Tuesday, March 25, 2014

Dare to be Different

Posted by Tabita Davinia at Tuesday, March 25, 2014
Hei haii :D


Baru-baru aku kepikiran buat nulis satu post tentang how to be different from this world (berdasarkan Alkitab tentunya :p)


Well... tahu sendiri kan, dunia sekarang udah rusak moralnya. Di mana-mana orang padha korupsi cuma untuk dapet kekuasaan, suap-menyuap uang demi naik jabatan, nyontek biar dapet nilai bagus, ngomong kasar dan ngelakuin tindakan kasar cuma untuk bisa diterima anggota kelompok, jadi konsumtif cuma untuk bisa pergi hang out sama temen-temen. Ada juga yang buru-buru pengen punya pacar cuma biar dianggep gaul sama orang lain (itu konsep pacaran yang SALAH KAPRAH) (°□° Dan pasti masih ada hal-hal buruk lainnya deh ._.


Dan jangan heran, kalo sekarang ada banyak orang Kristen (termasuk remaja yang *ngakunya sih* beragama Kristen) yang sedikit demi sedikit mulai terseret arus dunia itu. Mungkin juga dikarenakan alasan-alasan di atas *baca lagi tuh*. Tambah lama dunia tambah rusak, tambah gaje, tambah nggak jelas mau ke mana arahnya~ #nyanyi mode ON


Padahal, Tuhan udah bilang sama kita di dalam Roma 12:2:
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah, dan yang sempurna.” (ALKITAB Terjemahan Baru (TB) © LAI 1974)

Dan bukan cuma itu, Paulus dalam 1 Korintus 6:19-20 menulis:
Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (ALKITAB   Terjemahan Baru (TB) © LAI 1974)


Jelas banget Tuhan pengen hidup kita ini bisa jadi alat untuk melaksanakan apa yang Tuhan kehendaki. Karena apa? Karena hidup kita udah lunas dibayar sama Tuhan Yesus, dan Dia ingin agar hidup kita bisa memuliakan-Nya!

Sekarang coba bayangkan situasi ini:
Zaman dulu, yang namanya perbudakan itu lazim kan ya... nah, ceritanya ada orang kaya yang mau beli budak, terus dia pergi ke pasar budak, dan pulanglah dia dengan membawa seorang budak. Kira-kira, apa sih yang diharapkan orang kaya itu terhadap si budak? Tentu dia ingin agar si budak melaksanakan semua yang diperintahkan oleh orang kaya itu, kan? Dan agar si budak nggak memberontak saat disuruh melakukan hal yang (sebenarnya) nggak mau dilakukannya, betul kan?



Bro and sist, budak itu sama dengan yang namanya hamba. Hamba juga nggak punya hak untuk menolak apa yang diperintahkan oleh tuannya. Ibaratnya, hamba pada zaman dulu sama seperti barang. Dia nggak punya hak untuk membela dirinya saat dirinya difitnah (sama seperti Yusuf saat dia difitnah oleh istri Potifar). Wah, nggak enak kan .__.



Kita nggak akan bahas tentang enak-nggak enaknya jadi hamba, tapi kita akan bahas satu sifat yang dimiliki oleh seorang hamba. Yaitu SETIA. Yes, seorang hamba akan setia sama tuannya, bahkan sampai dia mati... Dia akan tetap menjaga kesetiaannya itu sama tuannya.
Bro and sist, kita adalah hamba-hamba Kristus yang telah dibeli oleh darah Kristus, yang nggak akan pernah bisa kita bayar dengan apapun juga. Bener-bener nggak habis pikir... Kenapa Dia mau membayar kita dengan darah-Nya? Kenapa Dia mau mati disalib demi kita, orang-orang yang sebenarnya nggak layak untu ditebus dari hukuman dosa? Kenapa Dia rela disiksa, dicambuk, dianiaya, diolok-olok, dimahkotai duri demi kita? Nggak masuk akal banget lah! But why...?



Because GOD LOVES US with HIS UNCONDITIONAL LOVE! That’s the answer J Kita yang nggak layak untuk menerima anugerah-Nya, sekarang kita telah dilayakkan-Nya. Wow. It’s an amazing salvation, isn’t it?
Kasih yang diberikan oleh orang tua, teman, sahabat, pacar, bahkan siapapun itu.. nggak bisa menandingi kasih yang telah dibuktikan Kristus bagi kita, lewat pengorbanan-Nya di atas kayu salib. God is the One and Only who loves me with His unconditional love. Pernyataan ini yang selalu mengingatkanku ketika aku merasa bahwa nggak ada yang mau mencintaiku, yang mau menerimaku apa adanya J J



Dan kok ya pas banget momennya, ini udah masuk minggu Pra-Paskah ke-3 :O



Karena itu, ayo kita mulai belajar untuk memuliakan Tuhan lewat setiap aspek kehidupan kita. Nggak usah memulainya dengan hal-hal yang muluk-muluk kok :p lewat hal-hal simple aja kita bisa memuliakan Dia.
Contohnya? Banyak! Bantu-bantu pekerjaan rumah tangga (terutama buat para ce :B), misalnya belajar nyapu, nyuci piring, masak, dst. Belajar dengan rajin (mengerjakan PR dengan sungguh-sungguh, belajar sebelum ulangan/tes/ujian). Kalo ada temen yang ngomong kasar, nggak usah ikut-ikutan. Kalo ada yang udah punya pacar, ya nggak usah ngebet pengen cepet-cepet punya pacar (nanti kalo nggak sabar, bisa-bisa malah ngebet mau cepet-cepet nikah #plak!! :v). Kalo udah punya pacar, ya jangan PHP-in, jangan mendua. Jaga kekudusan hidup. Dateng on time (FYI, aku juga baru belajar buat bisa dateng on time :p sori kalo kadang aku dateng telat ya hehe). etc.



Ada satu temenku yang pernah bilang, kalo kita sebagai remaja Kristen harus anti-mainstream dari dunia ini. Anti-mainstream di sini maksudnya adalah... kita bener-bener jadi pelaku firman Tuhan :) kita nggak mau ikut-ikutan apa yang dunia ajarkan (konsumtivisme, individualisme, hedonisme, egosentris, dll.), tapi kita mau untuk jadi trend-setter bagi dunia untuk melakukan apa yang Tuhan kehendaki.



So... dare to be different ya! J Jadilah remaja yang jadi teladan dalam kehidupan ini. Tuhan memberkati :D Soli Deo Gloria!!




Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu, dan dalam kesucianmu.
1 Timotius 4;12
(ALKITAB  Terjemahan Baru (TB) © LAI 1974)

0 comments:

Post a Comment

 

Chocolates of Life Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea