Friday, July 8, 2016

:(:)

Edit Posted by with 3 comments

Kadang pengen sih, jadi single selama bertahun-tahun sebelum akhirnya ketemu sama yang cocok. Kadang males sih, buat ngejalanin hubungan yang nggantung kaya' gini. Kadang bosen buat balesin chat yang gaje dan nggak kelar-kelar macam bales emoticon A, senyum B, lalala. Dan kadang (bukan kadang lagi, tapi sering. Eh, mungkin malah hampir selalu) pengen mundur dari pergumulan ini. Mending jadi single dua puluhan tahun lebih daripada bergumul dan berjuang sama cowo dengan bamboo spine (?). Haha. Lemah ya, tapi itulah aku.


Iya aku tahu papaku pengen punya mantu yang sehat walafiat, pokoknya yang perfect. Apalagi aku. Hello, siapa sih yang mau punya suami yang sakit-sakitan? Punya tulang bungkuk dan kaki yang membentuk huruf O? Pasti nggak ada. Sebagai cewek, aku pun punya keinginan yang normal kaya' cewek-cewek lainnya, yang punya pasangan dengan fisik oke (tinggi, cakep, dan nggak sakit-sakitan).


Gimana nanti kalo semua orang di dunia ini mikir kalo aku bukan cewek yang beruntung? Gimana kalo semua orang beranggapan aku cewek aneh, yang mau punya pasangan macam dia, punya sakit parah dan nggak bisa sembuh, bahkan bisa menurun ke anak cucu kami?



Duh.

(8 Juli 2016)




--**--


Gaiss, itu tulisan tepat beberapa jam sebelum aku "disidang" papaku tentang cowok yang baru PDKT sama aku. Oke, bukan PDKT lagi. Tapi udah bergumul bareng dan tinggal nunggu acc dari papaku. Rasanya... Nggak tahu tuh, kenapa kok bisa sebel (padahal itu aku sebelnya di gereja, masih ketemu sama temen-temen yang lain, dan dia ada di sebelahku waktu aku nulis tulisan di atas!! Huahahaaha nekat kali aku :p).



Waktu mau ditanya-tanyain sama papaku itu, rasanya udah nggak tahu lagi kudu gimana. Mbrebes deh. Wkwkwk... Lucu ugha. Mbrebes sebelum ditanyain. But finally, satu kesimpulan tercapai :) aku dan si cowok bisa lanjutin hubungan ini. Yey! Praise the Lord ^^




Dannnn hari ini (thanks to God again), aku dan dia resmi jadian :) Setelah melewati 2 tahun 51 minggu 3 hari, akhirnya jadi juga 😊 selama pergumulan ini, aku diajarin Tuhan bahwa nggak ada orang yang sempurna. Bahkan dia, yang kerohaniannya mantapjiwah (buatku sih wkwk) dan dengan karakter yang wow (fix, bisa jadi idaman cewe-cewe noh wakakakakaka) itu pun punya kelemahan. Aku inget waktu dia bilang, "Dulu aku waktu saat teduh pernah dibilangin kalo nggak akan bisa sembuh. Ayatnya dari 2 Korintus 9:10--11. Yang 'cukuplah kasih karunia-Ku kepadamu. Sebab jika kamu lemah, kuasa-Ku pun jadi sempurna'". Gilakkkk, itu rasanya udah nggak ada harapan lagi huhuhu. Njuk aku doa buat kamu ngapain donggg kalo bukan biar kamu jadi sembuh dari bamboo spine!? 😢 *sigh


Tapi once again, Tuhan ingetin aku lagi bahwa dalam kuasa-Nya, hubungan kami pun bisa menguatkan orang lain. Well, sebenernya kalo mau jujur, hubungan kami ini bisa dibilang aneh. Kami pertama kali kenal sembilan tahun yang lalu, mulai sering ngobrol sekitar 4--5 tahun yang lalu, dan mulai saling mempergumulkan satu sama lain 3 tahun yang lalu. Plus, selisih umur kami jauhhhhhh bingit. 8 years!! Buakaakkaakaka sounds crazy, isn't it? Belum lagi dengan kelemahan fisiknya itu... Hayo, apakah hubungan kami ini bisa dinobatkan sebagai rekor hubungan teraneh? :p wkwk *justkid



Dengan berbagai perbedaan itu, kami juga sering berbeda pendapat, berantem, jadi baper *eh*, dan bingung "ini bener nggak sih, yang Tuhan mau? Kalo iya, kok jalannya kaya' gini? Gagal paham". But we know that God still holds our hands until right now :) and we trust that He still has a plan for our love story 😊😄 "We thank You for not being tired with this struggle, Lord. Help us to through the next level with You".






After the lots of tears, struggles, disappointness, anger, and fights, now I believe that God's own story is better than mine. I can dream for everything, but it will be useless when I don't make Him as the center of the story.




"Of one thing I am perfectly sure: God's story never ends with ashes" (Elisabeth Elliot)


(14 Juli 2016, 11:18 p.m.)

3 comments: