Sunday, June 7, 2015

Day 5: A Prayer for My Kiddos

Edit Posted by with No comments
2 hari berturut-turut nggak nulis mulu nih :p kelupaan hahaha.. jadi hari-harinya aku tentuin berdasarkan kapan aja aku nulisnya ya :') hehe

Hm... cerita apa ya? Oya *gaje*.

Kebaktian di gereja hari ini antimainstrea, soalnya kebaktian ini juga jadi pembuka bulan anak (yeee~). Dan jujur, kotbahnya tadi (menurutku) cukup menusuk, terutama tadi pendetanya ngomong tentang violance of children.

Ngeri bener rasanya ngebayangin anak-anak yang masih kecil gitu ngalami yang namanya kekerasan :( FYI, kekerasan itu bukan cuma tentang kekerasan fisik, tapi juga kekerasan verbal, kekerasan sosial, anak-anaknya ditelantarin gitu... :’’ apapun jenisnya, violance of children dampaknya buruk banget.


Haishhh jangan sok tahu lahhh. Kan kamu masih baru mau kuliah. Tahu apaan soal anak-anak??

Lhoh, lhoh. Aku ngomongin fakta kok .__. Hehe. Oke lanjut.


Beberapa dampak violance of children:
a. anak jadi kurang percaya diri (minder)
b. anak jadi tidak punya tempat untuk menaruh rasa amannya di rumah
c. hubungan anak dengan orangtua rusak (jelas banget sih)
d. ada kemungkinan anak ingin untuk bunuh diri
e. anak bisa menjadi pengonsumsi narkoba, pornografi, dan hal lain yang mereka anggap bisa memuaskan diri mereka (padahal sebenarnya tidak).


Kasihan mereka, yang ngalami kekerasan kaya’ gitu :( dan kalo nggak dicegah sesegera mungkin, mereka bisa kepahitan sama keluarga mereka, dan (kemungkinan terburuk) mereka bisa melanjutkan rantai kekerasan itu pada orang lain, bahkan terhadap anak-anak mereka kelak!


Aku nggak mau suatu saat nanti (kalo aku udah punya anak), aku jadi orangtua yang menelantarkan anak-anak. Aku nggak mau kalo nanti aku jadi orangtua yang gagal... yang nggak bisa ngajarin anak-anak tentang firman Tuhan, yang nggak bisa deket sama anak-anak sendiri :( *sigh*
Source from Pinterest.
Just fill the blank with your
children's name :)


Kalo kalian punya keinginan yang sama juga denganku... yuk, kita sama-sama belajar dari masa single (dan bahkan kalo udah merid nanti...) untuk menjadi orangtua yang bertanggung jawab! :) banyak baca buku tentang anak-anak, mengasuh anak, mulai ngerjain pekerjaan rumah tangga, belajar mengontrol emosi, dsb... yuk yuk semangat! ^^9


Dear my future children,
Walopun Mama belum merid sama calon Papa kalian (lha wong menyandang status ‘in a relationship’ aja masih jauhhhhhh banget :’) hehe), tapi Mama pengenn banget berdoa buat kalian...
Semoga kalian jadi anak-anak yang takut akan Tuhan, jadi berkat lewat apapun yang kalian lakukan, punya hubungan yang deket sama Mama-calon Papa kalian, dan nggak bosen kalo seandainya ada altar keluarga (Mama ntar bakal cerita banyaaaakkk banget tentang Tuhan Yesus ke kalian, bahkan mungkin, sewaktu kalian masih in my womb kelak :))...
Mama pengen, suatu saat nanti, kita sekeluarga bisa pelayanan bareng. Hehe. Ya bukan apa-apa sih. Tapi Mama pengen apa yang akan kita lakukan nanti, akan kalian teladankan pada anak-anak kalian kelak. Begituuuu terus, sampai kedatangan Tuhan yang kedua kalinya :)
Aku yakin, calon Papa kalian juga akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendidik kalian menjadi semakin serupa dengan Kristus. Dan maafkan kami ya, kalo seandainya kami melakukan kekerasan tanpa sengaja (semoga nggak ada yang beginian sih hehe). Kalo kami sampai memukul, memarahi kalian dengan suara keras.. itu karena kami nggak tahu harus ngomong apalagi. Jadi tolong maklumi kami juga ya, kami juga manusia biasa yang nggak sempurna hehe.

Penuh cinta,
Mama-(calon) Papa

NB: sahabat Mama barusan ngirim screenshoots post Facebook temen-temennya (kakak adik gitu). Mama terharu nak :’’ Mama temen-temennya itu udah kembali ke Sorga sejak sebulan yang lalu. Dari situ Mama diingetin lagi, kalo apapun yang Mama punya (termasuk kalian kelak), itu anugerah Tuhan :’) jadi Mama nggak bisa memperlakukan kalian dengan semena-mena...

Sekali lagi, Mama pengennnn kalian bertumbuh, dan beriman hanya di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, satu-satunya Pribadi yang mau menanggung dosa-dosa seluruh umat manusia dari berbagai zaman, yang menerima kita, dan yang melayakkan kita untuk memanggil-Nya dengan sebutan ‘Ya Abba, Ya Bapa!’ :) xoxo

0 comments:

Post a Comment