Thursday, December 22, 2011

A Worthed Waiting (1)

Posted by Tabita Davinia at Thursday, December 22, 2011
Aku nggak akan pernah lupa tentang hari itu...


Sekarang, 3 tahun kemudian setelah perginya Wataru

“Akane!”

Suara yang keras itu menambah ramainya koridor. Oi, oi...

“Ada apa, sih?” tanyaku pada Kana – yang memanggilku barusan.

“Di kelas, teman – teman lagi heboh!” jawab Kana dengan mata membelalak.


Aku mengangkat bahu. “Lha, terus, ngapain?” tanyaku.

Kana mendesah, “Yang jadi masalahnya kamu, Akane! Sekelas gempar saat melihat kartu Natal dari cowok di kelas lain!”


Oke, ini lebih dari cukup.



“Kana, apa itu benar?” tanyaku nggak yakin. Dan sayangnya dia mengangguk.

“Ayo ke kelas~ Tolong jelaskan pada kami!” kata Kana sambil menarik tanganku.



-0o0-


“Shinnen omedetoo kurisumasu omedetoo! Woww~ Akane! Siapa ini?!” tiba – tiba Kyoko – ketua kelas kami – langsung histeris saat aku masuk ke kelas.

“-_- pasti kartu nyasar. Lagian, siapa sih yang namanya Fuyuki Yoshida? Aku nggak kenal sama sekali~” jawabku *kesal, heran, dan bingung*

Kyoko meringis, “O, begitu. Kalau begitu, yang namanya Akane Haibara, kelas 10 – B bukan di sini, ya? Yah, dibuang saja, deh -3-“” katanya sambil menyebutkan namaku.




SEBENTAR. Namaku? NAMAKU? N – A – M – A – K – U?!


“Kyoko! Pinjam sebentar kartunya!” kataku sambil mengejar Kyoko yang mau membuang kartu itu.

Dan dengan heran sang ketua kelas memberikan kartu itu. Kemudian, kubaca dengan cermat tulisan yang ada di sana.



Shinnen omedetoo, kurisumasu omedetoo! :D Wish on the next year better than this year. Keep serve Him, praise our God, and be a good teen wherever you’re. PS = Akane, aku mau ketemu sama kamu. Ini penting banget. Kapanpun kamu mau ketemu, aku selalu siap :) Ada yang mau kubicarakan denganmu. Sayonara!*- Fuyuki Yoshida, 11-B*

Kana menghampiriku. Sambil duduk di kursinya, dia bertanya,

“Kamu nggak tahu Fuyuki Yoshida?” tanyanya.

Aku mengangguk yakin. Diapun terperangah.

“Eh, dia itu ketua OSIS di sekolah kita!” katanya lagi, “masa’ kamu nggak tahu, sih?”

Aku tersenyum masam. “Wah, maaf, deh. Aku nggak begitu berminat dengan hal – hal yang berkaitan dengan OSIS :|” kataku

Kana menjawab, “He’eh. Aku, sih juga nggak begitu tertarik. Tapi, ampun deh~ Tahun ini ketua OSIS-nya cakep banget!”




Haha.



“Sori, Kana. Kalau soal cowok cakep, aku sama sekali nggak berminat. Kamu ingat, kan, saat Wataru – kakakku – pergi dari rumah 5 tahun yang lalu?” kataku sambil mengelap kacamataku.



Kana tersenyum kecil, “Iya, aku ingat kok. Tapi, bukan berarti kamu harus membenci tiap cowok yang ada, kan?”

Aku mendesah, “Yah~ Nggak, sih. Cuma... Aku kadang merasa kalau tiap cowok yang aku tahu, mereka selalu mempunyai sikap yang sama dengan Wataru. Suka berkata – kata kasar, nekat...”

Kana menepuk bahuku. “Akane, jangan salah sangka begitu, ah. Pasti ada sebabnya saat Wataru ngomong begitu. Kyoko sendiri juga tahu, kok saat kita masuk di kelas ini. Kakaknya, kan sahabat Wataru,” katanya, “mungkin kakaknya Kyoko tahu apa yang membuat Wataru sampai begitu.”

Aku tersenyum, “Makasih, Kana :)”



-0o0-



Fuyuki Yoshida? Di kelas 11 – B?

“Permisi.” Aku mengetuk pintu kelas 11 – B.

Seorang cowok yang sedang duduk menghadap meja di belakangnya melihat ke arahku. Eh, itu bukannya kakak Kyoko, Kak Akira?

“Lho, Akane. Ada apa ke sini? Apa Kyoko ada masalah?” tanya Kak Akira.

Aku menggeleng. “Nggak kok. Lagian, masalah apa, sih yang Kakak bicarakan :O Aku cuma mau mencari Kak Fuyuki. Fuyuki Yoshida,” jawabku *masih heran dengan kata – kata Kak Akira*

Kak Akira segera menoleh ke dalam kelasnya. Dia menjawab, “Wah, sayang sekali, Akane. Dia lagi ke kantin. Mungkin sebentar lagi dia kembali...”


“Akane, ya?”


Aku menoleh ke belakangku. Seorang cowok yang sedang membawa kentang mayonnaise *ups~* melihatku. Di bajunya ada ‘label’ *label? Wkwkwk~* namanya, ‘Fuyuki Yoshida’.




APHAA? Fuyuki Yoshida?! Jadi ini kakak kelasku yang merupakan ketua OSIS di sekolah ini?! Di Kimura Yasube Senior High School ini??#dasar lebay





Kata – kata Kana benar. Cowok ini... cowok ini... Ng...



“Eh, iya. Ehehehehe~ :3 Katanya Kakak ada perlu denganku,” jawabku *mencoba mengatasi serangan aneh yang menghampiriku*


Si ketua OSIS – eh, Kak Fuyuki – langsung sumringah *tersenyum senang*.

"Oh, iya! :D Aku ingat. Yayaya~ Jadi, kapan kamu bisa ketemuan? Hari ini? Atau..,” kata Kak Fuyuki.
Aku menjawab, “Kalau Sabtu pagi bisa? Di mal dekat sekolah?”
Kak Fuyuki mengangguk, “Boleh. Jam berapa?”

Aku tersenyum semanis – manisnya. “Nanti kuberi tahu lagi, deh :D”

Dan aku langsung ngibrit dari kelasnya.


Cowok itu keren banget! Omong – omong, kenapa aku bisa merasa begitu, ya? Apa aku memang baru kali ini bisa suka sama cowok?


-0o0-

“Akane~ Oi~”



Aku melotot ke arah Kana. “Kana! Ngapain, sih?”

Kana cengar – cengir. “Wah, ada yang lagi falli’n in love, nih. Hoahahaha~ XD Sama siapa, yaa?”

Aku nyengir. “-u-“ Nggak lagii~ hohoho~ Lagian, siapa juga yang jatuh cinta sama si ketua OSIS?”

Kana langsung mengacungkan tangan tinggi – tinggi. Padahal saat itu sang guru Fisika – Pak Kirishima yang terkenal kerennya – sedang menjelaskan arus listik searah. Dapat dipastikan bahwa...


“Kana Yamamura! Ada masalah apa?” tanya Pak Kirishima sambil menoleh dari papan tulis.


Nah lhoo...

“Eh, nggak ada apa – apa, Pak. Aku cuma heran soal muatan listrik kok!” jawab Kana cepat – cepat. Dan aku segera menyikutnya,



“Eh, itu kan pelajaran minggu depan, Kana!” bisikku panik.



Pak Kirishima tersenyum kecil, “Itu pelajaran di bab 2, Yamamura. Bab itu akan kita bahas minggu depan. Oke, saya ulangi...,” dan beliaupun kembali melihat papan tulis.


“Nanti lagi, deh,” kataku sambil memperhatikan coretan – coretan (indah) di papan itu.



***

0 comments:

Post a Comment

 

Chocolates of Life Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea