Tuesday, February 28, 2017

John

Edit Posted by with No comments



Wah, udah mau ganti bulan aja -.- which means aku udah nggak nulis di sini selama dua minggu! Huhu. Maafkeun kesibukan saya yak :') janji deh, besok-besok bakal lebih rajin nulis lagi (semoga bukan wacanaaa).


Oke, berhubung mulai bulan depan ada program Bible Reading yang mulai berjalan (Bible Reading for Women, dan aku yang paling muda huahahaha :"D), jadi aku sadar bahwa postingan tentang Injil Yohanes pun juga kudu kelar. Well, langsung sajhaaa. Here it is~~



--**--


So, seperti yang udah kutulis berulang kali di post-post sebelumnya, Yohanes adalah salah satu murid terdekat Yesus--selain Petrus dan Yakobus. Itu sebabnya pula, banyak perikop yang nggak ada di Injil lain, namun ada di Injil ini. Mungkin ada yang bertanya, "Kok bisa lolos kanonisasi, sih? Kan, beda dari yang lain!". Hm, sampai di situ aku nggak bisa jawab :p hehe. Apalagi, kalo kita mau teliti lebih lagi, Injil Yohanes ini nggak ditulis berdasarkan kronologinya. Sebagai contoh, peristiwa Yesus menyucikan bait Allah tercatat dalam Yohanes 2:13--25; tapi di Matius, Markus, dan Lukas, peristiwa ini tercatat di bagian (hampir) akhir. Sementara itu, peristiwa Yesus menyembuhkan anak pegawai istana tercatat dalam Yohanes 4:46--54; tapi peristiwa ini justru tercatat di bagian awal Matius dan Lukas. Nah lho. Hm, mau gimanapun, Yohanes emang sedap untuk dibahas hehe. Just like what I've said, banyak perikop yang nggak dibahas di tiga Injil lainnya. Kalo boleh mengungkapkan apa yang aku pahami, Yohanes lebih mencatat peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan ke-Allah-an Yesus. Seperti tentang Air Hidup, Jalan-Kebenaran-Hidup, dll. Tapi tiga Injil lainnya tidak.



Selama membaca Injil ini, aku jadi belajar banyak sisi lain Yesus yang nggak dibahas di tiga Injil di atas. Aku mikir, "Gile, keren banget ini Yohanes. Bisa nulisin sedemikian banyak peristiwa yang--bahkan--nggak kecatet di Matius, Markus, dan Lukas. Belum lagi dia nulis, 'Masih banyak hal-hal lain yang diperbuat oleh Yesus. tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu-per-satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang ditulis itu' (Yohanes 21:25)". Waoooo. Entah apakah Yohanes hiperbola atau bukan, tapi yang jelas pekerjaan Yesus emang nggak pernah dibatasi oleh waktu dan ruang :)) and I believe that John says had proven it.


Tapi di samping itu, yang kupelajari dari Yohanes ini adalah... kedekatan-Nya pada Yesus. Sebagai inner circle, Yohanes layak untuk membanggakan dirinya dan menggunakan namanya dalam Injil yang ditulisnya (dengan ilham dari Roh Kudus, tentunya!). Mungkin selama proses penulisan Injil ini, dia mungkin sempat berpikir, "Ini lhoo, aku nihh yang jadi murid yang paling dikasihi Yesus. Yang lain mah nggak ada apa-apanya". Tapi nggak! Yohanes nggak menyombongkan dirinya. Dia memilih untuk menggunakan kata "murid yang dikasihi Yesus". Ini menunjukkan bahwa Yohanes punya kerendahan hati :) Di zaman sekarang, siapa sih, yang nggak seneng kalo dikasih kepercayaan oleh orang yang dikagumi buat melakukan pekerjaan yang dimintanya? Pasti semuanya seneng dong. Yaaa, itu manusiawi sih.

Tapi coba lihat Yohanes. He still kept being humble and showed his quality as Jesus' disciple. Dan poin ini yang sering hilang dari kehidupan orang Kristen di zaman sekarang :" aku pun kadang juga merasa jadi orang yang sombong dan merasa hidup lebih baik daripada  mereka yang Kristen tapi masih aja nggak nunjukkin kualitas hidup orang Kristen. Bahkan aku pernah mikir, "Njuk ngapa kok mereka jadi Kristen, kalo kata-katanya aja masih kasar gitu? Ngapain mereka jadi Kristen, kalo gini dan gitu". Huaaaaa >.< siapa aku ini, sampe berhak menghakimi temen-temenku kaya' gitu!? Jangankan inner circle-Nya Yesus, wong baca Alkitab aja nggak kelar-kelar mulu #sigh *abis ngomongin soal ini sama temenku huehe*



What I learn
Tuhan ingetin aku bahwa hidup jadi orang Kristen bukan berarti semua masalah hidup selesai. Bukan! Justru sebaliknya, kualitas hidup sebagai anak-anak-Nya akan diuji sedemikian rupa. Nggak cuma itu, hidup kita ini dilihat banyak orang. Iya, nggak cuma keluarga dan temen-temenmu; tapi tetangga kosmu, tetangga rumahmu, tukang sapu, satpam, dll. itu ngelihat hidup kita. Mereka lihat kita dari cara kita tersenyum, ngobrol, ngelakuin ini itu... Nah, dan gimana dengan hidup kita? Masihkah kita melekat pada Pokok Anggur yang Benar itu--sehingga kita dimampukan berbuat seperti yang Dia kehendaki?



Prayer
Lord, please forgive me when I'm out of your way. Please forgive me when I close my eyes and heart from Your words. I know it's not an easy thing to do when I commit to be like Jesus, but please O Lord, help me to keep my commitment until the end. Help me to learn from John, who stayed in his faith on You, and kept being humble--though he is one of Your inner circle. I pray all of these in the name of Jesus Christ. Amen!

0 comments:

Post a Comment