Follow Me @aoifide_artworks

@aoifide_artworks

Saturday, November 8, 2014

Coret-coretmumpungsuwung :)

I didn't share this article on my social media, because in this article I want to tell you about someone whom I pray for.. There are too many things to be told, but I have one conclussion of the story: pray until something happens! :)




Kadang aku berpikir kalo aku terlalu cepat mengambil keputusan untuk berdoa dan bergumul tentang ph. Apalagi, aku berdoa bagi seseorang yang juga sedang berdoa untukku (dengan posisi aku menjadi calon ph-nya). Dan pergumulan ini telah berlangsung selama setahun lebih! Hm... sounds crazy, doesn't it?


Dan yang lebih gila lagi adalah... aku berdoa untuk seseorang yang lebih tua dariku. Kalo selisih umurnya 2 ato 3 tahun gitu mah gapapa kali ya, masih dimaklumi. Lah ini... selisih umurnya itu lebih dari itu! >.< tapi (tetep aja) itu nggak berarti kalo aku berdoa untuk seseorang yang 10 tahun lebih tua dariku ya :p


And the most craziest is... he has a physical weakness, which makes his health not healthy as other. Kelemahan itu bersifat menurun, dan sebenarnya... that makes me feel disappointed and hopeless on him. *duh jujur banget -.-*


Siapapun pasti maunya punya ph yang sehat, dan (lebih bagus lagi) kalo ph mereka nggak punya kelemahan fisik yang bisa menurun, ya kan?


Aku maunya juga begitu. Dan dengan kondisinya yang seperti itu, aku ingin agar dia bisa sembuh dari kelemahan fisiknya itu. Tapi sampai detik ini... aku  melihat bahwa Tuhan masih belum memulihkan fisiknya. Dan kadang, itu membuatku merasa bahwa he's not the right one for me.


"Kenapa, Tuhan?" pikirku, "Kenapa harus aku yang menjadi orang pertama yang mendoakan dan didoakan olehnya? Apa maksud dari pergumulan yang sedang kami jalani ini? Apa pergumulan ini memang langkah awal bagi kami untuk memulai sebuah hubungan yang baru, atau... pergumulan ini cuma jadi semacam latihan bagi kami untuk berdoa dan bergumul bagi calon ph kami, sebelum Tuhan mempertemukan kami dengan ph kami masing-masing?"



Harus aku akui sih, kadang aku ingin agar dia segera sembuh sebelum masa pergumulan kami ini berakhir (sebelum menentukan langkah apa yang akan kami ambil). But I think it's too impossible for him to be healed. Dokter udah padha angkat tangan, dianya juga udah dikasih pemberitahuan *dari SaTe-nya dulu*, kalo dia nggak akan bisa sembuh. Hiks. Rasanya usaha buat doain dia selama ini jadi stuck, berhenti, capek.





Jangan pernah membayangkan masa pergumulan ini sebagai sebuah masa yang bercerita tentang tawa,kegembiraan, penuh cinta, kekonyolan, dan sebangsanya. NopeSometimes it really hurts my heart, GuysThere are tears for a night. Feel disappointed? Ugh, it could be lah.



Butuh perjuangan besar buat bisa tetap setia berdoa dan bergumul untuknya, walopun sampai saat ini aku nggak tahu apa yang bakal terjadi saat masa pergumulan ini berakhir. Akankah kami benar-benar bisa menyandang status in a relationship, ato masa ini cuma jadi masa untuk melatih kami bergumul tentang ph? Who knows?



Kalo aku mengasihi dia dengan kasih yang aku punya, itu percuma. Useless. Karena kasih yang aku punya berasal dari dunia ini. Dan bukan itu yang Tuhan mau. Dia mau agar aku mengasihi dia dengan kasih-Nya, with Agape love.


Memang bukan hal yang mudah untuk bergumul tentang ph. Apalagi, rata-rata orang di zaman sekarang langsung mengiyakan untuk jadi pasangan seseorang, tanpa berdoa dan bergumul terlebih dahulu. But it's okay :) Selama masa pergumulan ini, harus aku akui, aku jadi lebih deket sama Tuhan. Aku juga belajar untuk mendengarkan pendapat orang lain. Termasuk menyelesaikan masalah yang terjadi karena perbedaan pendapat yang ada :B hehe



Satu hal yang jelas, aku ingin agar pergumulan yang sedang aku jalani ini bisa jadi berkat untuk orang lain. Yup, aku ingin agar orang lain dapat melihat bahwa ada Tuhan yang bekerja di dalam pergumulan itu, sehingga kami bisa bertahan sampai saat ini. Seandainya Tuhan tidak menyertai kami, mungkin salah satu dari kami (and I think it was myself :p) bakal bilang, "Aku nyerah. Mau mundur aja". Thanks God :))




More than it, I want this struggle will make His name more glorified and magnify. Entahlah, rasanya aku emang nggak sabar buat tahu apa akhir cerita dari pergumulan ini. Tapi sama kaya' yang dibilang temenku, "Biarkan mengalir saja, let it flow~" :) Yap, aku ingin membiarkan cerita ini mengalir. Aku ingin agar perasaan itu terus Tuhan tumbuhkan (kalo emang dia orang yang tepat untukku. Kalo enggak, pangkas perasaan ini, ya Tuhan :'' I'm ready with every probability kok). Dan biarlah orang-orang yang melihat pergumulan kami dapat berkata, "You've blessed me with your struggle! God is good all the time. Everything is beautiful on its time!" hehehe. It's so amazing when God will be glorified and maginfied from our struggle's story (ato bahkan dengan adanya our love storyDunno haha)




Oke, sekian dulu uneg-unegnya ya hehe. Anyway, ini tulisan udah lama banget ada di draft. Aku belum sempet ngelanjutin mulu sih --" hahaha.




Buat yang merasa aja sih :)


Itu uneg-unegku. Maaf kalo nggak berkenan di hati.
But that's what I feel now. I still believe a miracle.


Danke fur alles :)


No comments:

Post a Comment