Sunday, July 13, 2014

Cerita Cinta Itu...

Posted by Tabita Davinia at Sunday, July 13, 2014
Buat dunia, cerita cinta itu harus romantis.


Setiap obrolan yang ada harus disisipi kata-kata dan tindakan romantis. Harus ada ungkapan perhatian dari seseorang kepada pasangannya.



Buat dunia, cerita cinta itu harus penuh tawa.


Setiap kali bertemu, sering kali ada kejadian lucu yang bisa membuat seseorang tertawa dengan pasangannya.



Buat dunia, tokoh cerita cinta yang ideal adalah mereka yang sempurna dari luar.


Mereka lebih mementingkan penampilan fisik daripada karakter dan kerohanian mereka. Mereka akan lebih bangga untuk mempunyai ‘prince charming’ atau ‘beautiful princess’ yang tampan, baik, pintar, kaya, daripada mempunyai pasangan yang biasa-biasa saja secara penampilan. Walaupun mungkin, orang biasa itu justru mempunyai karakter dan kerohanian yang lebih baik daripada orang yang penampilannya sempurna itu.



Buat dunia, penulis cerita cinta itu adalah seseorang dan pasangannya.


Perasaan mereka lah yang menentukan jalan cerita itu. Pusat cerita mereka adalah diri mereka sendiri.




Buat dunia, kadang cerita cinta itu berisi tentang kerinduan seseorang kepada pasangannya yang ada di belahan dunia yang lain.


Masing-masing menyimpan rasa kangen seorang terhadap yang lain, berharap agar sewaktu bertemu nanti perasaan itu bisa tersampaikan.



Buat dunia, pertengkaran dalam cerita cinta bisa membuat perasaan seseorang down seluruhnya. Bahkan, pertengkaran bisa memicu putusnya sebuah hubungan.



Buat dunia, putusnya hubungan menunjukkan bahwa seseorang gagal mempertahankan cerita cintanya.


Dan terkadang, a broken relationship justru membuat dia bisa bergonta-ganti pasangan. Atau mungkin malah membuat dia takut untuk memulai cerita cinta yang baru.





Tapi... apa kata Tuhan tentang cerita cinta itu?



Buat Tuhan, cerita cinta tidak selalu bersifat romantis.


Kadang di dalamnya, ada masalah dan pergumulan yang menguji seseorang dan pasangannya selama menjalin hubungan.


Tapi lewat masalah dan pergumulan itu, Tuhan ingin agar keduanya menjadi semakin bertumbuh, dan semakin dewasa di dalam Kristus.



 Buat Tuhan, kadang cerita cinta itu perlu air mata.


Ketika seseorang sedang bergumul tentang sesuatu yang berat, pasangannya akan selalu mendukung pergumulannya. Bahkan mungkin, tidak jarang keduanya menangis di hadapan Tuhan, meminta pimpinan-Nya selama mereka berjuang untuk pergumulan itu.



Buat Tuhan, tokoh cerita cinta bisa saja merupakan orang-orang yang biasa saja secara penampilan, atau mungkin mereka justru mempunyai kelemahan fisik. Tapi mereka mempunyai karakter dan kerohanian yang memancarkan kasih Kristus kepada orang lain.

Pasangan yang bisa menjadi berkat adalah mereka yang bertumbuh secara rohani, dan mereka juga semakin dewasa melalui cerita cinta yang mereka jalani.



Buat Tuhan, penulis cerita cinta itu adalah diri-Nya.


Seseorang dan pasangannya akan mempercayakan cerita itu kepada Tuhan, dan membiarkan Tuhan memimpin perjalanan cerita cinta mereka itu. Mereka menjadikan Kristus sebagai pusat cerita itu. Agar lewat cerita cinta mereka, banyak orang yang diberkati karena melihat Kristus di dalam hubungan mereka. Dan lewat cerita itu, nama Tuhan semakin dimuliakan.



Buat Tuhan, cerita cinta menjadi alat-Nya untuk mendidik anak-anak-Nya untuk menundukkan ego mereka di bawah kaki-Nya.


Tuhan sangat rindu agar anak-anak-Nya tidak melupakan diri-Nya, selama mereka menjalani cerita cinta itu. Tuhan ingin agar mereka lebih mempunyai hubungan yang lebih dekat lagi dengan diri-Nya. Dia setia untuk menjadi pendengar keluhan kita yang merindukan pasangan kita. Tapi Dia juga ingin agar kita menjadi pendengar dan pelaku kehendak-Nya.



Buat Tuhan, kadang pertengkaran adalah sesuatu yang Dia pakai untuk mendidik kita agar lebih mengandalkan-Nya di dalam cerita cinta itu. Dia pernah berkata, bahwa ‘Be still and know, that I’m God’. Dia ingin agar kita tetap percaya kepada-Nya, dan tidak bersandar kepada kekuatan kita sendiri.


Tapi, bisa saja pertengkaran muncul karena bukan Tuhan yang jadi pusat cerita itu. Karenanya, Dia memakai pertengkaran itu untuk membuat anak-anak-Nya lebih mendekat kepada-Nya. Dia tidak mau kalau cerita cinta yang ditulis-Nya justru membuat mereka menjauh dari-Nya.



Buat Tuhan, gagalnya sebuah hubungan bukanlah akhir dari cerita cinta. Justru dari situ, Tuhan menghendaki agar kita lebih mempercayai-Nya untuk menjadikan Dia sebagai penulis cerita cinta kita. Dan bukan hanya itu, Dia rindu untuk memulihkan hati yang terluka karena putusnya hubungan. Dia juga ingin untuk menyimpan hati kita, dan memberikannya kepada seseorang yang tepat, yang sesuai dengan kehendak-Nya.





Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah – Roma 8:28



Serahkan pena cerita cintamu kepada Tuhan, dan Dia akan menuliskan cerita terindah bagimu, bahkan melebihi cerita cinta yang paling romantis yang dibuat oleh penulis handal sekalipun.




Soo... who's your love-story's writer? :)

13:11

13.07.2014

0 comments:

Post a Comment

 

Chocolates of Life Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea