Follow Me @aoifide_artworks

@aoifide_artworks

Thursday, May 23, 2013

Stephen

Ceritanya ini jadi tugas bahasa Indonesia :v hahaha


Di hari Minggu siang pada pertengahan bulan April, ada gladi bersih paduan suara di gedung olah raga kota. 2 hari lagi, kota ini akan berulang tahun yang ke-487, dan paduan suara itu dimintai tolong dewan kota untuk ikut memeriahkan ulang tahun tersebut. Di dalam kelompok paduan suara itu, ada Stephen, pembimbing latihan gitarku. Nah, hari ini, aku sudah berjanji padanya untuk menceritakan sesuatu padanya. Jadi, aku menunggunya di kantin gedung itu.


“Hayoo~” dua tangan mendarat di atas meja, dan aku kaget karenanya. Entah kenapa, ia selalu mengagetkanku dengan berbagai cara. Menyebalkan. Haha.

“Stephen -_- kamu itu apaan sih? Sejak kapan kamu keluar dari situ?” aku bertanya sambil menunjuk gedung olah raga.

Dia meringis. “Baru saja. Hehe~ Kaget ya? Maaf, Grace. Tapi entah kenapa aku suka mengagetkanmu. Hahaha~” katanya.

“Menyebalkan :p Omong-omong, bagaimana hasil latihannya tadi?” tanyaku.

“Jauh lebih baik dari yang sebelumnya. Oh iya. Kamu janji padaku untuk menceritakan tentang sahabatmu, kan?” Rupanya Stephen masih ingat soal itu.


Aku tersenyum kecil. “Oh, itu. Ehm... Jadi, entah kenapa, akhir-akhir ini aku merasa bahwa kecrohan yang ada di antara kami sudah kelewatan,” kataku.

“Kecrohan? Oh, maksudmu saat teman-temanmu mengecrohimu dengan ‘Ciee~ Grace sama Wilson, ciee~’ ya, kan?” tanyanya.

Aku mengerutkan dahi. “Wilson? Bukan~ Watson!” kataku sambil tertawa.

Stephen nyengir. “Oh, iya XD maaf. Maksudku Watson. Hahaha~”

“Dan aku bingung harus bagaimana untuk menghadapinya .__. Kan, kalau menjauhinya akan kelihatan kalau aku punya masalah sama dia,” lanjutku.


“Hm...” Stephen bergumam, “dulu sewaktu aku seumuran denganmu, aku juga mengalami hal yang sama denganmu.”

Aku membelalakkan mata. “Oh, ya? Cerita dong, Phen, cerita” kataku.

Dia tertawa. “Baiklah. Hahaha~”


“Ehm, jadi... Dulu ada seorang gadis yang sering mendekatiku di kelas. Dia sering duduk bersamaku, dan dia juga sering bertanya padaku soal pelajaran,” katanya saat memulai cerita. “Dan jujur, akhirnya aku jadi suka padanya,” lanjutnya.

“Kami kami sering ngobrol, kami juga sering dikecrohi sama teman-teman. Sampai suatu saat, dia mengirimiki SMS,” dia berkata lagi.

“SMS tentang apa?” tanyaku penasaran.


Stephen menarik nafas, lalu melanjutkan, “’Phen, maaf. Kurasa kita harus menjauh. Ada 3 alasan. Pertama, aku jadi sungkan dan merasa bersalah padamu, saat teman-teman mengecrohi kita. Kedua, aku juga ingin lebih mengenal teman-teman yang lain. Dan yang ketiga, aku nggak ada rasa apa-apa sama kamu.’. Rasanya itu mak-jleb banget. Dan sejak saat itu, kami nggak pernah ngobrol lagi.”



Aku terhenyak ‘Apa ini juga yang terjadi, kalau aku menjauhi Watson?’


“Aku nggak ingin pengalamanku terulang lagi padamu, Grace. Jadi, sebaiknya kamu tetap bersikap baik pada Watson. Jangan salah tingkah setiap teman-teman mengecrohimu, karena itu kan, cuma bahan bercandaan aja,” saran Stephen sambil tersenyum.

Aku mendesah, “Tapi itu sulit...”

“Tapi tidak ada salahnya untuk mencoba, kan?” tanyanya sambil menatap dalam mataku.


Aku terdiam. ‘Benar juga, ya. Mungkin aku bisa mencobanya,’ batinku.

“Terima kasih, Stephen. Karena kamu sudah mau mendengar curhatku, dan memberiku saran untuk masalahku. Hehe,” kataku sambil tersenyum kecil.

“Sama-sama. Aku senang bisa menolongmu, Grace,” jawabnya sambil berdiri. “Ayo, jadi pulang bareng, kan?”

Aku mengangguk. Lalu kami berjalan pulang.



Beberapa hari kemudian, saat aku masuk sekolah lagi, aku tetap mencoba untuk tetap bersikap santai saat dikecrohi (eh :v), dan tetap bersikap baik pada Watson seperti biasa.


“Ciee~ Watson sama Grace ngerjain tugas bareng-bareng,” teman-teman (kembali) mengecrohiku dengan Watson.


“Grace, kamu harus tenang~ Tenang~” batinku sambil terus mengerjakan tugas itu.

“Kamu nggak apa-apa, kan, Grace?” tanya Watson padaku.

Aku mengangguk kecil. “Iya, tenang saja. Hehe~” kataku sambil tersenyum untuk menenangkannya.

Melihatku yang tersenyum, Watson pun tersenyum. Dan kami kembali mengerjakan tugas. Sementara itu, kecrohan teman-teman yang lain mulai berkurang, karena kami tidak terlalu menanggapinya. Haha XD Terima kasih, Stephen!! ^^

07:50 a.m.
14.05.2013

No comments:

Post a Comment