Thursday, May 29, 2014

SYC 2013: Mata Hari #2nd session #31.12.2013

Posted by Tabita Davinia at Thursday, May 29, 2014
Buatku sih, ini jadi sesi paling asik dan mantep banget (y) wkwkwk


Padha tahu Mata Najwa kan? Nah, Mata Hari ini bisa dibilang sebagai Mata Najwa-nya SAAT wkwkwk #plokk


Mcnya Pak Hari (yang jadi pembicara di opening SYC 2013). Narasumbernya ada Pdt. Hendra G. Mulia, Bp. Ishak Soekamto (‘Age is only number, but young is forever’ #kata Pak Ishak), dannnn tamu SYC yang datang dari nun jauh di daerah Timur Tengah, dari wilayah kehidupan para rasul~ yakkk!! Ko Silas (baca: Pdt. Irwan Pranoto :v maaf Pak, saya buka penyamaran Bapak ya #eh #plak XD lol!)


Oke, aku malah jadi ngelawak di sini :’D maaf teman-teman. Masih keinget masa-masa di SYC dulu wkwkwk.. *summon RemPemCo yang ikutan SYC 2013*


Guyssss, pernahkah kalian mendengar keluhan orang-orang terhadap kaum muda di pelayanan? Semisal, “Duhh, anak zaman sekarang nggak mau pelayanan! Masa’ yang pelayanan malah om-tante-opa-oma?? Nggak kasihan po?!”; “Udah dikasih fasilitas, diajak buat pelayanan, dsb. Ehhhh.. tetep aja yang ikut pelayanan cuma sedikit -__-“.


Kok bisa gitu kenapa hayooo?


Nah, ayo kita lihat dari kacamata anak muda, tentang persepsi mereka terhadap Kekristenan di gereja:

#70% beranggapan bahwa gereja tidak sensitif dan tidak tulus
#75% beranggapan bahwa gereja terlalu banyak politik
#78% beranggapan bahwa gereja itu jadul, ketinggalan zaman
#85% beranggapan bahwa gereja itu munafik
#87% beranggapan bahwa gereja itu terbiasa menghakimi


Lah, itu riset dari tahun 2007 lhooo. Coba kalo kita adain riset di tahun 2012 ato 2013. Jangan-jangan jawabannya malah lebih macem-macem! >< dan percaya apa nggak, anggapan-anggapan itu menyebabkan anak muda beranggapan bahwa gereja itu nggak seru. Garing. Isinya cuma engkong-emak mulu. Nggak bisa jadi tempat buat menyalurkan talenta.


Coba kalo kaum muda itu revolusioner, kaya’ waktu Revolusi Mei 1998 itu, ya pastilah mereka bakal ngungkapin pendapat mereka secara langsung. Nggak usah nunggu pendetanya dateng dulu, majelisnya bakal langsung ‘dicurhati’ habis-habisan -.-



Padahal Guys, anak muda bukan hanya gereja di masa depan, tapi anak muda jugalah gereja di masa kini *kata Pak Irwan*. Makanya itu, peran anak muda bagi gereja juga penting banget buat pertumbuhan gereja. Kalo anak muda zaman sekarang udah concern, mau cari tahu apa yang Tuhan kehendaki buat anak-anak muda zaman ini, maka orang dewasa pun akan ikut concern dengan anak muda zaman ini juga. Peranmu untuk gereja itu penting banget, Guys :)


Dalam mewujudkan idaman-idaman gereja, pasti ada kesulitan. Tapi dari kesulitan-kesulitan itu, kita dapat mencoba untuk menjalaninya bersama Tuhan.



Terus waktu sesi itu, ada semacam acara di TV (baca: SAAT Siar #plak XD) huahahaha.. Di situ, dibahas tentang apa aja yang menyebabkan anak muda nggak berperan di gereja.


Hasil survei dari 100 orang menyatakan bahwa...


14% menyatakan bahwa mereka malas
13% menyatakan bahwa mereka tidak dibina dengan baik
13% menyatakan bahwa gereja tidak menarik
13% menyatakan bahwa mereka tidak diberi kesempatan
8% menyatakan bahwa mereka tidak dipedulikan
8% menyatakan bahwa mereka tidak punya teman
8% menyatakan bahwa mereka sibuk
4% menyatakan bahwa mereka tidak mampu
4% menyatakan bahwa mereka tidak tahu harus melakukan apa
4% menyatakan bahwa mereka tidak mempunya teladan
3% menyatakan bahwa mereka tidak peduli
2% menyatakan bahwa mereka merasa tidak nyaman
2% menyatakan bahwa mereka tidak merasa merupakan bagian dari gereja
1% menyatakan bahwa gereja terlalu eksklusif
1% menyatakan bahwa mereka takut dipersalahkan
1% menyatakan bahwa gereja tidak menjawab pergumulan mereka
1% menyatakan bahwa mereka tidak dihargai


Woh, ternyata banyak juga ya :O hm hm hm.. dan apa yang jadi tanggung jawab kita sebagai anak muda terhadap alasan-alasan itu?


Nah, untuk meminimalisir alasan-alasan di atas, kita harus mulai mendekati mereka. Dan emang sih, buah dari pendekatan itu nggak secepat membuat mie instan :p tapi pendekatan itu butuh proses! So you must be patient to get closer with them =)


Tapi ya, pendekatan itu juga nggak boleh semau gue :p kita pun kudu tahu apa aja karakter anak-anak muda. Salah-salah, bukannya bisa ngajak teman-teman buat pelayanan, eh malah gelut di tempat :p :p


Oke. Anak muda itu beranggapan bahwa..
1. hubungan di atas tujuan (relasi dengan sesama lebih penting dari yang lain)
2. keaslian di atas keberhasilan (misal, kalo khotbah pendetanya jelek, selamanya dia akan beranggapan bahwa khotbah pendeta itu jelek)
3. pengalaman di atas pernyataan
4. keragaman di atas keseragaman
5. perjalanan di atas tujuan perjalanan itu sendiri


Dan jangan lupa. Yang namanya gap itu bakal ada terus. Mau dari zaman engkong-emak buyut, sampe anak-cucu kita, gap itu tetep ada! Tapi kalo kita melihat bahwa kita adalah anggota tubuh Kristus, gap itu nggak ada lagi. Karena apa? Karena Sang Kepala (alias Kristus) telah mempersatukan kita =))



Cikkkk, aku paling sebel kalo ketemu sama angkatan senior di pelayanan -__- terus aku jadi males pelayanan. Terus aku kudu piyee??


Oiya. Masalah angkatan senior-juniornya belum kebahas :p jadi ya, yang menyebabkan konflik di antara 2 angkatan itu adalah:
1. beda pemikiran (37%) #and it’s true #eh :p
2.beda selera (15%)
3. beda budaya zaman (11%)
4. miskomunikasi (7%)
5. ingin menang sendiri (2%)


Kesimpulannya, antara angkatan senior-junior itu pasti ada perbedaan .__. #sigh. Dan satu-satunya cara untuk menghadapi perbedaan itu adalah.. antara senior-junior HARUS SALING MENGERTI. Dengan saling mengerti, maka perbedaan itu bisa dihadapi dengan baik.



Perbedaan itu indah. Di dalam perbedaan itu kita dapat lebih memahami tentang kasih.” – Pak Irwan



So Guys, peran kita terhadap pertumbuhan gereja itu penting banget =) libatkan diri kita dalam pelayanan, karena kalo bukan kita lagi, generasi gereja ini bakal kehilangan generasi mereka.



Jadiii selamat berperan bagi gereja kita :D

0 comments:

Post a Comment

 

Chocolates of Life Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea