Follow Me @aoifide_artworks

@aoifide_artworks

Saturday, February 4, 2017

Yohanes 4--6

Beberapa highlights yang kudapat dari BR kemarin adalah:

1. Kisah si wanita Samaria
2. Pegawai istana di Kapernaum
3. Roti Hidup


Wahahaha banyak ya :p Makanya baru ku-post hari ini hehe. Nah, daripada lama-lama langsung baca aja yaa. Please prepare your Bible to read it based on my highlights :)



--**--



1. Sejak kerajaan Israel terpecah menjadi dua (pada masa Rehabeam dan Yerobeam), kerajaan itu terbagi menjadi dua. Yang satu--kerajaan Yehuda--beribukota di Yerusalem (di bawah pemerintahan Rehabeam dan keturunannya), yang satu lagi--kerajaan Israel-- beribukota di Samaria (dengan berbagai raja yang memerintah di situ). SIngkat cerita, hubungan bangsa Yehuda dan Israel pun terputus. Bahkan mereka pun dilarang bergaul satu sama lain (Yohanes 4:9). Hal ini disebabkan untuk menghindari kemungkinan terjadinya perkawinan silang maupun untuk menjaga kesucian bangsa Yehuda. FYI, bangsa Samaria pada waktu itu dikenal sebagai bangsa yang telah bercampur dengan budaya asing yang tidak menyembah Tuhan sebagai satu-satunya Tuhan (istilah kerennya, mereka menyembah berhala)

Nah, yang menarik dari bagian ini adalah pernyataan bahwa Yesus harus melalui Samaria (Yohanes 4:4). Padahal waktu itu, Yesus dan murid-murid-Nya sedang menuju Galilea dari Yudea. Tidak disebutkan alasan Yesus melakukannya, namun ada kemungkinan agar mereka menghindar dari Ainon--di mana waktu itu Yohanes Pembaptis sedang membaptis di sana (cek peta Alkitab). Mungkin juga karena popularitas Yesus yang bisa naik drastis kalau dia masuk ke daerah itu, sehingga menyebabkan orang-orang membandingkan-Nya dengan Yohanes Pembaptis. Padahal bukan kepopularitasan yang Dia cari.

Akhirnya mereka tiba di Samaria. Dan terjadilah pembicaraan antara Yesus dan seorang wanita Samaria. Salah satu dugaan menarik dari wanita ini adalah tentang dirinya yang mengambil air pada siang hari. "Haah? Apa menariknya?". Pada zaman itu, orang-orang biasa mengambil air pada pagi hari. Coba deh, bayangin. Kalo udah siang hari terus ngambil air pasti panas banget, apalagi itu jam 12 siang!! >.< wah, wah... Kok, dia mau-maunya ngambil air jam segitu, yaa?

Ada kemungkinan bahwa dia tidak ingin berinteraksi dengan masyarakat di situ. Ini dibuktikan dengan adanya perkataan Yesus, "... engkau sudah mempunyai lima suami, dan yang ada sekarang padamu bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar" (Yohanes 4:18). JE-DER! Bisa jadi wanita Samaria itu takut digosipkan karena fakta yang demikian! Kemudian percakapan berlanjut, sampai akhirnya wanita itu kembali ke kota dan berkata, "Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?". Dengan gelarnya sebagai "wanita yang lakone menang terus" (iykwim hehe), orang-orang di situ mungkin merasa risih dengan kehadirannya. Tapi pada akhirnya, mereka pun mengikuti wanita itu untuk menemui Yesus. Berita keselamatan pun tersebar di Samaria :)



What I learn:

Sama seperti yang kutulis di post sebelumnya, Tuhan bisa pakai siapapun untuk menjadi bagian dalam karya keselamatan. Di sini pun Tuhan ingatkan aku, bahwa Dia tahu segala sesuatu tentang diriku; I can't hide myself from Him. Dan oh, ya. Dia mengingatkanku juga bahwa berita keselamatan itu untuk semua orang tanpa terkecuali :) Jesus loves you, so that He died and rose again to save you from the eternal death. He wants you to be a part of the great celebration in Heaven! :) Injil bisa saja tersebar, tapi bagaimana denganmu? Maukah kamu menerimanya?


--**--


2. Kisah ini menceritakan tentang pegawai istana di Kapernaum yang memiliki seorang anak yang sedang sakit. Mendengar kabar Yesus yang kembali ke Kana (setelah pergi dari Yudea via Samaria), pegawai ini segera berangkat dari Kapernaum menuju kota itu. Padahal, dari Kapernaum ke Kana itu lumayan jauh lhooo. Sekitar 67km. Hampir sama kaya' jarak dari Solo--Jogja :O Begitu si pegawai ketemu Yesus, dia minta tolong buat Yesus buat nyembuhin anaknya. Eehhh, bukannya ngikut si pegawai buat ke rumahnya, Yesus justru bilang, "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya" (Yohanes 4:48).

DEG! Mungkin pegawai istana itu kaget setengah mati. "Lahhh, aku ke sini jauh-jauh buat minta Yesus nyembuhin anakku, kok malah dibilang gitu sih!?". And then he begged again, so Jesus would come with him. Tapi jawaban Yesus bener-bener nggak dia sangka, "Pergilah, anakmu hidup!". Wah! Seandainya kita di posisi si pegawai, apa yang akan kita lakukan? Apa kita bakal tetep ngotot buat minta Yesus ikut ke rumah, atau nurut sama perkataan-Nya?

Pegawai istana itu akhirnya memutuskan untuk pulang. He chose to believe Jesus. Padahal jarak tempuh dari Kapernaum-Kana-Kapernaum itu sekitar 130km. Wah, wah, wah... Mungkin bagi sebagian orang, si pegawai ini bodoh. Iyalah. Udah jauh-jauh jalan (mungkin sambil lari karena khawatir anaknya malah meninggal), boro-boro Yesus ke rumahnya... wong abis itu dia disuruh balik! Kan, (bagi sebagian orang) itu keputusan yang bodoh.



Tapi keputusan itu pun akhirnya berakhir dengan munculnya iman baru pada pegawai istana dan keluarganya. Ya, anaknya sembuh! Dia sembuh tepat saat Yesus berkata, "Anakmu hidup!". Wow! Ini membuktikan bahwa nggak ada satupun kuasa yang dapat membatasi kuasa Tuhan. Sama kaya' lagu ini, "Allah sanggup melakukan segala perkara. Dulu, s'karang, dan s'lamanya kuasa-Nya tidak berubah!" :)




What I learn:

Aku belajar bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati (Yakobus 2:17). Percuma aku percaya bahwa Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu, tapi akunya sendiri masih ragu-ragu. Aku diingatkan lagi bahwa sekalipun nggak ada yang mustahil, tapi aku juga harus jadi anak yang taat. Iya, taat sama firman-Nya, dan percaya bahwa Dia bertindak ketika aku telah melakukan apa yang jadi tanggung jawabku :)




3. Intinya di sini Yesus bilang bahwa Dia adalah Roti Hidup. Bagi siapa yang datang kepada-Nya, mereka nggak akan kelaparan (secara rohani). Tapi berhubung pada waktu itu orang-orang yang mendengarnya nggak paham, mereka pun memikirkan perkataan Yesus secara harfiah. Uh, oh. Padahal maksud-Nya bukan itu ._.  #sigh

Nah, dengan pernyataan Yesus itu, orang-orang pun meninggalkan Dia. Mereka--yang awalnya--berharap dapet roti seperti mujizat-lima-roti-dan-dua-ikan itu kecewa. Dikasih harapan palsu *eh*. Dan begitulah, tinggallah Yesus dan para murid-Nya. Ya, yang tersisa di situ cuma 12 murid-Nya!

Bahkan ketika Yesus bertanya, "Apakah kamu tidak mau pergi juga?" (Yohanes 6:67), Petrus  pun menjawab, "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah." (Yohanes 6:68--69). Well, walopun Petrus bilang gitu, tapi toh dia juga akan menyangkal Yesus nantinya. Tapi itu nggak mengubah imannya pada Sang Rabi.





What I Learn:

Aku belajar bahwa kita nggak bisa menafsirkan firman Tuhan dengan asal. Ingat, nggak semua firman Tuhan itu diulas dalam bentuk denotatif (dalam makna aslinya); tapi ada juga yang berupa perumpamaan. Aku nggak mau jadi orang Kristen yang cuma asal comot ayat dan menafsirkannya sesuka hatiku. Karena itu, aku butuh hikmat dari Roh Kudus untuk menjelaskan firman Tuhan yang kudapat :) Ini juga berlaku waktu aku denger kotbah. We need wisdom from God to understand His words.

No comments:

Post a Comment