Thursday, August 30, 2012

Persembahan = Sebuah Rutinitas?

Edit Posted by with No comments
Haii :D (ala 'Boboy Boy XD). wkwkwk~


Belakangan ini aku galau banget buat memikirkan tentang tema persekutuan selama 3 bulan ke depan.


Haiyaa... Kamu mikirnya kok, cepet banget sih? Oktober, kan masih lamaaa~




Iyaaa~ ._. Susah banget, sih. Soalnya, tema persekutuan (ternyata) juga berkaitan erat dengan Song Leader (nah, yang bertugas mencari Song Leader itu sie musik).



Tapi... sie musik juga harus memastikan kalau tema yang dibuat sie persekutuan itu sesuai dengan kemampuan si SL.



Itu dia yang sulit!! :X (plak)

Makanya, aku (dan 1 sie persekutuan) harus mencari tema lagi. Semangat! :D



O iya. Bicara soal persekutuan, aku jadi ingat kalau waktunya persembahan sudah tiba.


Pasti tahu, kan, kalau memberikan persembahan itu dilakukan sewaktu persekutuan maupun ibadah? Hehe...


Nah, kalau kita lihat baik - baik...

Memberikan persembahan itu, kan selalu dan selalu dilakukan sewaktu persekutuan, kan?



Yang jadi masalah adalah... kalau kita nggak menghayati kegiatan - memberikan - persembahan itu! (Nah lho...)


Harus kuakui, kadang - kadang aku sibuk sendiri sewaktu memberikan persembahan (buka HP, baca SMS, dsb). Maksudku, yaa~ hal itu kulakukan setelah aku memberikan persembahan. Dan (jujur, ya), aku tahu kalau itu seharusnya nggak boleh. Padahal, "Jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa. (Yak. 4:17)"


Nah.. Omong - omong, kenapa sih kok kita tidak boleh menyepelekan persembahan?


Karena Kristus telah menebus hidup kita! Karena Bapa telah memberikan kesempatan kepada kita untuk menaikkan ungkapan syukur kepada-Nya!



Pada zaman perjanjian lama, orang Israel harus memberikan persembahan berupa kambing domba yang tidak bercela. Tidak boleh cacat!

Bayangkan, susah sekali, lho untuk mempersembahkan kurban bagi Tuhan saat itu. Apalagi kalau harus membangun mezbah. Aduh... Pasti capek banget --" Persembahan itu ada 2 jenis. Yang satu itu untuk yang berbau harus, dan yang lainnya itu untuk yang tidak berbau harum.

Persembahan yang berbau harum:

Korban Bakaran (Im 6:8-13)

Korban Sajian (Im 6:14-23)

Korban Keselamatan (Im 7:11-21)



Persembahan yang tidak berbau harum:

Korban Penghapus Dosa (Im 6:24-30)

Korban Penebus Salah (Im 7:1-7)



Source: http://pedson.blogspot.com/2008/08/persembahan-korban-pada-jaman.html


Apakah zaman sekarang kita harus sampai mempersembahkan korban seperti orang - orang di dalam perjanjian lama?

Tidak. Kita tidak perlu melakukan itu, karena Tuhan Yesus telah menebus kita. DIA telah memberikan diri-Nya yang tak bercela dan tak bernoda untuk membuat hubungan kita dengan Bapa kembali seperti semula.

Itu adalah persembahan yang paling agung, yang paling mulia, dan yang paling harum bagi Bapa :') Syukuri itu, teman - teman!


Untuk lebih jelasnya, coba bayangkan ini:

Bayangkan kalau kita yang jadi SL, terus melihat teman - teman kita sedang sibuk SMS-an, atau ngobrol sama teman sebelahnya...


Jujur, ya. Kalau aku, sih... Jelas merasa kecewa berat. Bukan karena aku tidak diperhatikan, lho. Tapi kecewa karena mereka tidak memperhatikan Tuhan yang juga ada di dalam persekutuan... :x Cenat - cenut hati ini (hlah, lebay --").

Contoh, nih. Sewaktu persekutuan kemarin Sabtu, aku melihat banyak teman yang sibuk sendiri. Aduh >< Tapi kemarin aku juga SMS-an sebentar, sih. Dan setelah itu aku menyesal sekali :X Ampuni aku, Tuhan~




Jadi~ Bagaimana caranya agar kita dapat menghayati makna persembahan itu? Dan bukan hanya sekedar rutinitas?


Pertama, kita harus tulus memberikan persembahan.

Kalau kita memang nggak begitu mampu untuk memberikan banyak, nggak apa - apa. Asalkan kita memberikan persembahan dengan hati tulus :) Sama seperti janda miskin di dalam Lukas 21:1-4, Tuhan Yesus berkata bahwa Allah melihat hatinya, bukan berapa banyak yang dipersembahkan.


Kedua, ingatlah bahwa sebenarnya kita tidak layak untuk memberikan persembahan. Hanya karena anugerah Tuhan-lah, kita dapat memberikan persembahan ^^ Tuhan Yesus telah memberikan nyawa-Nya untuk kita, sehingga hubungan kita dengan Bapa-pun dipulihkan-Nya. DIA-lah Anak Domba!


Ketiga, kita harus menyadari bahwa sebenarnya Tuhan-lah pencipta alam semesta ini. Betapa agungnya DIA, dan kita (yang sebenarnya jauh lebih kecil daripada ciptaan-Nya yang lain) diberi kesempatan untuk menaikkan ungkapan syukur kita (salah satunya dengan memberikan persembahan). Wow~ It's amazing! :D Jangan sia - siakan kesempatan itu, ya :) Gunakan kesempatan itu untuk memuliakan nama-Nya!



Jadi, jawaban untuk post kali ini adalah TIDAK. Persembahan bukan sekedar rutinitas. Persembahan adalah saat di mana kita mengucap syukur atas pemberian Tuhan kepada kita :) Naikkan ungkapan syukur kita dengan hati yang bersyukur :D



---


Sekian dariku :) Maaf kalau misalnya ada kata atau kalimat yang salah. Aku juga baru pertama kali menulis artikel seperti ini. Hehe~ ^^ Arigatou gozaimasu! 



Be blessed are those who listen and do God's words in his daily life. Hallelujah! ^^

0 comments:

Post a Comment