Wednesday, April 16, 2014

Keep My Purity :) (2) #Words edition

Posted by Tabita Davinia at Wednesday, April 16, 2014
“Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.”
(Matius 5:37 – TB © LAI 1974)



Kalo beberapa waktu yang lalu aku menulis tentang sosmed, sekarang aku mau menulis tentang perkataan :)

Pernahkah kalian pengen sehariii aja diem doang, nggak ngomong satu patah kata apapun? Kalopun mau jawab pertanyaan juga singkat-singkat?


Well... aku pernah lhoh :p kenapa? Karenaaaa aku merasa kalo aku ngomong itu nggak digagas sama yang lain, karena aku merasa percuma aja kalo aku ngomong.


Tapi aku nggak tahan kalo kaya’ gitu terus :v jadilah aku yang sekarang, yang cerewet kaya’ gini *banyak orang bilang kalo aku ini cerewet, padahal sebenernya ya nggak juga sih lol!*


Tapi jujur nih, kadang kalo aku kelewat cerewetnya, bisa-bisa aku ngomongnya jadi ngalor ngidul, ngomong macem-macem (dan kebanyakan nggak penting). Duh, parah parah...


Guys, kalo seandainya kita nggak bisa menjaga perkataan kita, maka akibatnya bisa parah banget lho :O Tahu istilah “perkataanmu adalah pikiranmu”, kan? Yap, fungsi dari perkataan kita adalah sebagai sebuah sarana untuk menyampaikan pikiran kita. Dan jangan lupa, pikiran kita itu berasal dari hati kita. That’s why Lord teaches us to think in the good way, not in the bad one.



TAPI, pikiran kita itu bisa berasal dari banyaaaaaakkkkk hal. Contohnya? Dari buku, internet, pengalaman sehari-hari, bahkan bisa juga dari saat teduh (SaTe)! (hayo, siapa yang sampai saat ini masih belum SaTe? :p). Wkwkwk.. Dari banyak hal itu pula, kita bisa tahu tentang how to be a good child, a nice student, a humble God’s servant, etc. (pokoknya yang baik-baik aja deh XD).


Sayangnya, nggak sedikit orang-orang zaman sekarang yang menganggap ini bukan perkara yang mudah ._. banyak orang mikir, “Halah, this is my life. So there are no rules for me! I’m free to choose what I want to do!”. Nggak heran kalo apa-apa yang baik itu relatif. Di sini bisa dianggap benar, di sana bisa dianggap salah. Di situ boleh dilakukan, di tempat lain kalo ngelakuin itu bisa dihukum -_- uhh.


Kemarin Sabtu (baca: 5 April), di persekutuan Remaja di gerejaku, temanya tentang dosa abu-abu. Hayoooo.. ada yang pernah denger tentang dosa itu nggak? :P


Lah, emang dosa bisa berwarna? Harusnya bisa kelihatan dong!
à jadi inget chat di grup Whatsapp bareng beberapa temen :p wkwkwk...


Coba aku sharing-kan di sini ya :)


*Waktu kamu mau ngelakuin sesuatu, coba pikir ini:
1. Apa lewat tindakanku ini, aku jadi batu sandungan?
2. Kenapa aku harus/mau ngelakuin hal ini?
3. Siapa yang lebih kamu takuti, Tuhan atau manusia?


*Jangan takut untuk melakukan kebenaran, walaupun resikonya kita akan dimusuhi banyak orang!


*Well... apa sih, yang membuat adanya wilayah abu-abu itu?
1. Karena nggak ada peraturan! (Hakim-Hakim 21:25)
2. Karena nggak tahu/nggak taat peraturan (Roma 13:1-3)


Sebenernya sih, yang namanya dosa itu sama semua. Nggak ada yang namanya dosa hitam, dosa putih, apalagi dosa abu-abu! Nanti mah ada juga yang namanya dosa kuning, dosa hijau, dosa biru, dst (malah jadi lagu) wkwkwk...


Trus, hubungannya sama jaga kekudusan hidup apa coba? Apalagi ada hubungannya sama kata-kata?


Guys, sekarang yang namanya kata-kata itu semakin lama semakin berkembang. Dulu aku nggak tahu apa itu yang namanya ‘woles’, ‘keles’ (yang artinya ‘santai’ dan ‘kali à contoh: woles aja, kelesss; yang artinya ‘santai aja, kaliiii’) wkwkwk.. *efek masuk sekolah negeri kali, ya :v*. Aku memang agak kudet (kurang update) sama yang beginian -.- hehe.


TAPIIIII, jangan salah. Bisa juga ada kata-kata kasar yang sengaja diplesetkan jadi kata-kata yang (seolah-olah) nggak apa-apa kalo diucapkan. Waduh! Ada buanyakkkk itu -___-


Dan di sinilah tantangan kita, sebagai orang-orang Kristen, yang adalah PENGIKUT Kristus, dan bukan hanya penggemar-Nya *efek mau Paskah ini :D*. Mengikuti Kristus adalah kebanggaan, sekaligus salib yang harus kita tanggung. Termasuk bertahan di dalam kesetiaan kita kepada Tuhan :)


Susah? Oh pasti! Sekarang dunia jadi kebolak-balik, nih. Dulu, orang yang melakukan kesalahan bakal dihukum. Orang yang seperti itu bakal ‘diasingkan’ dari temen-temennya. Lah sekarang? Orang yang melakukan kebenaran malah ‘diasingkan’ balik! Haduh duh.. -___-


Dari mana kita bisa menjaga perkataan kita dari hal-hal yang nggak bener?


Sama seperti yang udah kutulis di atas, perkataan kita berasal dari pikiran, dan pikiran berasal dari hati. Jadi, dapat disimpulkan bahwa perkataan kita berasal dari hati (kangen silogisme waktu kelas 10 :B). Otomatis hati kita pun harus terlindungi dari hal-hal yang berlawanan dengan Fir-Tu, ya kan?


Dan apa yang bisa kita pakai untuk jadi pelindung hati kita ini?


Guys, kita tahu bahwa hati kita ini dikasih kepekaan sama Tuhan, kalo kita minta itu sama Tuhan. He’ll lead us for doing in His ways, not in the other ones. Ketika  kita mau dibentuk sama Tuhan, pelan-pelan Dia akan membentuk kita menjadi semakin serupa dengan-Nya.


Selama masa Pra Paskah, aku lagi baca buku “Sacred Search” yang ditulis oleh Gary Thomas (masa Pra Paskah malah baca buku tentang ph ._. #parah). Dan di situ, beliau menuliskan BANYAK hal tentang kekudusan hidup yang harus dijaga oleh setiap orang Kristen (kalo dari buku itu sih, konteksnya tentang keep our purity for our journey-mates in future). Aku diingatkan untuk tetap menjaga kekudusan hidupku, karena memang itu yang Tuhan mau :D


So, kalo kita mulai merasa bahwa menjaga perkataan kita itu sulit, coba ingat ini:


“Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih?
Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.”
(Mazmur 119:9 – TB © LAI 1974)



Firman Tuhan (alias Fir-Tu) akan menolong kita untuk tetap hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Nah, inilah peran SaTe itu :) we need a quality time with God, bro and sist!
Dan juga, perkuat ikatan kekeluargaan dan persaudaraan di dalam komunitasmu (di keluarga, di komsel, di KTB, di dalam persahabatanmu, di komunitas Teen-Youth, etc.). Karena lewat ikatan itu, kita juga akan dibina dengan baik :D dibina untuk menjaga kekudusan hidup, terutama lewat perkataan kita. Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik, kata Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus.




Jadi, selamat berkata-kata dengan bijak ya :D

0 comments:

Post a Comment

 

Chocolates of Life Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea