Follow Me @aoifideco

@aoifideco

Tampilkan postingan dengan label BGR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BGR. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Juni 2018

Hati, kok, Dibuat Mainan?

Selasa, Juni 12, 2018 0 Comments
Sebenernya tulisan ini udah pengen kutulis sejak berbulan-bulan yang lalu, tapi apa daya semesta tidak mendukung :p Haha. Jadi baru bisa nulis sekarang, di sela-sela liburan sebelum KKN melanda.



--**--


Kemaren Sabtu, aku dan dua temenku ngobrol di gereja soal PH (pitsahatlewat). Agak galau gitu, sih bawaannya. Singkat cerita, aku ngomong, "Bener, Ci' (you-know-who-you-are wakakaka). Hati kita kan, bukan buat mainan, ya." Diiyani sama dia :p wakakaka... *malah ngompori *loh *ampunn

Kesel ga sih, kalo kita udah memperjuangkan cinta sedemikian rupa, dan ada respon positif dari si doi, eh ternyata nggak jadi lanjut karena nggak yakin--padahal udah yakin segitunya? Rasanya pengen nyanyi lagunya BCL, "'Ku ingin marah, melampiaskan, tapi 'ku hanyalah sendiri di sini..." yang baru nge-hits lagi di kalangan siswa maupun mahasiswa wkwk.

But seriously, siapa sih, yang mau membangun cinta (karena jatuh cinta udah mainstream) bersama orang yang menggantungkan hubungan terlalu lama tanpa kejelasan yang pasti? Padahal semakin waktu berlalu, tentunya kita butuh kejelasan hubungan kan? Kalopun udah didoain bareng dan rasanya masih kurang mantep--sedangkan udah ada konfirmasi buat lanjut dari otoritas, nggak ada salahnya buat tetep didoain dan dipergumulkan lagi, kan?


Btw, waktu mikir soal "hati-kok-dibuat-mainan" ini, aku jadi inget waktu pernah kepikiran orang lain selama mendoakan si ex pada masanya... sampe waktu kami udah jadian -.-" #sigh. Ini parah banget sih, emang. Tapi bersyukur karena fase itu mulai kutinggalkan :p hehe. Trus aku mikir, "Lah, jangan-jangan aku juga mainin atine dia dong." *duh *tepok dahi. Udah ngomong ke dia juga secara langsung, dan kadang-kadang itu yang bikin kami berantem *pfft. Apalagi kalo bukan karena his physical apperance?




But now, I realize that I took him to be granted.





Dia orang paling pertama yang ngerti kalo aku bergumul soal penerimaan diri :) *diikuti orang-orang lain yang you-know-who-you-are :") #cried

Dia orang yang jadi tempat pelampiasan waktu aku marah atau kesel sama yang lain.

Dia orang yang tahu pertama kali kalo aku juga sedang berjuang buat nggak mikir to end up my life *diikuti beberapa orang lainnya :s

Dia juga jadi orang yang bikin aku percaya pentingnya penerimaan dari orang lain tanpa judging (selain Ci Rika sebagai mentor wkwk), terutama waktu aku baru nggak mau dikasih saran yang bertele-tele atau kalimat klise, "Tuhan itu peduli sama kamu, lho blablabla." Sorry to say, tapi itu cuma omong tok kalo aku baru depressed dan sebenernya cuma butuh orang di sampingku buat nemenin aku hehe :(



*yapss, I'm not kidding when I wrote that I want to suicide. Seriously. Bagi sebagian orang, aku dibilang kuat dan bisa jadi inspirasi lewat tulisan (anyway, thankss). Tapi di dalem, aku juga bergumul berat soal aku-ini-ga-punya-talenta-yang-bisa-ngehasilin-duit, daripada-minta-duit-terus-ke-ortu-mending-jual-apa-giti-tapi-aku-ga-punya-artsy-hands-kayak-yang-di-IG-gitu, dann segudang pikiran negatif di otak yang harus dipulihkan. YES! I realized that I need to be healed! Makanya November nanti aku berencana buat ikut School of Healing di Jogja :))



Intinya, aku dulu juga sedang mempermainkan hatinya dengan segala pikiran negatif dan penolakanku atas kondisi fisiknya yang nggak sesuai sama harapanku. Padahal lain-lainnya mah... aman bangett :( *semua kriteria lainnya masuk. *HEHE I wrote about this here why the relationship was ended, so kindly check it out there! - 2023



Dan yang lebih parah, aku mempermainkan hati Sang Pencipta yang udah rela memberikan nyawa-Nya untuk menebusku :(( How rebel am I, but His love is still clear and covers me through everyone that He sent to me.


...
I can see Your heart in 8 billion different ways
Every precious one a child You've died to save
If You gave Your life to love them
so will I

(So Will I - Hillsong United)



--**--


Kepadamu yang juga sedang berjuang untuk tetap bertahan hidup di tengah keputusasaan,



kamu nggak sendirian :)




Your mercy, O Lord, is in the heavens,
Your faithfulness reaches to the clouds.
-King David, on Psalms 36:6 [NKJV]


Selasa, 20 Februari 2018

Hutang Lunas, ya!: I'm Exploding!

Selasa, Februari 20, 2018 0 Comments
"Wooo ra sah emosi!" (ra sah. Ora usah. Nggak usah - bahasa Jawa)

Padahal emosi sendiri adalah suatu kondisi perasaan seseorang ketika dia mengalami sesuatu. Emosi merupakan gabungan hasil dari bawaan (nature) dan pembelajaran dalam lingkungan (nurture), serta bisa memengaruhi kondisi fisiologisnya (jantung berdebar kencang, nafas memburu *halah*, dll.). Emosi dasar pun terdiri dari lima macam; yaitu senang, sedih, marah, jijik, dan takut. Nonton Inside Out deh, buat lebih tau jelasnya :) Tapi jangan yang pake subtitle Indonesia. Ngakak sendiri ntar. "Sedih, jangan! Kamu nanti merusak memori Riley," kata Senang.




WAIT, INI KOK JADI KAYA' MAU NULIS MAKALAH?

Iya, biar pembukanya nggak mainstream :p *ngelesdotcom*. Sebenernya ini tulisan dibikin buat jadi bahan sharing di grup BR yang udah kujanjiin sejak dua minggu lalu--tapi lupa ditulis mulu heheu. Jadi yaudah. Di sela-sela belajar buat kuis dan nyuci, aku share sekarang, yaa.


--**--


Minggu pertama kuliah (tanggal 5-9 Februari kemaren) berjalan dengan lancar, bisa ngasdos dengan baik (walopun sempet agak kelabakan gara-gara sebelumnya belum kedaftar sama akademik--puji Tuhan besok udah masuk ke pertemuan keenam :D). Tapi permasalahannya mulai muncul di hari Jumat.

Jumat, 27 Oktober 2017

Rumah Impian

Jumat, Oktober 27, 2017 2 Comments
Hehe jangan bosen ya gaes, kalo baca tulisanku :p Mumpung selo-di-antara-deadline-laprak-dan-tugas-lainnya wkwk.

Beberapa minggu yang lalu, waktu masih vakum dari nulis blog, aku buka-buka blog sesama blogger Kristen di sini (wkwk iya, sampe sekarang pun tulisan Ci Cella di mana-mana tetep memberkati :3). Di situ Ci Cella sempet share tentang rumah impiannya. Terus aku juga jadi pengen nulis gituan deh :p (ditambah udah diskusi sama Ko T sang calon *ups) Huakakakaka...

So check it out mine here! :)


--**--

Rabu, 26 April 2017

Matius 19 dan Amsal 19

Rabu, April 26, 2017 0 Comments
(masuk ke buku baru yay :p)

S: Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia -- Matius 19:6

Rabu, 19 April 2017

Matius 14 dan Amsal 14

Rabu, April 19, 2017 0 Comments
S: Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan". Yesus berkata: "Bawalah kemari pada-Ku" (Matius 14:17--18)

    Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. (Matius 14:23a)

O: Ada 5.000 orang laki-laki (ga termasuk perempuan dan anak-anak, ayat 21). Ga ada makanan. Hari hampir gelap. Wah, kacau. Dan yang ada di situ... cuma lima roti dan dua ikan (yang dibawa anak kecil, Yohanes 6:9). Duh, mana mungkin cukup, kan? Mau secuil sekecil apapun nggak bakal bisa mengenyangkan -.-"

Selasa, 18 April 2017

Matius 12 dan Amsal 12

Selasa, April 18, 2017 0 Comments
S: "Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal"- Matius 12:33

O: "Buah tidak jatuh jauh dari pohonnya". Yap, artinya bahwa anak itu mirip orang tuanya--termasuk dalam fisik (walopun nggak 100% juga, sih. Ada juga yang campuran dari kakek-neneknya). Aku sering dibilang mirip sama papa-mamaku :) Yaudah sih, mikirnya mah, "Wah, berarti emang nggak ketuker anaknya" :p LOL.

Selasa, 11 April 2017

Matius 7 dan Amsal 7

Selasa, April 11, 2017 0 Comments
S: "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?" (Matius 7:3, TB)

O: Kenal dengan peribahasa kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak? Nah, peribahasa ini punya makna yang sama dengan ayat di atas. Yaaa.. jujur nih, ngomongin tentang keburukan orang lain tuh, emang enak ya :p  "Eh, si A kan gini gitu" "Iya, tuh. Munafik lah ya dia itu" --> tapi dianya juga munafik. Haha. Yang penting kan, bukan kitanya yang dibahas :p Semakin digosok, semakin sip #thepowerofgossipers

Rabu, 05 April 2017

Jam Mr. Roger

Rabu, April 05, 2017 0 Comments
Jadi ceritanya, beberapa waktu yang lalu aku pernah ikut lomba bikin cerpen di Line. Tapi berhubung ceritanya (mungkin) sooo krik krik, jadi nggak menang deh :p Hehe. Makanya kutaruh di sini lol. So, ini dia :) Btw, maafkan daku kalo ceritanya gaje dan ambigu haha.

--**--


Suasana di asrama kampus Eustachiusa Dumbledore sangat sepi. Hanya ada suara jangkrik dan hembusan angin yang terdengar. Entah karena mahasiswa di sini adalah mahasiswa strata dua (S2), jadi sebagian besar waktu digunakan untuk mengerjakan tugas dan penyelesaian tesis. Hm... tetap saja, suasananya terlalu kelewat sepi kalau begitu.

Matius 5 dan Amsal 5

Rabu, April 05, 2017 0 Comments

https://www.pinterest.com/prtyizs/scriptures/
S: "Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna." (Matius 5:8, TB)

Jumat, 24 Maret 2017

Reflection from "Beauty and the Beast"

Jumat, Maret 24, 2017 0 Comments
Kemaren Rabu nonton Beauty and the Beast (pelarian dari UTS *eh) 🌹 Dari rating 1--10, aku kasih rating 10 wkwk 😂 Keren banget soalnya! Ga cuma itu, ada nilai-nilai positif di dalamnya dan bisa dipelajari bareng-bareng. So, aku sih merekomendasikan film ini buat kalian tonton :)

Senin, 20 Maret 2017

Amos 3 dan Amsal 20

Senin, Maret 20, 2017 0 Comments
Mumpung masih di kampus dan bisa ngetik di komputer, sekalian aja lah ya :B berhubung browser laptop masih buka-tutup sesukanya mulu huhu


--**--

S: Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi -- Amos 3:7


O: Kalo di TB, perikop yang ada di ayat 7 itu "Nabi sebagai penyambung lidah Allah". Kalo di NET, judul perikopnya "Every Effect has its Cause". Oke, aku akan coba telaah satu-persatu...

Yoel 3 dan Amsal 17

Senin, Maret 20, 2017 0 Comments
Wah, udah sampe pasal terakhirnya Yoel :O Abis ini lanjut ke Amos hehe. Kayy :) masih butuh perjuangan! Haphaphappp semangattt!!


--**--


S: Maka kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, adalah Allahmu, yang diam di Sion, gunung-Ku yang kudus. Dan Yerusalem akan menjadi kudus, dan orang-orang luar tidak akan melintasinya lagi -- Yoel 3:3


O: Yes! Suatu saat nanti, keadaan Yerusalem akan dipulihkan! :) Bicara tentang kekudusan umat, berarti yang dimaksud di sini nggak cuma Yerusalem doang; tapi juga semua orang yang percaya pada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya :) Kapan hari itu tiba?

Selasa, 07 Maret 2017

Hosea 7 dan Amsal 7

Selasa, Maret 07, 2017 0 Comments
S: Kecongkakan Israel menjadi saksi terhadap dirinya, namun mereka tidak berbalik kepada TUHAN, Allah mereka, dan tidak mencari Dia kendati semuanya ini -- Hosea 7:10



O: Tuh, kan. Lagi-lagi diingetin buat nggak jadi orang sombong. Sama kaya' SaTe tadi (Ayub 31:1--18). Tuhan yang sedemikian kuat dan berkuasa atas alam semesta aja nggak menyombongkan diri-Nya (padahal Dia bisa kan, buat nyombong gitu? Ha semuanya Dia ciptakan! Dari yang nggak ada jadi ada).

Senin, 27 April 2015

What if Your Blessings Come through Raindrops

Senin, April 27, 2015 0 Comments
Cuma pengen share lagu aja sih... hehe. Ceritanya aku nemu lagu ini waktu mau donlod lagu yang di-share sama C’ Cella lewat blognya (judulnya ‘Grace (by Laura Story)’). Nah, aku iseng-iseng donlod lagu yang penyanyinya sama dengan lagu di atas, dan ketemulah lagu ini :B Lagu ini judulnya ‘Blessings’, dan eh... lagu ini emang bener-bener memberkatiku banget :) bahkan lagu ini kaya’ nyeritain apa yang aku alami selama ini #tsahhsokpede :p haha.

Dari lagu ini juga, Tuhan ingatkan aku bahwa berkat-berkat-Nya udah Dia kasih ke aku, dan harusnya aku bersyukur karenanya. Yessss, it’s absolutely true, God! I know that You’re near :) nggak cuma itu, Dia juga ingatkan bahwa dunia ini bukan rumahku. Penderitaan dan masalah yang aku (dan semua orang percaya, termasuk kalian :)) hadapi, pada saatnya nanti akan berakhir. Yang harus kita lakukan saat ini adalah tetap percaya kepada-Nya, dan membiarkan terus berkarya melalui hidup kita.

Senin, 23 Februari 2015

Dating to Marriage: 'A Lifetime Commitment' (2)

Senin, Februari 23, 2015 0 Comments
read the 1st part here


Jadiiii ini masuk ke bagian kedua ya, readersss :D


2. Hal-hal BUKAN primer lainnya. TAPI juga punya KONSEKUENSI besar

a. Ras
(bukan bermaksud rasis ya. Tapi kalo misalnya kamu mau jadian sama dia yang rasnya beda, kira-kira keluarga kalian mau menerima nggak?)

b. Status sosial
(well... sama kaya’ di atas sih hehe)

c. Kebiasaan
(dengan perbedaan kebiasaan *kaya’ yang udah aku bahas di bagian pertama, kira-kira kamu tetep mau nerima pasanganmu apa adanya nggak?)

Sabtu, 21 Februari 2015

Dating to Marriage: ‘A Lifetime Commitment’ (1)

Sabtu, Februari 21, 2015 0 Comments
Guten Abend! :) Dari renungan *ato diskusi* waktu persek tadi dapet banyaaakkk banget. Dan aku seneng banget sama temanya itu #plak #akubelummaumeridwakakaka


Oya. Kembali ke benang merah. Jadi diskusi kali ini nggak cuma ngebahas tentang ‘apa, sih tujuanmu pacaran’, tapi juga ngebahas tentang ‘aku harus gimana sama pasanganku? Kalo putus gimana?’. Eh tapi nggak cuma itu dinx :p lol. Maafkan ya, efek panik tadi sore soalnya haha.


So, tadi Pdt. Petrus Budi S. (beliau adalah salah satu staff dari Kambium, Gloria, Jogjakarta; yang jadi pembicara hari ini) ngebuka diskusi hari ini dengan pertanyaan, “Coba deh kalian amati waktu pemberkatan nikah. Pasti rata-rata bakal padha ngomong, ‘Aku berjanji akan selalu setia, baik di dalam suka maupun duka, blablabla... sampai kematian memisahkan kita’. Ya kan?


Eh trus masih ada lanjutannya nih, “Tapi perlu kalian tahu, zaman sekarang ada juga yang baru pacaran udah ngomong Sampai kematian memisahkan kita.” Wohhh, gilakkkk. Padahal pacaran aja bisa ada kemungkinan buat putus kan? Kok udah berani ngomong gitu?? Wong yang udah nikah aja bisa cerai kok! >.<



And here is the first question... ‘Sebenernya kita boleh putus nggak sih, kalo udah pacaran? Trus, apa sih yang sering jadi pemicu mereka yang udah pacaran bisa putus?”