biasanya kita lebih cenderung menganggap bahwa menyalahkan Tuhan kalau lagi sengsara, ya gak? Tapi, mari kita sama-sama belajar memahami bahwa ditengah kesengsaraan dan kesusahan kita Tuhan tetap mengasihi kita. 

Dan saat kita memahami dalamnya kasih Tuhan, kita pun lebih siap untuk bisa stop focusing on ourselves (mengasihani diri sendiri, dll), and start focusing on God. Di tengah kesengsaraan inilah seringkali kita bisa melihat betapa dalamnya (atau dangkalnya) kasih kita kepada Tuhan. Apakah kita seperti Ayub yang walaupun ditimpa kesengsaraan bertubi-tubi tetap setia kepada Tuhan? atau seperti Yudas Iskariotkah kita, yang dengan rela hati menjual Tuhannya saat situasi dan kondisi gak sesuai harapannya? The choice is in our hands.


Kita sebagai manusia sering sekali "short sighted". Melihat apa yang ada di depan mata. Kita hanya peduli tentang hal-hal yang duniawi. We care only about our physical well-being: tubuh yang sehat, tabungan yang selalu penuh. Tapi, Tuhan cares more about our spiritual well-being: iman yang terus bertumbuh. Remember, bahkan murid-murid Tuhan pun hidup teraniaya. Mau tau apa yang terjadi kepada murid Tuhan? Here's the list:

1. Andreas: mati disalib
2. Bartolomeus: mati disalib (disalibkan terbalik)
3. Yakobus anak Alpheus: mati dirajam
4. Yakobus anak Zebedeus: mati dipenggal
5. Yohanes:
 died of old age
6. Matius: mati oleh pedang
7. Simon Petrus: mati disalib terbalik
8. Filipus: mati disalib

Should I go on?? Maybe not! Tapi, coba perhatikan. Dari murid-murid Yesus, yang meninggal dengan tenang hanya Yohanes!!! Apakah mereka semua hidup dan meninggal dengan sengsara karena mereka kurang beriman??? NOOOO!!! Far from it! Saking berimannya, mereka sampe rela mati teraniaya untuk Tuhan! (PS: Gak ada yang tau pasti gimana murid-murid Yesus meninggal, kecuali Yakobus anak Zebedeus yang kematiannya ditulis di Kisah Para Rasul 12 :2. This list is made of the most common belief of how they died, but the Bible does record of how they lived. They were persecuted, and still they lived passionately for their Lord and God) :)

Guys, ada saatnya Tuhan gak sembuhkan kita (didunia ini), atau Tuhan let us live in poverty, atau biarkan kita teraniaya karena Tuhan mau kita makin bersandar kepada Tuhan. Ingatlah Rasul Paulus yang berkata di 1 Korintus 12 : 7

Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. 



Duri dalam daging. Banyak yang berkata duri dalam daging yang dimaksud ini adalah penyakit...ada juga yang bilang bukan penyakit, tapi sifat pemarahnya. Apapun itu, Paulus yang begitu setia memberitakan injil Tuhan itu gak bebas dari sakit penyakit dan penderitaan! Firman Tuhan berkata:

Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.
Mazmur 119:71


Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan. 
Roma 5:3

So, ada saatnya Tuhan mengizinkan kita untuk mengalami hal-hal yang gak menyenangkan supaya kita makin bertumbuh, supaya kita makin mengerti bahwa Tuhan adalah Tuhan who gives and takes away


Ada saatnya juga Tuhan menunda kesembuhan, gak memberi kenyamanan hidup dll, supaya nama Tuhan dimuliakan. Bayangkan deh kalo gw disembuhkan Tuhan dari awal. Gw rasa iman gw gak akan bertumbuh dengan pesat! Tuhan memilih untuk menyembuhkan gw waktu dokter2 udah menyerah, waktu keluarga gw udah pasrah, dan tiba2 Tuhan bilang "TAADAAA!!! You are healed!!!". Karena Tuhan menunda kesembuhan itu, gw, keluarga gw, dan para petugas medis yang mengurus gw langsung tersungkur speechless di kaki Tuhan. Glory be unto You only, Lord!!! 


Ada juga orang-orang yang tidak disembuhkan Tuhan (di dunia ini. In the end, we are all healed. When we get to Heaven, we will all be healed), atau tetap hidup dalam kemiskinan sampai meninggal. Kenapa? Karena keputusan untuk memberi atau gak itu yach keputusan Tuhan. Intinya begini: kesehatan, kemakmuran, kenyamanan, itu semua kan pemberian dari Tuhan. A gift! Nah, kalo yang punya hadiah itu gak mau ngasi hadiahnya, apa kita bisa maksa? GAK! Kalo maksa mah merampok namanya. 


Gw rasa ada saatnya Tuhan mengizinkan kita untuk hidup susah karena Tuhan mau kita fokus kepada Tuhan, bukan fokus kepada hadiah yang bisa Tuhan beri. He wants us to put the Giver above the gifts! Why? Karena kita manusia sering terbalik!! Kita anggap Tuhan itu vending machine... tinggal pencet-pencet, keluar deh hadiahnya. No! Tuhan mau kita meninggikan Dia di atas kesehatan, kekayaan, kenyamanan hidup, kemakmuran, dll. Yes, emang betul kita adalah umat pemenang... kita lebih dari pemenang. Kita hanya bisa keluar sebagai pemenang saat kita hidup dalam kesusahan dan kita tetap fokus kepada Tuhan... Tetap percaya bahwa in spite of all the bad things in our life, He is still the good Lord. He is merciful and gracious and compassionate! The true meaning dari "lebih dari pemenang" adalah saat kita bisa seperti Ayub yang bangkrut habis-habisan, dihujat teman-teman dan keluarga, kena sakit penyakit, tapi masih bisa berkata:


"Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"'
Ayub 1 : 21


Merry Christmas, my friends. May we always remember that He loves us, no matter what happens in our lives. May we continue to focus on Him and live for Him alone. May our love for Him grow deeper and sweeter with each passing day. May we be faithful to Him that we never doubt His love for us in any circumstances. May we let every moment in our lives be a teachable moment so that we continue to grow in His likeness, and His Name is glorified in and through our lives. May we lift Him up above blessings and gifts because HE IS our LORD OF LORDS AND GOD OF GODS. AMEN!


Post by Sarah Eliana

--**--

Waktu baca post ini, yang terlintas di pikiranku adalah, "Tuhan, ini jleb banget ._."
Kenapa kok aku bilang jleb?

Karena kadang aku lupa kalo sebenernya kita nggak punya hak untuk menuntut Tuhan untuk menyembuhkan kita (juga untuk menyembuhkan orang lain).


"Lho Vinnn.. kalo kita minta dikasih kesembuhan sama Tuhan masa' nggak boleh??"
Aku bilang menuntut, bukan minta :) Tuhan Yesus nggak melarang kita untuk meminta apapun (baca Mat. 7:7; Yoh. 15:7). Tapi kalo kita sampai menuntut Tuhan untuk melakukan apa yang kita inginkan.. wah hati-hati. Jangan-jangan ada yang salah sama kita. Kita bukannya fokus sama Tuhan, tapi fokus sama apa yang ada di tangan-Nya :|
Begitu pula dengan kesembuhan. Kita boleh, kok, minta kesembuhan sama Tuhan. Tapi pertanyaannya, apakah dengan kesembuhan itu nama Tuhan semakin dimuliakan? Apakah selama masa-masa kita menghadapi sakit penyakit, hidup kita semakin dekat sama Tuhan?

Bro and sist, Ci Sarah udah cerita di atas kalo dia pun bergumul lama selama berjuang menghadapi penyakitnya. Tapi Tuhan bukakan jalan, tepat pada waktunya :) And the question is... Mau nggak kita percaya sama Tuhan, bahwa Dia selalu punya rencana yang indah atas hidup kita? :)

0 comments:

Post a Comment

 

Chocolates of Life Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea