Friday, November 4, 2011

I4 - Puisi - Cerpen (2)

Edit Posted by with 2 comments
Puisiku!! *nilai = 80*




DUA BELAS


Dua belas, bukanlah angka yang buruk
Bukan pula angka yang menarik
Entahlah, bagiku dua belas adalah angka
yang penuh dengan sejuta misteri




12 Oktober, hari di mana malaikat maut
mengincar nyawamu
Komplikasi berbagai penyakit telah menggerogoti,
hingga dirimu tinggalkan nama


Desember juga bulan ke - 12
Penghujung tahun yang juga menyimpan banyak hal,
apakah aku akan menggapai mimpiku?
Apakah aku tetap ada sampai titik penghabisan? -made at 12.10.2011-




JANJI ITU (nilai - 90)


Bukan di taman, bukan pula di taman *baru nyadar kalau aku mengulang 2 kali kata yang sama hari ini -_-*
Semuanya mengalir di gereja,
di sudut ruangan kecil yang tak berguna itu
Entah itu ditenttukan Tuhan atau tidak


Kata - kata itu mengalir dengan mulusnya,
tepat saat bel itu mengalun dengan ramainya
Kau katakan tanpa ragu,
diiringi tatapan elangmu


Oke, anggap aku mau jadi pendampingmu
Tetapi, aku tak ingin ada di belakangmu
Aku-pun tak ingin kau di belakangmu
Kau ingin aku ada di sampingku


Ruangan itulah saksi bisu janji kami
Walaupun orang bilang tak berguna,
tapi bagi kami ruangan itulah tanda
Tanda bahwa petualangan kami dimulai


-PS = aku bener2 mau punya~ aaa~ puisiku terlalu menginspirasiku!! *o, aku mulai...*


Galau >.< (Nilai = 90)


Tidak
Nggak mau
Aku nggak mau begini
Hubungan yang tanpa keterangan


Teman? Bukan, aku adiknya
Pacar? Entahlah, aku nggak tahu
Keluarga? Kurasa, kami satu keluarga Allah
Musuh? Bukan, aku dan dia tak saling benci


Ke-galauan itu terus berlanjut
Mau sampai kapan kita begini?
Aku nggak suka kalau hubungan kita netral,
maksudku, aku nggak ingin hubungan yang nanggung...


Tapi, terserahlah. Kalaupun kamu ingin begini,
aku rela, kok. Aku nggak mau ambil pusing
Sekarang, apa yang kau pilih,
lanjut, atau pisah?


Menjepit (nilai = 95 (!!!))


Kepiting terbiasa menjepitku,
mengingat aku seorang petualang bahari
Jepit baju biasa melukai tanganku,
melihat aku seorang buruh cuci


Tapi apa menurutmu ini wajar,
saat aku yang seperti itu terjepit
dua asmara yang sama besar,
dan dari sekandung yang sama?


Aku mendapat dilema,
dilema yang merajalela
Tiada ampun aku menderita
Nelangsa jepit itu terulang lagi


-PS = thx for Natalia Ivanaputri for the idea 'JEPIT' ^^-


well... cuma 4 puisi di atas yang akan kusalin, ku-print, dan kukumpulkan ke guru yang bersangkutan *P' Yudi - guru B Indonesia -




thanks for reading! :3

2 comments:

  1. apa c' thea? wkwkwk...

    tnang, tnang. ak blm punya og
    cma lg galau ttg tmenku se-greja :)

    ReplyDelete