Follow Me @aoifide_artworks

@aoifide_artworks

Sunday, January 27, 2013

Ini Lagi? (Aduh)

Dannnn.. untuk kesekian kalinya (mungkin 100 kali .__.), aku (kembali) melihat tweet yang isinya galau-galau di TL-ku.



Oh, God. Why? --"



Serius. Belakangan ini, tiap aku buka Twitter, isinya galau semua. Atau tidak, ada mention-mention yang nyelip di antara tweet yang (sebagian besar) isinya galau.




Err... *rasanya mau banting net-book*



Maksudku, HALO. Setiap tweet yang kita post-kan itu dilihat banyak orang (yang mem-follow kita, tentu saja). Apa kita nggak takut kalau 'rahasia' kita dipublikasikan secara besar-besaran oleh orang yang membaca tweet kita (yang tentu saja isinya galau tingkat dewa)?



Oke. Jujur, dulu... sewaktu aku masih masuk dalam tahap MOS di SMA (mendadak kangen masa-masa itu :') Sebentar lagi aku kelas 11, dan kakak kelasku yang keren itu udah kuliah #apaansih), aku sempat protes di Twitter tentang kakak kelasku yang (kelihatannya) sok banget. Sok ngatur. Dsb...


Jadi, ceritanya itu... tasku digeledah sama seorang kakak kelasku (dia salah satu anggota subsie apa gitu. Aku lupa. PKS mungkin?). Nah, berhubung aku telanjur sebal sama dia (maaf, kakak #pengakuan dosa), akhirnya aku nulis-nulis gaje di Twitter (yang jelas, aku menumpahkan semua emosiku ke situ #lebay).





Untungnya, ada seorang kakak kelasku (dia dari Rokris di sekolahku, dan aku baru sadar kalau dia kakak kelasku sewaktu SMP ketika aku masuk SMA) yang mengingatkan aku untuk tidak menggosipkan kakak kelasku yang sok itu.



:') Jadilah kuhapus tweet yang baru saja kutulis itu. Makasih, C' ^^




Jadi, tahu sendiri kan, akibatnya kalau semua emosimu tumpah ke media sosial? Dinasehati (masih beruntung kalau masih digituin. Kalau seandainya dipanggil BK atau Wakasek Kesiswaan? Nah!), diomeli, atau dirasani di media sosial juga.





Kalian pilih yang mana? Tetap nekat menyimpan tulisan galau (frontal?) itu, atau menghapusnya? Atau mulai mencoba untuk menulis tentang hal-hal positif, unik, dan yang jelas nggak bikin pembacanya eneg untuk membacanya?




Well... Choose the best ya :)

No comments:

Post a Comment