Wednesday, May 28, 2014

SYC 2013: “Reviving the Body of Christ” #Opening #30.12.2013

Edit Posted by with No comments
Mumpung libur, jadi bisa nulis-nulis (lagi). Dan nggak kerasa 2 hari mau tes semesteran :’)
Mumpung SYC-nya belum mulai, foto dulu
gapapa kan ya :D wkwkwk


#SYC = Saat Youth Camp#


Guys, tanggal 30 Desember 2013-2 Januari 2014 yang lalu (alias hampir setengah tahun yang lalu), aku dan beberapa teman dari Remaja-Pemuda (dan 11 orang lainnya) mengikuti camp di Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT), Malang *maybe you know it as South East Asia Bible Seminary (SEABS)*. Dan ada banyak hal yang kami dapat dari camp itu, terutama dalam perjuangan anak muda untuk membangun gereja yang merupakan tubuh Kristus.


Oke, SYC 2013 ini dibuka dengan tema ‘Reviving the Body of Christ’ *sama kaya’ tema besar ehehehe*. Di situ juga dinyanyikan theme song SYC 2013, judulnya ‘Bangkit’. Dan ada koreografinya juga wkwkwk.. keren banget dah :D *kapan-kapan RemPemCo bisa nari pake lagu itu juga sih :v #lhoh*.


Pembicara di opening SYC ini adalah Pdt. Hari Sugiyanto. Beliau mengambil nats dari 2 Timotius 4:11b *baca deh ayatnya*. Dan setelah itu, beliau bilang kalo zaman sekarang orang-orang jadi suka narsis, dan narsisnya itu bentuknya macem-macem! -_-



Nahhh, gara-gara kenarsisan itu, apa yang kita inginkan malah jadi prioritas utama kita. Orang pengennya cari enaknya doang, ya nggak?


Contoh aja deh, di gereja kita yang khotbah garing banget. Lahh, kita mah langsung ngedumel sama temen kita setelah kebaktian selesai. “Ehhh, yang khotbah tadi garing banget ya! Udah cuma satu arah, monoton, nggak lucu, dan ternyata khotbahnya ngabisin waktu sejam sendiri juga!” omel kita waktu itu.


Atau, mungkin waktu kita kebaktian, musik yang kita dengerin merdu banget. Bagus, asik, nggak garing juga. Dan setelah kita kebaktian, kita memuji permainan musik itu. “Wawawaaaa.. musiknya tadi bagus bingittt yaaa~”


Intinya, Guys, gereja justru jadi sarana pemuas keinginan kita, bukannya jadi sarana untuk bersekutu dengan Tuhan. Nah, coba lihat deh kalo nggak percaya. Kalo semisal A berantem sama B gara-gara masalah pelayanan, dan (sayangnya) mereka nggak bisa nyelesaiin masalah tersebut dengan kedewasaan, lah lah lahhh.. bisa aja A, B, ato malah dua-duanya justru keluar dari pelayanan, ngambek, nggak mau ke gereja, bahkan bisa aja pindah gereja! Nah kan. Emang bener kata K’ Lukman Halim kemarin Sabtu, “Sekarang ini adalah ‘Me, Me, and Me Generation”. Orang maunya diri mereka jadi eksis, mau dapet apa yang mereka inginkan. Wah, bayangin aja kalo gereja dipenuhi orang-orang yang seperti itu... Bakalan ambruk dah, itu gereja ><


Oiya. Malah jadi ngalor-ngidul :p lol. Balik ke 2 Tim. 4:11b.


(FYI, tema SYC 2013 itu berpusat kepada Kisah Para Rasul dan Surat-Surat Paulus. Jadi, jangan heran kalo di post-post selanjutnya bakal banyak dibahas tentang Rasul Paulus :)).



Guys, Paulus adalah salah satu rasul terbesar di dalam Kekristenan. Tapi, sekalipun dia begitu hebat, dia tetap butuh rekan kerja. Dan di surat itu, dia menyebut nama Markus.


Btw, Markus itu siapa sih?


Markus adalah keponakan Barnabas, rekan sepelayanan Paulus. Sewaktu Markus-Paulus-Barnabas pergi dari Pafos menuju Perga di Pamfilia, Markus meninggalkan pelayanan Barnabas dan Paulus. Tafsiran bilang, Markus merasa bahwa pelayanan mereka itu nggak mudah. So, he returned back to Jerusalem.


Bagi Paulus, gereja Tuhan harus dibangun oleh orang-orang yang mengasihi Kristus, rela meletakkan kepentingannya di bawah kepentingan Kristus – Pak Hari says.



Lah, kalo udah gitu, otomatis Paulus nggak mau sepelayanan sama Markus lagi kan? And it was true! Bahkan sampai akhirnya, Paulus dan Barnabas berdebat tentang ini, dan akhirnya Barnabas memutuskan berpisah dari Paulus, dan pergi melayani bersama Markus (perdebatan itu dikarenakan Markus yang ingin ikut melayani lagi bersama dengan Paulus-Barnabas), sedangkan Paulus memutuskan pergi melayani bersama Silas.



Lah trus, kok Paulus mau memakai Markus lagi?


Nah, Paulus tahu kalo Markus telah berubah, dia telah bertobat. That’s why, Pauline wanted to use Mark again. Dan kita tahu, pada akhirnya Markus menjadi salah satu penulis kitab Injil :) see? Pertobatan telah menghasilkan sebuah perubahan yang begitu besar dalam kehidupan seseorang.



Guys, banyak orang yang ke gereja. Banyak yang beribadah di sana. TAPI, yang pelayanan cuma yang itu-ituuuu mulu. Padahal, Tuhan telah memanggil setiap orang untuk melayani Dia. Aku sempat ketegur di situ, “Hayo, Vin, di Remaja sekarang yang pelayanan cuma itu-itu aja kan? Kapan generasi di bawahmu bakal kamu libatkan dalam pelayanan?” #waduh :p


Gereja nggak akan bisa berdiri tanpa kehadiran orang-orang yang mau bersatu membangun di dalam Kristus, Guys. Kalo selama ini kita cuma mementingkan diri sendiri, nah mulai sekarang, ayo kita sama-sama belajar untuk mementingkan kepentingan Kristus di atas kepentingan kita :) belajar cari tahu isi hati-Nya untuk gereja masa kini.



So, kalo dulu kita biasa bertanya, ‘What can church do for me?”, sekarang coba tanyakan ini ke diri kita, ‘What can I do for my church?. Selamat berjuang membangun tubuh Kristus Guysss :D

0 comments:

Post a Comment