Saturday, May 19, 2012

Seminar ‘Cinta, Seks, dan Pernikahan’

Edit Posted by with No comments


Pdt. Ir. Agus Marjanto, M.Div
16 Februari 2012



Dasar Alkitab =        Kejadian 2 :15
                                    Efesus 5 : 22 - 23

Konbawa! :D Seminar ini, sih sebenarnya udah mulai (dan selesai) tanggal 16 Februari lalu. Cuma~ Aku belum sempat mem-postkan apa yang aku dapat dari seminar ini. Wkwkwk~ UAN dan ujian masuk SMA menguras banyak waktu#alibi. Jadilah aku baru menulis hari ini. Wkwkwk~ di tengah – tengah tes RSBI#ngaku XD
Kalau di post – post sebelumnya aku cerita tentang ‘behind the scene’ *yang terkesan koplak*, malam ini aku mao nge-post tentang seminarnya. Wkwkwk~ Semoga bermanfaat dan bisa menjadi berkat bagi kita semua ^^

-*-

Sesi pertama dibahas adalah teologi pernikahan.
(aku tulis pakai poin – poin ya :D)


*Waktu kita bertobat dan menerima keselamatan, maka kita punya tanggung jawab untuk hidup kudus di hadapan Tuhan. Salah satunya, punya pernikahan yang kudus!

*Sebenarnya, ketika ada keluarga yang punya ‘kisah’ perceraian, maka kita *sebagai umat manusia* akan hancur >< Bisa saja ada anak yang berasal dari keluarga itu yang trauma untuk menikah di masa dewasanya, bahkan ada orang yang menganggap kawin cerai itu semudah membalikkan telapak tangan#ini salah

*Nah... Jadi, pernikahan = menyerahkan masa depan kita kepada Tuhan dan pasangan hidup kita kelak! Makanya, kalau memlih pasangan hidup kita harus hati – hati di depan Tuhan. Kalau punya pacar yang sesuai dengan kehendak Tuhan, harus berani putus!#jleb. Pak Agus (pembicaranya) memberi pepatah yang bagus tentang hal ini (menurutku XD),

Sebelum nikah, BUKA mata lebar – lebar. Setelah nikah, TUTUP mata rapat – rapat.” :)
Maksudnya, kalau kita memlih pasangan yang sesuai dengan kehendak Tuhan, kita harus memperhatikan ‘calon’ PH kita (jangan sampai kita salah pilih. Tanya Tuhan apa yang Ia inginkan bagi pasangan hidup kalian). Kalau kita berhasil dalam menentukan PH kita 

*yang sesuai dengan keinginan Tuhan*, kita bisa menjalani bahtera rumah tangga dengan baik dengan PH kita.

*Kalau semisal kita salah pilih PH, yaa~ kita tetap harus setuju, walaupun ke depannya kita harus berjuang keras dalam menjalani rumah tangga dengan-‘nya’. Makanya, ada orang bilang, “Salah pilih itu neraka, sedangkan kalau memilih yang benar itu surga.”

*Kenapa pernikahan penting?
Karena Allah menggambarkan diri dan karya-Nya lewat pernikahan!
Contohnya adalah keluarga Hosea (Hosea 1: 2 – 12). Hosea menikah dengan Gomer binti Diblaim, seorang sundal. Kenapa? Karena Tuhan ingin menggambarkan bangsa Isarel yang (waktu itu) tengah bersundal hebat dengan menjauhi Tuhan.
Contoh lainnya adalah Yehezkiel (Yehezkiel 24 :15 – 27). Ketika istrinya mati, Yehezkiel tidak meratap (hm.. berkabung). Tuhan ingin memakai peristiwa ini, untuk menggambarkan Yerusalem akan jatuh, dan Ia akan membiarkan hal ini. 

*Ayah, Bapak, Papa, Papi, Dad, Otoosan... Apapun yang kalian gunakan untuk menyapa ayah kalian, ingatlah... Ayah di dunia merupakan gambaran BAPA di Surga.
Jadi, jangan sampai anak kita kelak beranggapan buruk terhadap Bapa, karena melihat ayah mereka di dunia bersikap buruk. Apa yang kelihatan, menggambarkan apa yang nggak kelihatan.

*Dalam kitab Wahyu dikatakan, setelah penghakiman terakhir, akan ada pernikahan Anak Domba Allah. Nah, pernikahan pasti akan berdampak besar terhadap keluarga!

*Ada 2 institusi dari Allah =
            **Pernikahan              **Gereja

*Ketika bangsa Israel meminta seorang raja dari Samuel (ini dikarenakan anak – anak Samuel tidak bisa jadi nabi), sebenarnya mereka sedang menolak Tuhan (1 Samuel 8 : 7 – 9). Jadi, sebenarnya pemerintah itu bukan berasal dari Allah. Meski begitu, kita tetap harus menaati mereka, karena pemerintah adalah hamba Allah demi kebaikan kita *Roma 13 : 1 – 7*

*Jangan lupa ya~ :) Minta anugerah kepada Tuhan untuk menemukan pasangan hidup yang tepat, dan bisa ambil bagian dalam pelayanan.

*Pernikahan adalah alatnya Tuhan, bukan sebuah tujuan akhir. Jangan merasa puas karena telah menikah. Justru lewat pernikahan itulah hidup kita akan diuji kesetiannya sama Tuhan.

*Seharusnya, lewat pernikahan *bahkan sewaktu pacaran* hidup rohani kita bisa semakin bertumbuh di hadapan Tuhan#ini bentukan Tuhan yang LUAR BIASA. Jadi, jangan menikah sama orang yang nggak bertanggung jawab. Kalau kamu masih nekat untuk menikah dengannya, dia HARUS berubah dulu.

*:) melalui pernikahan, kita menjalankan kehendak Allah. Kalau kita tidak menjalankannya, nanti kita akan menyesal#ups


*’Kenegdo’ (lupa ini berasal dari bahasa apa XD) berarti ‘seseorang yang diberikan Allah kepadaku, agar aku bisa lebih mengenali diri saya dan mendorong saya untuk memanggil panggilan hidup saya’.


*The wedding’s decorations is less important than your destination life with your mate. Bukan dekor perkawinan yang penting, tapi apa yang jadi tujuan/panggilan hidup pasanganmu :O Oke, hari pernikahannya memang mudah untuk dijalani, kan cuma 1 – 2 hari. Paling lama 1 minggu, deh (biasanya dipingit itu berapa lama ya?). Tapi yang paling sulit adalah saat di mana kita harus menjalani hidup rumah tangga bersama dengan ‘dia’...

*Di dalam Efesus 5 :2 – 33, dikatakan bahwa kasih Kristus adalah dasar hidup suami istri. Kalau kita nggak mendasarkan kasih-Nya sebagai dasar dalam hidup berumah tangga, bisa dipastikan bakal sering cekcok :\ Melalui pernikahan, kita juga melihat akhir zaman (Efesus 5 :32 – 33)

*Ordo of Creation! –versi keluarga-

                        SUAMI
         =>              ISTRI      =>        ANAK – ANAK


*Pernikahan adalah saat kita menjalaninya, dan saat Kristus datang untuk yang ke-2 kalinya, kita harus bersiap – siap. Saat Ia menjemput kita, kita akan disambut bak memperlai perempuan Kristus sampai selama – lamanya ^^ *Itu kalau kita udah percaya dan melaksanakan panggilan Tuhan lho :)*
            -memperlai sejati adalah Kristus!-


-*-


Sesi kedua berbicara tentang ‘Teologi Sex dan Cinta’.


A. Kita diciptakan Allah dengan UNIK. Dengan pertemuan keduanya, maka perkembangan dunia ini akan menuju 1 titik kepenuhan kehendak Tuhan.


*Hubungan seks TIDAK BOLEH lepas dari hubungan suami istri yang SAH! ><

*Dalam Matius 28 :18 – 20 *Amanat Agung* dan Kejadian 1 :28, ditunjukkan bahwa 2 ayat ini punya perintah yang identik! Makanya, seks itu memiliki harkat yang TINGGI. Tapi~ sayangnya, Iblis telah mempermainkan seks ini -__- Kalau sudah jatuh ke dosa seks, maka kita akan susah untuk bangkit.


*Masa lalu ada di tangan setan, masa depan ada di tangan Tuhan, masa kini/hari ini ada di tanganmu – Stephen Tong *pendiri STEMI – Stephen Tong Evangelist Ministry International* (omong – omong, waktu aku buat status di FB pakai ini, banyak yang nge-like lho :D#hore)
Iya~ aku setuju banget sama kata – kata beliau :) Sekali salah dalam bertindak, ke depannya bisa mengulang hal yang sama – kalau kita nggak mempercayakan hari depan kepada Tuhan.


*Yang mulia bagi Allah dibuat Setan tidak mulia. Well... that’s sex!


B. Allah memberikan fungsi dan aktivitas seksual itu, supaya manusia menikmati kasih dalam bentuk jasmani yang terintim


*Apa – apa sekarang mudah jatuh cinta. Semuanya tentang cinta. Everything is about love -3-“ Nggak percaya?

Sekarang aku tanya, deh. Sebagian besar lagu berisi tentang apa? Tentang cinta!

Sekali lagi XD Sebagian besar karya sastra berisi tentang apa? Tentang cinta juga!


Kenapa? Karena manusia telah kehilangan cinta. Makanya, kita sering dengar lagu tentang cinta, puisi tentang cinta, dan sebangsanya... Kita berusaha mencari arti cinta itu. Tapi nggak berhasil.


Eh, tapi jangan lupa. Ada satu Pribadi yang memiliki cinta sejati. Yak! Betul~!! Dia adalah Allah kita! God is love. Dia punya cinta sejati. He has Agape love *cinta yang tak bersyarat*!


*Nah... Karena Allah adalah cinta, susah sekali untuk mengartikan arti cinta itu. Begitulah...

*Cinta punya 3 unsur.
            **Komitmen
            **Gairah
            **Kedekatan

Setelah menikah, biasanya gairah akan mulai hilang, disusul kedekatan, dan yang paling terakhir hilang adalah komitmen. Jadi... unsur yang terpenting dalam pernikahan adalah komitmen!!

*Ingat. Seks harus dikaitkan dengan Tuhan, organ – organnya, dan kasih!

*Perbedaan dalam seks *antara laki – laki dan perempuan*
Perbedaan
Laki - Laki
Perempuan
Bagi ..., seks itu...
Tidak bisa diatur
Siklus

(buat laki – laki, jangan ‘celakakan’ pasangan kalian. Jangan terpancing keinginan daging kalian untuk bertindak yang berlebihan saat berpacaran)
(perempuan harus hati – hati! Kita tidak boleh memancing pasangan kita untuk berlaku yang tidak sesuai dengan firman-Nya)
Gairahnya ...
Tidak ada relasi untuk siapa - siapa. Apalagi komitmen#ups -o-“ Hati – hati! Sebisa mungkin memiliki komitmen untuk setia sampai akhir pada pasangan kalian
Untuk komitmen seumur hidup. Ketika mereka menyerahkan ‘diri’ mereka kepada pasangan mereka, itu sama saja dengan menyerahkan komitmen mereka kepadanya.
Tujuan
Tidak ada tujuan lain selain untuk menyalurkan gairahnya
Punya tujuan. Sehingga memiliki prinsip ‘jangan berikan hati dengan tubuh kita pada orang yang tidak kita senangi’


Mulut (kata – kata dari perempuan) dan ‘alatnya’ (dari laki – laki) akan sangat mudah menghancurkanmu! >< Jadi, kontrol diri kita masing – masing, agar tidak terpancing. Oke?
Semoga kalian mengerti maksud kata – kata di atas :) Hati – hati tehadap teman, pasangan, maupun orang di sekitar kalian yang mulai bertindak tidak sesuai dengan seharusnya (pasti tahulah maksudnya apa)... 

-*-

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca post ini ^^       Jumat, 11 Mei 2012, 10:56 p.m 

0 comments:

Post a Comment